Bisnis 4 menit baca

Harga Ayam di Kandang Makin Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar!

Krisis Peternak Mandiri di Tengah Tekanan Harga Ayam dan Biaya Pakan

LokalStore88 Sabtu,17 Oktober 2026.

Angka penjualan ayam hidup di tingkat peternak saat ini merosot tajam hingga kisaran Rp 20.000 sampai Rp 20.500 per kilogram. Situasi tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi para produsen daging ayam skala mandiri yang harus berjuang menutupi beban operasional harian. Ketika angka penjualan jauh berada di bawah biaya pengeluaran, roda usaha praktis berjalan pincang dan memicu potensi kerugian besar. Kondisi pelik ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak agar rantai pasok pangan hewani tidak mengalami kelumpuhan total dalam waktu dekat.

Permasalahan utama yang dihadapi para pengusaha peternakan rakyat saat ini berakar dari pembengkakan biaya operasional secara masif. Biaya pokok produksi untuk menghasilkan satu kilogram ayam siap potong kini telah melonjak hingga menembus angka Rp 24.000 sampai Rp 25.000. Besarnya modal yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan perolehan hasil penjualan di pasaran bebas. Kesenjangan angka antara modal dan pendapatan inilah yang membuat para pengusaha kecil berada di ujung tanduk kebangkrutan.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Lonjakan Biaya Pakan dan Ketidaksesuaian Regulasi

Pemicu utama pembengkakan modal produksi tersebut bersumber dari melambungnya harga bahan pangan unggas yang kian tak terkendali di pasaran. Para peternak harus merogoh kocek lebih dalam karena harga pakan kini telah menyentuh kisaran Rp 9.700 hingga Rp 10.000 per kilogram. Di sisi lain, Harga Acuan Pembelian yang ditetapkan oleh pemerintah berada di angka Rp 19.500 per kilogram. Regulasi acuan tersebut dinilai sudah tidak relevan lagi dengan realitas di lapangan karena lonjakan harga pakan terjadi secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Dampak dari ketidakseimbangan harga ini langsung dirasakan oleh para pelaku usaha di tingkat akar rumput yang mengalami kerugian hingga ribuan rupiah per ekor ayam. Jika kalkulasi bisnis terus merugi setiap kali panen, akumulasi kerugian akan menghabiskan seluruh modal kerja yang tersisa. Situasi darurat ini digambarkan oleh para pelaku usaha sebagai fase kritis penentuan kelangsungan hidup industri peternakan mandiri. Tanpa adanya intervensi harga yang cepat, kelangsungan usaha di sektor ini tinggal menunggu waktu keruntuhannya.

Krisis Peternak Mandiri di Tengah Tekanan Harga Ayam dan Biaya Pakan (2)
Foto: Detik Finance

Ancaman Gulung Tikar bagi Ratusan Peternak

Organisasi yang menaungi para produsen skala mandiri melaporkan bahwa ratusan anggotanya kini terancam menghentikan total kegiatan operasional mereka. Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia mencatat ada sekitar 180 anggota yang saat ini bertahan dalam kondisi megap-megap. Apabila stabilisasi harga tidak segera tercapai dalam hitungan bulan ke depan, seluruh peternak mandiri tersebut dipastikan bakal gulung tikar. Kehilangan ratusan produsen lokal ini tentu akan mengubah peta industri perunggasan nasional secara signifikan.

Kelompok peternak mandiri mendesak adanya langkah korektif segera dari pemangku kepentingan guna menyelamatkan sisa-sisa usaha yang masih bertahan. Mereka menginginkan harga pakan dapat ditekan kembali ke kisaran yang lebih wajar, yakni sekitar Rp 8.000 sampai Rp 8.500 per kilogram. Selain itu, harga jual ayam hidup di tingkat produsen minimal harus berada di angka Rp 24.000 per kilogram agar sesuai dengan modal riil. Keterlibatan perusahaan integrasi besar juga dinilai krusial untuk menaikkan harga jual demi menjaga keseimbangan pasar.

Respon Pemerintah dan Faktor Global Pemicu Krisis

Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh para produsen ayam pedaging, pihak Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan penjelasan komprehensif. Lonjakan biaya pakan yang dikeluhkan peternak memang dipicu oleh berbagai faktor eksternal, termasuk harga jagung domestik yang melampaui angka Rp 7.500 per kilogram. Selain itu, kenaikan harga bekatul serta fluktuasi nilai tukar mata uang turut mendongkrak biaya logistik bahan baku impor seperti bungkil kedelai dan gandum pakan. Kompleksitas faktor global dan domestik ini berpadu menciptakan tekanan berat pada struktur biaya industri peternakan.

Upaya mitigasi telah disiapkan oleh pemerintah guna meredam dampak buruk penurunan harga di tingkat peternak mandiri melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah fasilitasi penyerapan ayam hidup oleh para pelaku usaha besar telah digerakkan bersamaan dengan pengendalian produksi anak ayam usia sehari sesuai kebutuhan riil pasar. Optimalisasi fasilitas pemotongan hewan serta penerapan teknologi penyimpanan dingin juga didorong secara maksimal untuk memperbaiki serapan komoditas tersebut. Kebijakan terukur ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan usaha peternak sekaligus mengamankan ketersediaan stok daging ayam di tengah masyarakat luas.

Sumber: Detik Finance

Jangan lewatkan berbagai informasi dan analisis bisnis terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda setiap hari. Pastikan Anda terus mengikuti perkembangan berita terkini agar selalu terdepan dalam mengambil keputusan.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: harga ayam anjlok, peternak mandiri, harga pakan ternak, biaya pokok produksi, permindo, kementerian pertanian, bisnis peternakan ayam

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Finance