
LokalStore88 Jumat,9 Oktober 2026.
Skor 6-0 sudah cukup menyakitkan, tetapi ada luka lain yang lebih dalam bagi Timnas Benin. Bukan karena gawang mereka dibobol enam kali oleh Argentina, melainkan karena mereka pulang tanpa satu pun foto bersama Lionel Messi atau jersey bekas sang bintang. Larangan itu membuat kekecewaan di kubu Benin mencuat, terutama setelah perjuangan panjang mereka untuk bisa hadir di Buenos Aires. Bagi tim sekelas Benin, bertemu Messi bukan sekadar pertandingan biasa; itu momen seumur hidup yang sayang dilewatkan. Namun aturan dan protokol pertandingan berkata lain.
Laga tersebut digelar di Estadio Monumental, kandang bersejarah Argentina, dua hari sebelum berita ini mencuat. Pertandingan itu dirancang sebagai panggung perpisahan bagi Messi, ikon yang telah bertahun-tahun menjadi wajah sepak bola Argentina. Argentina menang telak 6-0, dan Messi sendiri menyumbang satu gol melalui titik penalti. Bagi Argentina, malam itu adalah selebrasi; bagi Benin, malam itu adalah ujian berat sekaligus peluang langka. Tidak heran jika para pemain Benin berharap bisa membawa pulang kenang-kenangan dari momen bersejarah itu.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Benin memang bukan tim raksasa, tetapi mereka tetap tim nasional yang punya hak untuk merasakan atmosfer pertandingan besar. Kesempatan berhadapan langsung dengan Messi mungkin hanya datang sekali dalam seumur hidup. Karena itu, keinginan untuk berfoto atau bertukar jersey bukanlah hal yang berlebihan. Itu adalah tradisi umum dalam sepak bola, cara pemain menghormati lawan dan mengabadikan momen. Sayangnya, tradisi itu tidak terjadi malam itu.
Menurut laporan, para pemain Benin sudah menunggu lebih dari 30 menit untuk bisa mendekati pemain Argentina. Mereka berharap setidaknya bisa bertukar jersey setelah pertandingan usai. Namun harapan itu pupus karena pihak keamanan melarang mereka mendekati area pemain Argentina. Bahkan untuk sekadar berfoto bersama Messi, mereka tidak diberi izin. Larangan itu berlaku menyeluruh, bukan hanya untuk satu atau dua orang pemain.
Kekecewaan kubu Benin sangat wajar mengingat perjalanan mereka ke Buenos Aires tidaklah mudah. Sebelum bertanding, mereka sudah dirundung masalah internal terkait upah pertandingan. Persoalan itu hampir membuat Benin batal datang ke Argentina. Federasi Sepakbola Benin akhirnya mengambil langkah darurat dengan mengirimkan tim U-23. Tim muda itu baru mendarat di Buenos Aires sekitar lima jam sebelum kickoff.
Masalah Upah dan Tim U-23
Keputusan mengirim tim U-23 menunjukkan betapa rumit situasi yang dihadapi Benin. Pemain senior yang seharusnya tampil harus digantikan oleh para pemain muda yang minim pengalaman internasional. Mereka tiba dengan waktu persiapan yang sangat mepet, bahkan bisa dibilang nyaris tanpa adaptasi. Cuaca, lapangan, dan atmosfer Estadio Monumental tentu menjadi kejutan tersendiri. Meski demikian, mereka tetap turun dan menjalani pertandingan dengan sepenuh hati.
Bagi para pemain muda Benin, laga melawan Argentina seharusnya menjadi ajang pembelajaran berharga. Mereka bisa melihat langsung bagaimana pemain kelas dunia berlatih, bersikap, dan bertanding. Namun pembelajaran itu terasa tidak lengkap karena interaksi di luar lapangan dilarang. Padahal, momen seperti itu sering menjadi motivasi besar bagi pemain dari negara berkembang. Mereka pulang dengan pengalaman bertanding, tetapi tanpa kenang-kenangan yang mereka impikan.
Pelatih Benin, Gernot Rohr, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya kepada RMC Sport. Ia menuturkan bahwa para pemainnya sudah berusaha dengan berbagai cara untuk bisa mendekati Messi. Namun semua upaya itu menemui jalan buntu. Menurut Rohr, pemain Argentina tidak memberikan apa pun kepada mereka, bahkan sekadar foto bersama Messi. Pernyataan itu menggambarkan betapa besar harapan yang pupus di pihak Benin.
Kutipan Pelatih dan Protes Federasi
Rohr juga menyoroti soal pertukaran jersey yang menjadi tradisi lazim setelah pertandingan. Ia mengatakan para pemain Benin ingin bertukar jersey dengan pemain Argentina, tetapi tidak mendapatkan kesempatan itu. Bahkan, mereka tidak diizinkan mendekati lorong menuju ruang ganti pemain Argentina. Pihak keamanan disebut mengusir mereka semua dari area tersebut. Pernyataan Rohr ini menjadi puncak protes dari kubu Benin.
Federasi Sepakbola Benin pun dikabarkan kecewa berat atas perlakuan yang diterima timnya. Mereka merasa sudah menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai kendala, tetapi tidak mendapat sedikit pun kelonggaran. Protes ini bukan semata soal foto atau jersey, melainkan soal penghormatan dan sportivitas. Dalam sepak bola, hubungan antarpemain dan antarfederasi sering kali dibangun melalui momen-momen kecil seperti itu. Ketika momen itu dihalangi, gesekan pun muncul.

The Athletic telah mencoba menghubungi Federasi Sepakbola Argentina (AFA) untuk meminta keterangan resmi. Namun hingga laporan itu ditulis, pihak AFA belum memberikan tanggapan. Ketiadaan jawaban ini membuat situasi semakin kabur. Publik tidak tahu apakah larangan tersebut berasal dari instruksi AFA, protokol keamanan, atau kebijakan lain. Tanpa penjelasan, spekulasi pun berkembang.
Dalam pertandingan besar, protokol keamanan memang sering kali sangat ketat. Apalagi jika ada figur sekaliber Messi yang dikelilingi banyak orang. Panitia bisa saja membatasi akses untuk mencegah kerumunan dan menjaga keselamatan. Namun, pembatasan yang terlalu kaku bisa melukai semangat fair play. Pertanyaannya, apakah larangan itu proporsional atau justru berlebihan? Hingga kini, belum ada jawaban resmi.
Bagi Benin, insiden ini menambah daftar masalah yang mereka hadapi dalam laga tersebut. Mereka datang dengan persoalan upah, terpaksa menurunkan tim U-23, tiba mepet, lalu kalah telak. Ditambah lagi, mereka tidak bisa mendapatkan momen berharga bersama Messi. Rasanya seperti kerugian bertubi-tubi yang menimpa satu tim. Wajar jika kekecewaan mereka menumpuk.
Dampak dan Pelajaran
Di sisi lain, Argentina juga bisa terdampak citranya. Sebagai juara dunia, mereka sering dipandang sebagai panutan dalam sportivitas. Jika benar ada larangan yang membuat pemain lawan tidak bisa berinteraksi sama sekali, hal itu bisa memicu kritik. Namun perlu dicatat, hingga sekarang belum ada bukti bahwa larangan itu datang dari para pemain Argentina sendiri. Bisa jadi itu murni keputusan petugas keamanan atau protokol acara.
Publik sepak bola tanah air tentu bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Ketika tim kecil mendapat kesempatan melawan tim besar, hal-hal kecil seperti bertukar jersey bisa menjadi sangat berarti. Federasi dan penyelenggara pertandingan sebaiknya memikirkan cara agar momen seperti itu tetap bisa terjadi tanpa mengorbankan keamanan. Sepak bola bukan hanya soal skor, tetapi juga soal cerita dan kenangan. Cerita seperti inilah yang membuat olahraga ini dicintai.
Bagi para pemain Benin, pengalaman ini mungkin pahit, tetapi bisa menjadi bahan bakar semangat. Mereka telah merasakan atmosfer pertandingan internasional melawan juara dunia. Jika mereka bisa memanfaatkan pelajaran itu, bukan tidak mungkin di masa depan mereka akan kembali ke panggung serupa. Kekecewaan hari ini bisa menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik. Setidaknya, mereka punya cerita unik yang tidak dimiliki banyak pemain lain.
Reaksi publik terhadap berita ini pun beragam. Banyak yang bersimpati kepada Benin karena dianggap diperlakukan kurang adil. Tidak sedikit pula yang mencoba memahami ketatnya protokol keamanan di sekitar Messi. Perdebatan ini menunjukkan bahwa sepak bola selalu punya dimensi manusiawi yang menarik. Di balik skor 6-0, ada kisah kekecewaan yang menyentuh. Dan kisah itu menjadi sorotan lebih lama daripada pertandingannya sendiri.
Yang jelas, insiden ini membuka diskusi tentang bagaimana federasi tuan rumah memperlakukan tamu. Dalam dunia sepak bola, respek tidak hanya ditunjukkan lewat jabatan tangan di lapangan. Akses untuk berinteraksi setelah pertandingan juga merupakan bentuk penghormatan. Jika hal itu dihilangkan tanpa penjelasan, bisa muncul ketegangan diplomatik olahraga. Benin telah menyuarakan protes, dan publik menunggu langkah selanjutnya.
Ke depan, AFA diharapkan segera memberikan klarifikasi. Penjelasan resmi akan membantu meredakan kekecewaan dan menjernihkan situasi. Jika memang ada aturan yang mengharuskan pembatasan, sebaiknya disampaikan secara terbuka. Sebaliknya, jika ada kesalahpahaman, kedua federasi bisa mencari jalan tengah. Komunikasi yang baik adalah kunci agar kejadian serupa tidak terulang.
Pada akhirnya, laga perpisahan Messi akan tetap dikenang sebagai kemenangan besar Argentina. Namun bagi Benin, malam itu meninggalkan cerita getir yang sulit dilupakan. Mereka kalah 6-0, pulang tanpa foto, dan tanpa jersey. Meski begitu, semangat para pemain muda untuk terus berkembang tidak boleh padam. Semoga ke depannya, sepak bola tetap menjadi ruang di mana sportivitas dan kemanusiaan berjalan seiring.
Sumber: Detik Sport
Jangan lewatkan update berita olahraga terkini! Gabung dan pantau terus kanal resmi LapakStore88 supaya kamu selalu jadi yang pertama tahu kabar seru seperti ini.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: timnas benin, lionel messi, argentina vs benin, pertukaran jersey, protes benin, gernot rohr, laga perpisahan messi, sepak bola
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371098/original/082492000_1791752466-LUCIAN0.jpg)
