Bola 6 menit baca

Persib Hajar Port FC, Indonesia Bak Sikat 'Timnas Thailand' Lagi

Drama Tiga Gol Menit Akhir, Persib Tekuk Port FC 3-1 di Pathum Thani

LokalStore88 Jumat,9 Oktober 2026.

Momen paling menegangkan di Thammasat Stadium terjadi ketika laga memasuki menit ke-87. Persib Bandung yang tertinggal 0-1 dari Port FC tiba-tiba membalikkan keadaan lewat tiga gol dalam waktu singkat. Mariano Peralta menyamakan kedudukan, lalu Berguinho dan Luka Menalo memastikan kemenangan 3-1. Bagi Persib, ini bukan sekadar kemenangan biasa karena menjadi laga perdana mereka di ASEAN Club Championship musim ini. Hasil tersebut langsung menempatkan Maung Bandung dalam posisi yang menguntungkan di Grup B. Kemenangan dramatis ini pun menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air.

Pertandingan digelar di Thammasat Stadium, Pathum Thani, pada Kamis (8/10). Port FC sempat unggul lebih dulu melalui penalti Jude Soonsup-Bell di menit ke-66. Namun, Persib tidak menyerah dan justru bangkit di penghujung pertandingan. Tiga gol yang tercipta di menit 87, 90+4, dan 90+6 membuat wakil Thailand itu harus mengakui keunggulan lawannya. Skor akhir 3-1 untuk Persib menjadi bukti ketangguhan tim asuhan pelatih mereka. Kemenangan ini juga memperpanjang tren positif Indonesia atas Thailand di berbagai level.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Gol Mariano Peralta pada menit 87 menjadi titik balik pertandingan. Sebelumnya, Persib sempat kesulitan menembus pertahanan Port FC. Namun, gol tersebut membuka keran kepercayaan diri pemain. Berguinho kemudian membuat stadion lawan terdiam lewat golnya di menit 90+4. Puncaknya, Luka Menalo mencetak gol ketiga di menit 90+6. Drama itu membuat Persib pulang dengan tiga poin penuh.

Kenapa Kemenangan Ini Terasa Spesial

Kemenangan atas Port FC terasa seperti mengalahkan Timnas Thailand. Pasalnya, Port FC adalah penyumbang pemain terbanyak ke skuad Gajah Perang. Ada delapan pemain Port FC yang membela Timnas Thailand. Nama-nama seperti Manuel Bihr, Peerawat Akkratum, Chaiyapon Otton, Seksan Ratree, Peeradol Chamrasamee, Teerasak Poeiphimai, dan Jude Soonsup-Bell memperkuat tim tersebut. Kehadiran mereka membuat laga ini terasa seperti pertemuan tingkat negara. Publik pun melihatnya sebagai duel bergengsi antara Indonesia dan Thailand.

Beberapa dari pemain itu turun langsung saat Port FC kalah dari Persib. Manuel Bihr, Seksan Ratree, Jude Soonsup-Bell, dan Teerasak Poeiphimai kembali merasakan kekalahan dari Indonesia. Kali ini kekalahan itu terjadi di level klub. Sebelumnya, mereka juga kalah bersama Timnas Thailand. Situasi ini menambah bobot kemenangan Persib di mata publik. Kemenangan di level klub seolah menegaskan bahwa dominasi Indonesia atas Thailand sedang berlangsung.

Persib sendiri punya beberapa pemain Timnas Indonesia. Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye baru saja dipanggil John Herdman. Keduanya menjadi bagian dari skuad Garuda yang sedang dipersiapkan. Kehadiran mereka di klub menambah kualitas pertandingan. Kemenangan ini pun terasa sebagai pembuktian di level klub. Para penggemar berharap sinergi antara timnas dan klub terus terjaga.

Bayang-bayang Timnas Thailand

Sebelumnya, Borneo FC juga bisa menjegal Buriram United. Buriram juga diperkuat beberapa pemain Timnas Thailand. Runner up Super League itu menahan imbang 0-0. Hasil itu terjadi di ajang ASEAN Club Championship. Ini menunjukkan bahwa klub-klub Indonesia mulai mampu bersaing dengan wakil Thailand. Setidaknya, mereka tidak lagi menjadi underdog yang mudah dikalahkan.

Timnas Thailand juga baru kalah dari Timnas Indonesia. Di final FIFA ASEAN Cup 2026, pasukan Anthony Hudson kalah adu penalti 2-4. Kedudukan 2-2 bertahan selama 120 menit. Laga digelar di SUGBK, Senin (5/10). Kekalahan itu menjadi pukulan telak bagi Thailand. Mereka harus menerima kenyataan bahwa Indonesia berhasil mengakhiri puasa gelar di level regional.

Sukses itu memutus dahaga gelar Indonesia selama 35 tahun. Sejak meraih medali emas SEA Games 1991, Indonesia selalu kalah di ajang Piala AFF. Tim Merah Putih akhirnya bisa mengangkat trofi di Asia Tenggara. Kemenangan atas Thailand jadi momen bersejarah. Euforia itu masih terasa hingga sekarang. Kemenangan Persib atas Port FC pun seolah menjadi lanjutan dari euforia tersebut.

Dampak bagi Persib dan Peta Grup

Kemenangan atas Port FC langsung memberi Persib tiga poin. Itu terjadi pada laga perdananya di ASEAN Club Championship. Jawara Super League itu kini menempel ketat Johor Darul Ta'zim di Grup B. Sebelumnya, JDT menggilas wakil Kamboja, PKR Svay Rieng, 6-0. Persib berada di posisi yang kompetitif. Tiga poin dari laga tandang ini menjadi modal berharga untuk melanjutkan kompetisi.

Drama Tiga Gol Menit Akhir, Persib Tekuk Port FC 3-1 di Pathum Thani (2)
Foto: Detik Sepakbola

Posisi Persib di grup menjadi lebih baik. Tiga poin dari laga tandang terasa sangat berharga. Persaingan di Grup B masih panjang. Persib harus menjaga konsistensi. Lawan-lawan berikutnya tidak bisa dianggap remeh. Setiap pertandingan akan menentukan langkah mereka ke babak berikutnya.

Bagi para pemain, hasil ini menambah kepercayaan diri. Mereka mampu bangkit meski tertinggal lebih dulu. Gol-gol di menit akhir menunjukkan mental juara. Itu modal penting untuk laga-laga berikutnya. Pelatih tentu berharap semangat ini terus terjaga. Kemenangan dramatis sering kali menjadi titik balik musim yang panjang.

Bagi Timnas Indonesia, kabar ini juga positif. Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye sedang dipersiapkan John Herdman. Performa klub yang apik bisa membantu mereka. Kemenangan atas wakil Thailand menambah aura positif. Tim Garuda bisa mendapat energi tambahan. Dukungan dari performa klub di level Asia Tenggara sangat berarti.

ASEAN Club Championship sendiri jadi ajang pembuktian. Klub-klub Indonesia bersaing dengan tim Asia Tenggara. Persaingan Indonesia-Thailand selalu menarik. Hasil ini memperkuat narasi bahwa Indonesia sedang menanjak. Publik berharap tren ini berlanjut. Kompetisi ini juga menjadi tolok ukur kekuatan sepak bola kawasan.

Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin. Ada dimensi psikologis yang penting. Persib membuktikan bisa mengalahkan tim dengan banyak pemain Timnas Thailand. Suporter tentu merasakan euforia. Namun, mereka juga perlu tetap realistis. Perjalanan masih panjang dan tantangan akan semakin berat.

Kompetisi masih panjang. Persib tidak boleh terlena. Lawan-lawan berikutnya tidak kalah berat. Konsistensi adalah kunci. Jika lengah, tiga poin ini bisa sia-sia. Fokus dan kerja keras harus tetap dijaga.

Dari kacamata sepak bola Indonesia, tren positif ini patut dijaga. Kemenangan Timnas di ASEAN Cup dan hasil klub di ASEAN Club Championship saling menguatkan. Ada harapan sepak bola Indonesia terus bersinar. Namun, tantangan tetap ada. Evaluasi dan pembinaan harus terus berjalan. Jangan sampai euforia justru membuat lengah.

Port FC dan Thailand pasti ingin membalas. Mereka punya kualitas dan pengalaman. Persib harus siap dengan tekanan. Pertemuan berikutnya bisa jadi ujian berat. Mentalitas juara akan diuji. Kesiapan fisik dan taktik menjadi faktor penentu.

Kemenangan 3-1 ini akan dikenang. Drama menit akhir membuatnya semakin manis. Persib sudah membuka jalan di Grup B. Jika konsisten, langkah lebih jauh bukan mustahil. Sepak bola Indonesia sedang menikmati momentum. Mari kita tunggu apakah tren positif ini berlanjut ke laga-laga berikutnya.

Sumber: Detik Sepakbola

Jangan ketinggalan update seru lainnya seputar sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara. Pantau terus kanal resmi LapakStore88 biar kamu selalu dapat berita terkini, analisis ringan, dan momen dramatis lainnya. Gabung sekarang supaya tidak ketinggalan informasi berikutnya!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Persib Bandung, Port FC, ASEAN Club Championship, Timnas Thailand, Timnas Indonesia, Mariano Peralta, Luka Menalo, Berguinho

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Sepakbola