:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369543/original/024357600_1791528456-Untitled_Design__100_.jpg)
LokalStore88 Jumat,9 Oktober 2026.
Panggung Marie Claire Asia Star Awards 2026 di Busan, Korea Selatan, menyorot satu nama dari Indonesia: Putri Marino. Ia bukan sekadar hadir, tetapi naik untuk menerima penghargaan Face of Asia, kategori yang diberikan kepada aktor muda yang mewakili industri perfilman Asia. Momen itu menyebar lewat unggahan akun Instagram Marie Claire Korea, @marieclairekorea, yang memperlihatkan Putri berdiri dengan trofi di tangannya. Bagi penonton film Indonesia, kabar ini layak disimak karena namanya kini berbaris bersama wajah-wajah sinema dari sejumlah negara di kawasan.
Busan dan Panggung Sinema Asia
Penghargaan tersebut digelar di Busan, kota yang lekat dengan Busan International Film Festival, ajang yang juga ia sebut dalam pidato kemenangannya. Busan selama ini dikenal sebagai titik temu para pembuat film Asia untuk saling melihat karya dan membaca arah industri. Karena itu, posisi Face of Asia tidak sekadar soal sorotan kamera. Kategori ini menempatkan seorang aktor muda dalam peta sinema kawasan, dan Putri menjadi salah satu nama yang mewakili generasi itu.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Dalam pidato kemenangannya, Putri mengawali dengan ucapan terima kasih kepada Marie Claire Korea dan Busan International Film Festival. Ia tidak berlama-lama membicarakan dirinya sendiri. Sorotannya justru diarahkan kepada mereka yang bekerja di depan dan di belakang kamera. Cara ia menyusun kalimat itu memberi kesan sederhana: penghargaan ini dipandangnya sebagai hasil kerja bersama, bukan pencapaian tunggal. Sikap seperti itu jarang luput dari perhatian penonton yang menonton ulang potongan videonya.
Ia secara khusus menyebut para pemain dan seluruh kru film terbarunya, Empat Musim Pertiwi atau Four Seasons in Java. Menurut Putri, tanpa mereka ia tidak akan berdiri di panggung itu dan menerima penghargaan tersebut. Pernyataan itu bukan basa-basi kosong. Dalam industri film, kredit semacam ini kerap jadi pengingat bahwa hasil akhir di layar adalah kerja kolektif yang panjang, mulai dari riset, produksi, sampai penyuntingan di ruang tertutup.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369543/original/024357600_1791528456-Untitled_Design__100_.jpg)
Cerita di Balik Empat Musim Pertiwi
Empat Musim Pertiwi merupakan karya terbaru sutradara Kamila Andini. Nama Kamila kerap dikaitkan dengan cerita yang berpusat pada perempuan dan berakar pada budaya setempat. Dalam proyek ini, ia kembali bekerja dengan aktor dan aktris Indonesia untuk membangun cerita yang bertumpu pada satu tokoh utama perempuan. Kombinasi itu membuat film ini dinantikan, terutama setelah gaungnya sampai ke panggung di Busan.
Di film itu, Putri memerankan Pertiwi, seorang perempuan yang pulang ke kampung halamannya setelah dua puluh tahun merantau. Kepulangan tersebut tidak berjalan mulus. Ia harus berhadapan dengan luka masa lalu yang belum selesai dan prasangka masyarakat di sekitarnya. Pertiwi lalu berjuang merebut kembali kendali atas hidupnya sendiri. Perjalanan tokoh inilah yang menjadi denyut utama cerita.
Konflik yang dihadapi Pertiwi bukan bahan cerita yang asing. Banyak perempuan mengalami hal serupa: pulang ke rumah yang seharusnya aman, tetapi justru harus bernegosiasi dengan ekspektasi orang lain. Film seperti ini biasanya bekerja di wilayah yang halus, bukan lewat ledakan konflik besar. Kekuatannya ada pada detail kecil dan cara tokohnya bertahan. Karena itu, peran semacam Pertiwi menuntut aktor untuk mengisi ruang-ruang sunyi, bukan hanya adegan dramatis yang mencolok.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369544/original/027926000_1791528456-Screenshot_2026-10-09_133456.jpg)
Putri tampil sebagai pemeran utama bersama Arya Saloka, yang memerankan karakter Bisma. Kehadiran dua nama ini memberi warna tersendiri bagi film, terutama karena keduanya dikenal luas oleh penonton Indonesia dari jalur yang berbeda. Arya lekat dengan layar kecil, sementara Putri lebih sering dikaitkan dengan layar lebar. Pertemuan keduanya di satu proyek jadi salah satu hal yang paling banyak dibicarakan menjelang film ini bergerak lebih jauh.
Kehadiran Putri di Busan International Film Festival 2026 tidak berjalan sendiri. Ia datang bersama Arya Saloka, sutradara Kamila Andini, dan produser Ifa Isfansyah. Rombongan ini hadir berkaitan dengan Empat Musim Pertiwi, di mana Putri dan Arya menjadi pemeran utama. Festival menjadi ruang bagi tim film untuk bertemu programmer, jurnalis, dan pembuat film dari negara lain. Dari pertemuan semacam itu, sebuah karya sering menemukan jalannya ke penonton yang lebih luas.
Arti Capaian Ini bagi Industri
Bagi industri film Indonesia, capaian semacam ini biasanya dibaca sebagai sinyal positif. Penghargaan di kancah regional membantu membangun kepercayaan bahwa cerita lokal bisa diterima di luar negeri. Efeknya tidak selalu langsung terasa di box office, tetapi jejaknya panjang: kolaborasi lintas negara, undangan festival, hingga perhatian distributor. Ketika satu nama mendapat tempat, pintu untuk proyek berikutnya ikut terbuka lebih lebar.
Untuk Empat Musim Pertiwi, sorotan dari Busan jelas menjadi modal. Perhatian publik biasanya meningkat ketika sebuah film lebih dulu mendapat pengakuan di luar negeri. Penonton jadi penasaran apakah karya itu memang sekuat gaungnya. Namun, ujian sesungguhnya tetap ada di dalam negeri: apakah ceritanya menyentuh, dan apakah penonton merasa tokohnya benar-benar hidup. Penghargaan membuka pintu, tetapi pengalaman menonton yang menentukan apakah orang akan mengingatnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369545/original/040978000_1791528456-BIFF_2026Empat_Musim_PertiwiStyled_by__hagaipakan__saptodjojokartiko__mondial_Make_up__editwithm__2_.jpg)
Respons dan Babak Selanjutnya
Reaksi atas kabar ini umumnya datang dari kalangan penggemar film dan dunia hiburan Tanah Air. Banyak yang menyoroti pidato Putri sebagai bagian paling menarik, karena ia memilih berbagi kredit alih-alih memamerkan pencapaian pribadi. Sikap semacam itu dianggap menyegarkan di tengah budaya panggung yang sering berpusat pada individu. Dari sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai pengingat bahwa kerja film adalah kerja tim, dari penata rias sampai penata suara.
Perjalanan Putri juga menunjukkan pola yang layak dicatat dalam beberapa tahun terakhir: aktor dan aktris Indonesia kian sering muncul di panggung festival Asia. Kehadiran mereka bukan lagi kejutan, melainkan bagian dari arus yang lebih besar. Ini penting bukan hanya untuk gengsi. Pertukaran ide, metode kerja, dan jaringan yang terbangun di forum semacam itu bisa berdampak pada cara film dibuat di rumah sendiri.
Yang tersisa dari malam di Busan itu bukan hanya trofi. Ada kalimat terima kasih yang menempatkan banyak nama di dalamnya, dan ada film yang masih menunggu untuk ditemui penontonnya. Putri Marino kini membawa satu lagi penanda di perjalanan kariernya, sementara Empat Musim Pertiwi melanjutkan langkahnya dengan bekal perhatian dari panggung internasional. Bagi penonton Indonesia, babak berikutnya justru yang paling menarik untuk diikuti: bagaimana cerita Pertiwi berbicara ketika akhirnya sampai di layar dekat rumah.
Sumber: Liputan6 Selebritis
Perjalanan Putri Marino dan film-film Indonesia di panggung internasional masih panjang, dan selalu ada kabar baru yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Biar tidak ketinggalan update berikutnya, pantengin terus kanal berita LapakStore88, dari kabar festival sampai pernik-pernik dunia hiburan Tanah Air. Simpan halaman ini dan mampir lagi nanti, ya!
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: putri marino, face of asia, marie claire asia star awards 2026, empat musim pertiwi, busan international film festival 2026, kamila andini, arya saloka, film indonesia
#LapakStore88


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371088/original/071361900_1791737532-photo__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371066/original/091167800_1791733827-SnapInsta.to_797035967_18625755457015117_1342880810951080224_n.jpg)