LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.
Di tengah pergantian musim hujan, kabupaten Bima menyaksikan lonjakan harapan ketika 40 persen jaringan listrik program Listrik Desa (Lisdes) telah selesai dibangun. Angka ini bukan sekadar statistik; ia menandai titik awal transformasi bagi 11 desa yang selama ini masih berjuang tanpa tenaga listrik stabil. Di daerah pedesaan, kelistrikan sering kali menjadi penentu seberapa cepat komunitas dapat mengakses pendidikan, kesehatan, dan peluang usaha. Maka, bagi para penduduk setempat, pergerakan ini berarti lebih banyak lampu di malam hari dan lebih banyak peluang kerja di masa depan. Begitu pula bagi pemerintah, pencapaian ini menegaskan komitmen mereka terhadap infrastruktur yang merata.
Lokasi dan Progres
Program Listrik Desa, atau Lisdes, merupakan inisiatif pemerintah pusat yang disertai anggaran dari APBN tahun 2026. Tujuannya adalah memperluas jangkauan listrik ke pelosok daerah yang masih terpinggirkan, sekaligus menurunkan ketimpangan akses energi di Indonesia. Di kabupaten Bima, Lisdes difokuskan pada enam kecamatan yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi namun masih terbatas oleh infrastruktur listrik. Dengan dana yang dialokasikan, PLN bertanggung jawab membangun saluran, menyalurkan listrik, dan memastikan kualitas layanan kepada warga. Proyek ini tidak hanya sekadar menyalakan lampu, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Sesuai data resmi, program ini mencakup 12 lokasi strategis yang tersebar di 11 desa. Keempat desa di kecamatan Lambu, misalnya Dusun Baku dan Mpori Lembo, menjadi fokus awal karena kepadatan penduduknya. Kecamatan Soromandi menargetkan Dusun Jembatan Besi serta So Besi Ryyando, sedangkan kecamatan Bolo hanya melibatkan satu lokasi di Dusun Tambe. Di kecamatan Langgudu, jaringan listrik direncanakan melintasi Dusun Mamba, Sawah Karampi Barat, Tolo Karumbu, dan Karumbu SMA 2. Sementara di Madapangga, dua lokasi di Dusun Tolotemba RT 09 dan Jembatan Campa akan dilayani. Terakhir, Woha menyasar Dusun Tolo Pandai.
Dari 12 lokasi sasaran, 10 telah memasuki fase konstruksi, menunjukkan kemajuan signifikan. Satu lokasi masih menunggu kelulusan perizinan, sehingga proses administratif menjadi kendala utama. Lokasi sisanya, di Dusun Tolo Pandai, masih menunggu penyelesaian masalah tapal batas antara wilayah kelurahan. Meskipun ada hambatan, perkiraan penyelesaian total proyek berada di jalur tepat waktu. Penyelesaian tahap akhir ini diharapkan dapat menyambungkan ribuan rumah tangga ke jaringan listrik nasional.
Peran Pemerintah dan PLN
Wakil Bupati Bima, H. Irfan Zubaidy, menegaskan pentingnya akses energi sebagai fondasi pembangunan. Ia menilai bahwa kelistrikan yang merata dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Ia juga mengapresiasi dedikasi PLN dalam mengatasi tantangan teknis di wilayah pedesaan. Dukungan politik dari tingkat pemerintah daerah turut mempercepat proses persetujuan dan pelaksanaan proyek.
Di sisi PLN, UP3 Bima dipimpin oleh Heri Dwi Sulistyo yang bertugas memastikan bahwa setiap fase konstruksi berjalan sesuai standar. Ia menekankan peran penting pemantauan berkala dan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah. PLN juga bertanggung jawab mengatasi masalah teknis, seperti penyediaan trafo dan peralatan pendukung. Melalui sistem manajemen proyek digital, PLN dapat memantau kemajuan secara real time dan menyesuaikan rencana jika diperlukan. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan keterlambatan dan biaya tambahan.
Daftar Desa dan Kecamatan
Berikut daftar lengkap desa dan kecamatan yang menjadi sasaran Lisdes: Dusun Baku (Kecamatan Lambu), Dusun Mpori Lembo (Kecamatan Lambu), Dusun Jembatan Besi (Kecamatan Soromandi), So Besi Ryyando (Kecamatan Soromandi), Dusun Tambe (Kecamatan Bolo), Dusun Mamba (Kecamatan Langgudu), Sawah Karampi Barat (Kecamatan Langgudu), Tolo Karumbu (Kecamatan Langgudu), Karumbu SMA 2 (Kecamatan Langgudu), Dusun Tolotemba RT 09 (Kecamatan Madapangga), Jembatan Campa (Kecamatan Madapangga), dan Dusun Tolo Pandai (Kecamatan Woha). Setiap desa dipilih berdasarkan kebutuhan energi dan potensi pengembangan ekonomi lokal. Daftar ini juga menjadi acuan bagi pihak PLN dalam perencanaan jaringan listrik. Penempatan saluran listrik di lokasi-lokasi strategis bertujuan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat. Setiap desa kini akan mendapatkan akses listrik yang lebih stabil.
Peningkatan akses listrik di desa-desa ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru. Warga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk usaha mikro dan kerajinan tangan, meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, pelaku usaha lokal dapat membuka karyawan baru karena fasilitas listrik yang memadai. Peningkatan produktivitas ini diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Pemerintah juga mengantisipasi peningkatan daya tarik investasi di wilayah pedesaan.
Dalam bidang pendidikan, lampu listrik yang stabil memungkinkan siswa belajar di malam hari, memperpanjang jam belajar. Sementara di sektor kesehatan, tenaga medis dapat menggunakan peralatan diagnostik yang memerlukan listrik, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih baik. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan juga dapat menurunkan angka migrasi ke kota besar. Dengan demikian, program Lisdes tidak hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan bagi generasi masa depan.
Meskipun sudah ada kemajuan, proyek ini menghadapi tantangan administratif. Penyelesaian perizinan di satu lokasi masih menunda proses akhir, sementara masalah tapal batas di Dusun Tolo Pandai memerlukan koordinasi antar kelurahan. Proses hukum ini memerlukan waktu dan negosiasi yang cermat. PLN dan pemerintah daerah berusaha mempercepat penyelesaian melalui dialog terbuka dan penggunaan perjanjian hukum yang jelas. Keberhasilan mengatasi hambatan ini akan menjadi contoh bagi proyek infrastruktur lainnya di Indonesia.
Sinergi dan Langkah Selanjutnya
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi fondasi utama keberhasilan Lisdes. Keterlibatan aktif pihak pemerintah daerah dalam penyelesaian perizinan dan tapal batas memotong waktu penyelesaian proyek. PLN, di sisi lain, memastikan standar teknis dan kualitas layanan. Melalui sinergi ini, proyek Lisdes di Bima dapat menjadi model bagi daerah lain yang memiliki tantangan serupa. Rencana selanjutnya mencakup evaluasi pasca-implementasi dan pemeliharaan jaringan listrik.
Dengan 40 persen jaringan sudah selesai, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan dua lokasi terakhir dan memastikan operasional jaringan berjalan lancar. Keberhasilan program Lisdes di Bima menandai pencapaian signifikan dalam upaya pemerataan energi di Indonesia. Diharapkan, hasil ini akan memotivasi daerah lain untuk mengikuti jejak Bima, memperkuat jaringan listrik pedesaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Masyarakat kini dapat menantikan masa depan yang lebih terang dan produktif.
Sumber: Republika
Bersama LapakStore88, tetap update dengan berita terkini dan inspirasi bisnis. Ikuti kami untuk tidak ketinggalan berita menarik berikutnya.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: Lisdes, Program Listrik Desa, Bima, APBN 2026, infrastruktur kelistrikan, akses energi desa, PLN Bima
#LapakStore88




