
LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.
Bayangkan kamar yang biasanya dipasarkan Rp600 ribu per malam, tiba-tiba laku terjual Rp2 jutaโdan semua kamar penuh. Itulah kenyataan yang dialami sejumlah pengelola homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, saat Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 digelar di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober. Fenomena ini bukan sekadar cerita untung sesaat, melainkan gambaran bagaimana sebuah event balap kelas dunia bisa menggerakkan roda ekonomi warga di sekitarnya.
Lonjakan Okupansi di Tengah Musim Sepi
Bani, pemilik Mong Bungalows, mengaku peningkatan permintaan kamar mulai terasa dalam sepekan terakhir. Padahal, Oktober biasanya menjadi awal musim sepi kunjungan wisata di Lombok. Namun, kedatangan MotoGP justru membalikkan tren tersebut. "Dengan adanya Pertamina Grand Prix of Indonesia ini karena demand yang begitu banyak, jadi kita menaikkan sedikit harga dari harga pada umumnya," ujarnya. Ia mencatat lonjakan okupansi yang sangat tinggi di seluruh wilayah Kuta dan sekitarnya. Normalnya, tarif kamar di homestay miliknya berkisar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu per malam, tergantung musim. Kini, angka itu menyesuaikan dengan tingginya permintaan pasar.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Tarif Melambung, Pekerja Lokal Ikut Panen
Dampak yang lebih besar dirasakan Reddy Mardani, perwakilan Mango Room Mandalika. Ia menyebut harga kamar yang biasanya sekitar Rp600 ribu per malam melesat hingga Rp2 juta selama gelaran MotoGP. "Walaupun event-nya hanya tiga hari, kami bisa menjualnya mungkin tiga kali lipat. Kami menjual dengan harga Rp2 juta per malam dan itu laku semua," kata Dani. Menurutnya, peningkatan kunjungan tidak hanya menguntungkan pemilik akomodasi. Para pekerja lokal, pelaku kuliner, UMKM, dan penyedia jasa lainnya turut merasakan perputaran ekonomi dari event olahraga internasional tersebut.
Membangun Kapasitas Warga lewat Pelatihan
Pertamina tidak hanya mendukung ajang balapan, tetapi juga berupaya memastikan manfaatnya berkelanjutan. Bersama Universitas Mataram, Pertamina menggelar pelatihan hospitality, manajemen homestay, hingga kemampuan berbahasa Inggris bagi pengelola dan pekerja homestay. Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menuturkan, penguatan kapasitas masyarakat adalah bagian dari upaya agar event sport tourism di Mandalika memberi manfaat lebih luas. Desa Kuta dipilih karena posisinya paling dekat dengan sirkuit. "Kita melihat ada beberapa kegiatan. Yang pertama adalah kita membantu memberdayakan masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Kemudian yang kedua adalah bagaimana masyarakat di sini bisa membantu melayani wisatawan dengan baik," ujarnya.
Dari Bank Sampah hingga Energi Surya
Selain pelatihan, Pertamina mendorong pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sampah anorganik diolah menjadi produk bernilai tambah seperti kerajinan dan tas, sementara sampah organik dijadikan pupuk. Untuk mendukung pengumpulan sampah, Pertamina menyediakan sepeda motor listrik yang mendapat pasokan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 6,6 kWp di Balai Desa Kuta dan rumah baterai 20 kWh. Program ini bagian dari Desa Energi Berdikari Pertamina yang menggabungkan edukasi potensi energi, pemanfaatan energi, dan pengembangan aktivitas ekonomi berbasis energi bersih.
Harapan agar Manfaat Tak Berhenti Usai Balapan
Arya berharap program-program tersebut membuat manfaat MotoGP tetap terasa setelah balapan usai. Sebab, wisatawan tidak hanya datang saat event berlangsung, tetapi juga berkunjung ke Mandalika sepanjang tahun. "Event tahunan ini tidak setiap hari, tapi turis yang datang ke sini kan setiap hari. Artinya mereka juga bisa mengelola itu menjadi hal yang menarik. Nah, ini yang tentunya kita latih dan kita edukasi sekarang," tuturnya. Dengan begitu, warga Kuta dapat terus mengelola potensi pariwisata meski balapan telah berlalu.

Bagi Bani, pelatihan yang diberikan sangat berarti karena sebagian pengelola homestay tidak memiliki latar belakang pendidikan pariwisata. "Dengan adanya program ini, kami sebagai owner memiliki keahlian yang tersertifikasi dan juga bisa meningkatkan mutu dari homestay kami, baik pelayanan maupun tata kelola homestay yang lebih profesional," katanya. Ia pun mengapresiasi tambahan keterampilan yang dirasa sangat dibutuhkan untuk mengelola homestay secara lebih baik.
Dani menambahkan, sejak MotoGP digelar di Mandalika pada 2021, jumlah wisatawan yang datang ke Kuta terus meningkat setiap tahun, terutama wisatawan mancanegara. Kondisi ini membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. "Semua pekerja kami pekerja lokal. Dengan adanya banyak akomodasi yang tercipta di Kuta Mandalika ini, kami berterima kasih karena sudah menyediakan wadah untuk kami bekerja," ujarnya. Ia berharap gelaran balapan ini terus berlangsung setiap tahun agar dampak ekonominya tetap dirasakan.
Relevansi bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Kisah homestay di Kuta menunjukkan bagaimana event berskala internasional dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor akomodasi, kuliner, dan jasa lainnya menerima limpahan rezeki yang tidak kecil. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga agar kualitas layanan tetap terjaga dan manfaatnya merata. Pelatihan yang diberikan Pertamina dan Unram menjadi salah satu kunci untuk memastikan warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam rantai pariwisata. Jika dikelola dengan baik, momentum ini bisa menjadi fondasi bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok Tengah.
Dari sudut pandang wisatawan, peningkatan tarif kamar selama event mungkin dianggap wajar sebagai konsekuensi tingginya permintaan. Namun, bagi masyarakat lokal, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan pendapatan. Yang terpenting, semangat gotong royong dan peningkatan kapasitas harus terus dipupuk. Dengan begitu, Mandalika tidak hanya dikenal sebagai sirkuit balap, tetapi juga sebagai contoh bagaimana sport tourism bisa memberdayakan masyarakat sekitar.
Ke depan, keberlanjutan program seperti Desa Energi Berdikari dan bank sampah akan menjadi penentu. Jika warga mampu mengelola sampah dan energi secara mandiri, kawasan ini bisa menjadi percontohan wisata ramah lingkungan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan swasta, tentu diperlukan. Namun, modal utama sudah ada: kesadaran dan keterampilan yang mulai tumbuh di Desa Kuta. Tinggal bagaimana semua itu dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya tidak hanya terasa saat balapan, tetapi sepanjang tahun.
Pada akhirnya, MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar ajang adu cepat. Ia adalah cerita tentang harapan, kerja keras, dan peluang yang datang menghampiri warga desa. Ketika kamar-kamar homestay ludes dengan harga selangit, ada kebahagiaan yang menyelinap di antara hiruk-pikuk balapan. Semoga gelaran tahunan ini terus membawa berkah, tidak hanya bagi dunia otomotif, tetapi juga bagi mereka yang tinggal di sekeliling sirkuit.
Sumber: Detik Travel
Terus ikuti perkembangan berita terbaru seputar event besar dan dampaknya bagi masyarakat. Jangan sampai ketinggalan update berikutnya, pantau terus kanal resmi LapakStore88 biar kamu selalu dapat informasi hangat setiap hari.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: MotoGP Mandalika 2026, homestay Kuta Lombok, dampak ekonomi MotoGP, pariwisata Mandalika, Pertamina Grand Prix, pelatihan homestay, Desa Energi Berdikari
#LapakStore88



