Kesehatan 5 menit baca

Viral Usus 'Kulit Macan' Efek Penyalahgunaan Teh Pelangsing, Bisakah Pulih Lagi?

Usus 'Kulit Macan' Viral: Efek Samping Teh Pelangsing yang Wajib Kamu Tahu

LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.

Sebuah rekaman kolonoskopi yang diunggah seorang dokter asal India, Dr AK, di akun @docakx mendadak ramai di media sosial X. Dalam gambar itu, dinding usus besar seorang pasien tampak kehitaman dengan corak jaring-jaring yang mirip motif kulit macan. Pemandangan itulah yang membuat banyak orang bertanya-tanya: sebenarnya apa yang terjadi pada usus tersebut, dan apakah ada kaitannya dengan kebiasaan yang mungkin juga kita lakukan? Ternyata, pola menyeramkan itu bukan sekadar efek visual, melainkan jejak dari sesuatu yang cukup sering dikonsumsi banyak orang demi alasan kesehatan instan.

Kronologi dan Asal Mula Viral

Unggahan sang dokter tersebut tidak sekadar menjadi tontonan menarik. Ribuan orang, terutama mereka yang rutin mengonsumsi teh pelangsing dan suplemen pelancar buang air besar, langsung merasa cemas. Banyak dari mereka baru sadar bahwa produk yang selama ini dianggap aman ternyata bisa meninggalkan bekas serius di saluran pencernaan. Diskusi di kolom komentar pun berkembang dari sekadar rasa penasaran menjadi kekhawatiran nyata soal dampak jangka panjang. Fenomena ini lalu dijelaskan oleh para ahli di Indonesia untuk meluruskan sekaligus memberi pemahaman yang lebih utuh.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Mengenal Melanosis Coli

Konsultan Gastroenterohepatologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, FINASIM, memastikan bahwa kondisi ini punya nama medis yang jelas: melanosis coli. Istilah ini merujuk pada perubahan warna dinding usus besar yang menghitam akibat pengendapan pigmen, bukan karena penyakit ganas atau infeksi. Corak hitam-putih yang terbentuk itulah yang kemudian dijuluki 'kulit macan' karena polanya mirip dengan motif bulu hewan tersebut. Meski terdengar mengerikan, pemahaman yang benar soal kondisi ini penting agar publik tidak panik berlebihan sekaligus tidak mengabaikannya.

Pemicu Utama: Obat Pencahar Golongan Antrakuinon

Menurut dr Aru, penyebab utama melanosis coli adalah penggunaan obat pencahar dari golongan antrakuinon secara terus-menerus tanpa aturan medis. Senyawa ini ternyata banyak dijumpai pada bahan-bahan alami yang selama ini dianggap aman, seperti daun sena, lidah buaya, dan kaskara. Bahan-bahan itulah yang sering menjadi komponen utama dalam berbagai teh pelangsing dan suplemen pelancar BAB di pasaran. Karena berlabel herbal, banyak konsumen mengira produk tersebut bebas risiko, padahal kadar dan frekuensi pemakaian yang tidak terkontrol justru bisa berbalik menyerang tubuh sendiri.

Bagaimana Warna Hitam Itu Terbentuk?

Prosesnya berawal ketika bahan-bahan pencahar tadi dikonsumsi terus-menerus, sehingga memicu kerusakan pada sel-sel mukosa usus. Saat tubuh berusaha memperbaiki sel yang rusak, terjadi pengendapan pigmen yang dinamakan lipofusin di lapisan mukosa usus besar. Endapan inilah yang lantas mengubah warna dinding usus menjadi kehitaman dengan pola khas menyerupai jaring-jaring. Dr Aru menjelaskan bahwa kondisi mukosa yang terus-menerus diperbaiki dan rusak kembali akan memperkuat terbentuknya gambaran hitam-putih tersebut. Jadi, warna gelap itu sebenarnya adalah tanda bahwa usus telah bekerja keras menghadapi iritasi berulang dalam waktu lama.

Usus 'Kulit Macan' Viral: Efek Samping Teh Pelangsing yang Wajib Kamu Tahu (2)
Foto: Detik Health

Apakah Bisa Pulih Kembali?

Kabar baiknya, dr Aru menegaskan bahwa melanosis coli bersifat jinak dan tidak merusak fungsi usus secara permanen. Artinya, kondisi ini belum sampai pada tahap yang mengancam nyawa atau menghilangkan kemampuan usus untuk bekerja normal. Meski demikian, warna usus yang menghitam tidak bisa langsung kembali seperti semula dalam hitungan hari. Diperlukan kesabaran dan komitmen untuk benar-benar menghentikan konsumsi produk pencahar yang menjadi pemicunya. Tanpa langkah awal itu, proses pemulihan alami tubuh tidak akan pernah dimulai.

Berapa Lama Proses Pemulihannya?

Menurut dr Aru, pemulihan warna usus bisa memakan waktu antara enam bulan hingga satu tahun. Selama rentang waktu itu, tubuh harus sepenuhnya lepas dari obat pencahar golongan antrakuinon agar mukosa usus punya kesempatan pulih. Proses ini berjalan murni lewat mekanisme regenerasi alami tubuh, bukan melalui prosedur pembersihan khusus oleh dokter. Tidak ada cara instan untuk mempercepatnya. Karena itu, penghentian konsumsi menjadi langkah paling krusial yang harus dijalani konsisten setiap hari.

Dampak bagi Konsumen Produk Pelangsing

Viralnya kasus ini menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang terbiasa mengandalkan teh pelangsing untuk menurunkan berat badan atau melancarkan BAB. Kebiasaan yang terlihat sepele itu ternyata menyimpan risiko jangka panjang yang tidak terasa dalam waktu singkat. Banyak konsumen baru menyadari bahayanya justru setelah melihat langsung gambaran usus yang terdampak. Ke depan, kesadaran untuk membaca kandungan produk dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen pencahar menjadi semakin penting. Tanpa itu, pola konsumsi yang salah bisa terus berulang tanpa disadari.

Pandangan Para Ahli dan Warganet

Di dunia medis, penjelasan dr Aru sejalan dengan pemahaman umum para ahli bahwa melanosis coli memang berkaitan erat dengan penggunaan pencahar antrakuinon jangka panjang. Sementara di media sosial, reaksi warganet terbelah antara yang kaget, yang bersyukur akhirnya tahu, hingga yang mulai mempertanyakan klaim keamanan produk pelangsing. Perdebatan ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan seputar produk herbal masih perlu terus ditingkatkan. Semakin banyak orang paham, semakin kecil peluang mereka terjebak pada kebiasaan yang berisiko di kemudian hari.

Langkah Bijak ke Depan

Kasus usus 'kulit macan' ini pada akhirnya bukan sekadar berita viral yang cepat dilupakan. Ia menyisakan pelajaran penting bahwa tidak semua produk berlabel herbal aman dikonsumsi jangka panjang tanpa pengawasan. Penghentian dini konsumsi pencahar antrakuinon dan menggantinya dengan pola makan serta gaya hidup sehat menjadi langkah paling masuk akal. Pemulihan usus memang butuh waktu berbulan-bulan, tetapi bukan berarti mustahil. Yang terpenting, kesadaran itu harus dimulai sekarang, sebelum tubuh memberi sinyal yang jauh lebih serius di kemudian hari.

Sumber: Detik Health

Jangan lewatkan informasi kesehatan terbaru yang bisa langsung memengaruhi hidup kamu sehari-hari. Pantau terus kanal resmi LapakStore88 supaya kamu selalu jadi yang pertama tahu soal kabar penting seperti ini. Yuk, ikuti sekarang biar tidak ketinggalan update berikutnya!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: melanosis coli, usus kulit macan, teh pelangsing, bahaya teh pelangsing, obat pencahar, kesehatan usus, kolonoskopi viral, antrakuinon

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Health