Hiburan 6 menit baca

Pasha Ungu Ungkap Perdebatan Personel saat Pilih Lagu untuk Konser 30 Tahun

Ungu Habiskan 12 Kali Rapat Hanya demi Pilih 30 Lagu di Konser 30 Tahun

LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.

Dua belas kali rapat. Itu bukan angka yang biasanya muncul kalau sebuah band cuma sekadar menyusun daftar lagu buat konser. Tapi itulah yang terjadi di tubuh Ungu. Pasha, vokalis yang sudah puluhan tahun berdiri di depan panggung, mengungkap bahwa untuk konser bertajuk Final Chapter yang menandai 30 tahun perjalanan mereka, hal paling melelahkan justru bukan latihan panggung atau urusan teknis, melainkan memilih lagu mana yang layak dibawakan. Kenapa ini penting? Karena di balik 30 lagu yang akhirnya dipilih, ada ratusan memori penggemar yang harus dipadatkan dalam satu malam.

Konser itu sendiri akan digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 30 Oktober 2026. Judul lengkapnya "UNGU - Waktu Yang Dinanti: Final Chapter (30 Tahun Berkarya)". Ini bukan konser biasa, melainkan semacam penanda babak baru dalam sejarah band yang sudah melekat di telinga masyarakat Indonesia sejak era 2000-an. Bagi penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu Ungu, malam itu terasa seperti reuni besar sekaligus perpisahan dengan sesuatu yang pernah menemani masa muda mereka.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Pasha sendiri mengakui bahwa menentukan daftar lagu adalah bagian yang paling membingungkan. Bukan karena mereka tidak tahu lagu apa saja yang mereka miliki, justru sebaliknya. Mereka sangat tahu, dan itulah masalahnya. Dengan lebih dari 15 album yang sudah dirilis, setiap album punya lagu yang punya tempat khusus di hati penggemar atau yang biasa disebut Cliquers. Memilih berarti mengabaikan, dan mengabaikan lagu favorit penggemar bukan hal yang mudah.

Bayangkan saja, dari album pertama saja sudah ada sederet lagu yang sulit dilupakan. Pasha menyebut contoh seperti "Bayang Semu", "Jika Itu Yang Terbaik", dan "Laguku". Sementara dari album kedua, ada "Karena Dia Kamu", "Suara Hati", dan "Tempat Terindah". Itu baru dua album. Belum lagi puluhan lagu lain yang tersebar di belasan album berikutnya, masing-masing dengan cerita dan penggemarnya sendiri.

Ketika 45 Lagu Harus Dipangkas Jadi 30

Pasha kemudian memberikan gambaran matematis yang sederhana namun bikin geleng-geleng kepala. Kalau setiap album diwakili tiga lagu, dan Ungu punya sekitar 15 album, maka totalnya bisa mencapai 45 lagu. Sementara konser 30 tahun ini hanya menyediakan ruang untuk 30 lagu. Artinya, ada 15 lagu yang harus rela tersingkir, atau setidaknya ditunda untuk kesempatan lain. Menyaring 45 menjadi 30, kata Pasha, adalah pekerjaan yang luar biasa rumit.

Bukan cuma soal jumlah, tapi soal rasa. Setiap personel punya lagu favorit masing-masing. Pasha mengaku sempat bertahan dengan lagu-lagu yang ingin ia bawakan. Begitu pula Makki, yang punya pandangan tersendiri soal beberapa lagu. Menurut Makki, ada lagu yang menurutnya hanya berfungsi sebagai pelengkap album, bukan lagu yang harus dibawakan di panggung besar. Pernyataan itu cukup berani, karena jarang sekali personel band membuka hal seperti ini ke publik.

"Ada juga lagu-lagu yang saya pikir 'ah nggak perlu saya bawain nih', tapi ada di album Ungu," kurang lebih begitu ucapan Makki saat ditemui di kawasan FX Sudirman, Selasa (6/10/2026). Ia bahkan menyebut bahwa secara pribadi, ada lagu yang menurutnya dulu hanya pelengkap album. Pengakuan semacam ini menunjukkan bahwa di balik kesuksesan sebuah band, ada dinamika internal yang tidak selalu terlihat oleh penggemar.

Pasha juga menyebut bahwa Enda, gitaris Ungu, memiliki sikap yang mirip. Semua personel ternyata punya preferensi dan egosinya masing-masing soal lagu mana yang layak tampil. Jika semua orang bertahan pada pilihannya, konser itu bisa dipastikan tidak akan pernah terwujud. Kesadaran itulah yang akhirnya mendorong mereka untuk duduk bersama, berdebat, dan pada akhirnya mencapai kesepakatan.

Proses rapat yang berlangsung lebih dari 12 kali itu bukan hanya soal daftar lagu, tapi juga soal menghormati perjalanan panjang band. Setiap lagu yang dipilih mewakili satu titik dalam sejarah Ungu, entah itu masa kejayaan di awal 2000-an, masa transisi, atau periode ketika mereka mulai jarang muncul di layar televisi. Memilih 30 lagu berarti merangkum tiga dekade dalam satu setlist, dan itu bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu dua kali pertemuan.

Cliquers dan Memori yang Diperebutkan

Bagi Cliquers, nama penggemar Ungu, konser ini jelas bukan sekadar tontonan. Ini semacam ziarah musikal. Lagu-lagu seperti "Bayang Semu" atau "Suara Hati" bukan hanya deretan nada, tapi bagian dari cerita hidup banyak orang. Ada yang pernah patah hati sambil mendengarkan "Jika Itu Yang Terbaik", ada yang menjadikan "Laguku" sebagai lagu perkenalan dengan pasangan. Itulah kenapa keputusan soal setlist terasa begitu sensitif.

Ketika Pasha menyebut bahwa 30 lagu akan ditampilkan, termasuk konsep kolaborasi lintas generasi, itu artinya Ungu tidak hanya ingin bernostalgia. Mereka ingin menunjukkan bahwa musik mereka masih relevan dan bisa disambungkan dengan generasi baru. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi semacam jembatan antara masa lalu dan masa kini, antara penggemar lama yang sudah berkeluarga dan penggemar muda yang baru mengenal Ungu lewat platform digital.

Dari sisi industri musik, konser 30 tahun seperti ini punya arti tersendiri. Di tengah pasar musik yang cepat berubah dan selera yang mudah bergeser, bertahan selama tiga dekade adalah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh. Ungu adalah salah satu dari sedikit band Indonesia yang mampu melewati berbagai fase industri, mulai dari era kaset, CD, sampai streaming. Konser ini semacam perayaan atas ketahanan mereka di tengah gelombang perubahan.

Namun, di balik kemegahan konser, ada pula realitas bahwa setiap band yang bertahan lama pasti menghadapi gesekan internal. Perbedaan selera soal lagu, perbedaan visi soal arah musik, dan perbedaan ego adalah hal yang wajar. Yang menarik dari Ungu adalah bagaimana mereka akhirnya bisa menemukan titik temu. Pasha menyebut bahwa kesepakatan akhirnya tercapai, dan sekitar 30 lagu akan dibawakan di panggung nanti.

Yang Tidak Terlihat di Balik Panggung

Pengakuan Pasha dan Makki bahwa ada lagu yang menurut mereka cukup jadi pelengkap album adalah semacam jendela ke dalam proses kreatif sebuah band. Penggemar sering hanya melihat hasil akhir: lagu yang enak didengar, konser yang megah, dan penampilan yang rapi. Padahal, di balik itu semua, ada perdebatan panjang, ada kompromi, dan ada keputusan-keputusan sulit yang harus diambil demi kebaikan bersama.

Bagi pembaca yang mungkin bukan penggemar berat Ungu, cerita ini tetap relevan. Ini adalah contoh bagaimana sebuah tim, apa pun bidangnya, harus melalui proses yang tidak selalu mulus untuk mencapai hasil terbaik. Rapat 12 kali mungkin terdengar berlebihan, tapi itulah harga dari sebuah keputusan yang melibatkan banyak kepentingan dan banyak memori.

Yang jelas, konser Final Chapter ini akan menjadi momen penting bagi Ungu dan Cliquers. 30 lagu yang akhirnya dipilih adalah hasil dari perdebatan panjang, dan itu artinya setiap lagu yang tampil punya alasan kuat untuk ada di sana. Bagi penggemar, setlist itu bukan sekadar daftar, melainkan semacam peta perjalanan tiga dekade Ungu dalam satu malam.

Sumber: Liputan6 Showbiz

Gimana menurutmu, lagu Ungu mana yang wajib banget masuk setlist 30 tahun itu? Tulis di kolom komentar, ya! Biar nggak ketinggalan cerita seru lain dari dunia musik dan hiburan, pantengin terus update terbaru dari LapakStore88 -- banyak kejutan yang masih kami simpan buat kamu.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Ungu konser 30 tahun, Pasha Ungu, Final Chapter Ungu, daftar lagu Ungu, konser Ungu Tennis Indoor, Cliquers, Ungu 15 album, Waktu Yang Dinanti

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Showbiz