Bisnis 8 menit baca

Harga Pangan 12 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah dan Daging Sapi Masih Tinggi

Potret Pasar Gondangdia: Lonjakan Komoditas Cabai dan Bertahannya Harga Daging Sapi

LokalStore88 Senin,12 Oktober 2026.

Menembus angka seratus ribu rupiah untuk setiap kilogramnya, cabai rawit merah kembali menunjukkan tajinya sebagai salah satu komoditas paling bergejolak di pasar tradisional ibu kota. Pagi hari yang sibuk di jantung kota seringkali menyembunyikan cerita-cerita kecil tentang bagaimana dapur rumah tangga dan para pelaku usaha kuliner harus memutar otak demi menyiasati pengeluaran. Fluktuasi semacam ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari dinamika rantai pasok yang dirasakan langsung oleh setiap orang yang menginjakkan kaki di lantai pasar. Kenaikan harga barang kebutuhan pokok selalu membawa dampak berantai yang memaksa semua pihak untuk bersikap lebih cermat dalam mengelola keuangan sehari-hari.

Aktivitas jual beli di kawasan Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, pada awal pekan ini menyajikan pemandangan yang cukup kontras di antara berbagai jenis komoditas dagangan. Sejumlah pedagang tampak sibuk melayani pembeli sambil sesekali menjelaskan alasan di balik mahalnya beberapa jenis bahan dapur yang dijajakan di lapak mereka. Suasana pagi itu menjadi saksi bisu bagaimana dinamika ekonomi skala mikro berputar di antara deretan meja kayu dan timbangan tua yang setia mengukur beban setiap transaksi. Masyarakat yang datang tentu berharap bisa membawa pulang bahan makanan dengan harga wajar, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara lain.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Menelusuri lorong-lorong pasar tradisional terbesar di kawasan tersebut memperlihatkan betapa bervariasinya pergerakan harga yang terjadi pada hari Senin ini. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, komoditas cabai secara keseluruhan mendominasi daftar bahan pangan yang mengalami lonjakan paling signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Para pedagang sayuran di sana harus menjelaskan kepada para pelanggan setianya mengapa harga bumbu dapur utama ini kian sulit dijangkau. Situasi ini tentu menuntut penyesuaian dari para pembeli yang harus rela mengurangi volume pembelian demi mencukupi kebutuhan dapur mereka.

Dinamika Harga Aneka Jenis Cabai dan Sayuran

Komoditas cabai rawit merah yang kini dibanderol seharga seratus ribu rupiah per kilogram menjadi sorotan utama dalam daftar belanjaan warga di Pasar Gondangdia. Angka tersebut tentu terasa cukup memberatkan bagi sebagian besar konsumen rumah tangga maupun para pedagang makanan skala kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan ini. Bukan hanya jenis rawit merah saja yang mengalami lonjakan harga yang cukup drastis di tingkat pedagang eceran. Jenis cabai lain seperti rawit hijau dan cabai merah keriting juga ikut merangkak naik dan dijual dengan kisaran harga yang membuat siapa saja harus berpikir dua kali sebelum memborongnya.

Di tengah kepungan harga cabai yang serba mahal, para pedagang mencatat bahwa cabai rawit hijau kini dilepas ke pasaran dengan harga enam puluh lima ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, bagi para pencinta hidangan pedas yang memerlukan cabai merah keriting, mereka harus merogoh kocek hingga delapan puluh ribu rupiah untuk setiap kilogramnya. Lonjakan harga yang terjadi secara bersamaan pada berbagai varian cabai ini mengindikasikan adanya tekanan pasokan dari daerah pertanian utama yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi cuaca serta hambatan distribusi kerap menjadi faktor penentu yang membuat harga komoditas holtikultura ini sulit ditekan dalam waktu singkat.

Potret Pasar Gondangdia: Lonjakan Komoditas Cabai dan Bertahannya Harga Daging Sapi (2)
Foto: Liputan6 Bisnis

Kendati demikian, tidak semua bumbu dapur mengalami nasib serupa di meja para pedagang sayuran tradisional tersebut pada hari yang sama. Komoditas bawang merah dan bawang putih justru terpantau masih berada pada kisaran harga yang relatif stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan berarti. Para pedagang mengonfirmasi bahwa pasokan bawang saat ini masih mencukupi kebutuhan pasar sehingga harganya tidak bergejolak seperti halnya cabai. Stabilitas harga bawang tentu menjadi sedikit angin segar bagi para ibu rumah tangga yang tetap harus memasak setiap hari di tengah gelombang kenaikan harga bahan pokok lainnya.

Selain cabai, komoditas sayuran hijau dan pendukung masakan lainnya juga turut menyumbang dinamika tersendiri di pasar tradisional ini. Buah tomat, misalnya, mengalami pergerakan harga yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya yang sempat berada di angka yang lebih ramah di kantong. Saat ini, para pedagang menjual tomat dengan harga dua puluh dua ribu rupiah per kilogram, naik dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran delapan belas ribu rupiah. Kenaikan harga tomat ini menambah daftar panjang sayuran dapur yang mengalami penyesuaian tarif akibat berbagai faktor penunjang produksi di tingkat petani.

Komoditas labu siam juga tidak luput dari tren kenaikan harga yang dirasakan langsung oleh para pedagang eceran di Pasar Gondangdia. Dengan banderol harga mencapai lima belas ribu rupiah per kilogram untuk ukuran yang relatif kecil, sebagian pedagang justru memilih untuk tidak menyediakannya di lapak mereka. Keengganan ini muncul bukan tanpa alasan yang jelas dari para pelaku usaha kecil di pasar tradisional tersebut. Mereka khawatir modal usaha yang dikeluarkan tidak akan kembali karena daya beli konsumen terhadap sayuran jenis ini sedang mengalami penurunan yang cukup drastis.

Sektor Protein Hewani dan Stabilitas Telur

Bergeser dari lapak sayur-mayur menuju area penjualan produk protein hewani, situasi harga yang terjadi tidak kalah menarik untuk dicermati secara mendalam. Komoditas daging sapi, yang menjadi salah satu sumber protein penting bagi masyarakat, ternyata masih kokoh berada di level harga yang tinggi sejak beberapa bulan terakhir. Para penjual daging di pasar tersebut melaporkan bahwa harga komoditas andalan ini belum menunjukkan adanya pergerakan turun yang berarti bagi konsumen. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan memicu perubahan pola konsumsi di tengah masyarakat secara perlahan tapi pasti.

Imron, salah seorang penjual daging sapi di pasar tersebut, memaparkan bahwa harga daging saat ini masih menetap di angka seratus lima puluh ribu rupiah per kilogram. Tingginya harga jual ini secara langsung berdampak pada penurunan jumlah pembeli yang datang ke kiosnya setiap hari. Tidak hanya jumlah kunjungan konsumen yang berkurang, kuantitas atau berat daging yang dibeli oleh setiap pelanggan juga mengalami penyusutan yang cukup drastis. Jika sebelumnya seorang pembeli mampu memboyong hingga dua kilogram daging untuk keperluan rumah tangga atau usahanya, kini mereka mayoritas hanya membeli setengah kilogram saja.

Potret Pasar Gondangdia: Lonjakan Komoditas Cabai dan Bertahannya Harga Daging Sapi (3)
Foto: Liputan6 Bisnis

Menghadapi situasi pasar yang lesu akibat harga tinggi, para pedagang daging sapi terpaksa harus mengubah strategi pengadaan stok barang dagangan mereka. Imron mengaku bahwa kini dirinya hanya memasok stok daging sesuai dengan jumlah pesanan yang pasti dari para pelanggannya saja. Langkah kehati-hatian ini diambil guna menghindari kerugian akibat sisa daging yang tidak terjual di tengah daya beli masyarakat yang sedang melemah. Lebih lanjut, ia juga memperkirakan bahwa harga daging sapi ini kecil kemungkinan akan turun dalam waktu dekat, bahkan tidak menutup kemungkinan bakal merangkak naik kembali.

Di sisi lain, kabar yang sedikit lebih menenangkan datang dari sudut penjualan telur ayam dan berbagai macam bahan kebutuhan sembako lainnya. Komoditas telur ayam ras terpantau sudah kembali berada dalam posisi harga yang stabil setelah sempat melewati masa-masa fluktuasi pada periode sebelumnya. Para pedagang di pasar tersebut menjual telur ayam dengan harga sekitar dua puluh enam ribu rupiah per kilogram kepada para pembeli. Stabilitas harga telur ini tentu memberikan sedikit ruang bernapas bagi masyarakat yang mengandalkan sumber protein ekonomis tersebut untuk konsumsi harian keluarga.

Muhammad, seorang pedagang telur dan sembako di pasar yang sama, menjelaskan bahwa kestabilan harga ini baru saja tercapai setelah melalui serangkaian penyesuaian pasar. Ketersediaan stok dari tingkat distributor yang mulai lancar menjadi salah satu kunci utama mengapa harga telur tidak ikut melonjak naik seperti halnya komoditas cabai. Peran telur ayam yang sangat vital bagi masyarakat membuat kestabilan harganya menjadi sangat krusial untuk dijaga demi meredam gejolak inflasi di tingkat konsumen bawah. Para pembeli pun tampak menyambut baik kondisi harga telur yang relatif bersahabat di tengah lonjakan harga pada berbagai kebutuhan dapur lainnya.

Secara keseluruhan, dinamika harga pangan di Pasar Gondangdia pada pekan kedua bulan Oktober ini menggambarkan kompleksitas tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat urban. Perbedaan tren harga antara komoditas yang melambung tinggi seperti cabai dan daging sapi dengan komoditas yang stabil seperti bawang dan telur menunjukkan mekanisme pasar yang terus berjalan. Setiap pihak, mulai dari petani, pedagang pasar, hingga konsumen akhir, harus terus beradaptasi dengan situasi yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Kesadaran akan kondisi pasar semacam ini menjadi bekal penting bagi siapa saja yang ingin tetap bijak dalam mengelola keuangan keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pemantauan harga secara berkala seperti yang terlihat di pasar-pasar tradisional tidak hanya bermanfaat bagi para pelaku perdagangan secara langsung. Informasi akurat mengenai naik turunnya harga bahan pokok juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi yang tepat sasaran. Harapan besar tentu ditarik pada pemulihan rantai pasok dari daerah-daerah sentra produksi agar beban masyarakat dapat segera berkurang. Dengan demikian, stabilitas harga pangan di masa mendatang dapat tercapai secara merata demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat luas di berbagai penjuru negeri.

Sumber: Liputan6 Bisnis

Pastikan Anda selalu memantau perkembangan harga kebutuhan pokok harian agar pengelolaan anggaran belanja rumah tangga tetap terjaga dengan baik. Ikuti terus pembaruan informasi terkini dan terpercaya dari LapakStore88 agar tidak ketinggalan berbagai ulasan menarik lainnya.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: harga pangan, pasar gondangdia, cabai rawit merah, harga daging sapi, sembako jakarta, harga cabai terbaru, inflasi pangan

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bisnis