:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371515/original/052848500_1791792840-WhatsApp_Image_2026-10-12_at_14.31.59.jpeg)
LokalStore88 Senin,12 Oktober 2026.
Angka depresiasi yang menembus lebih dari separuh harga awal kini mewarnai bursa kendaraan setrum seken di Tanah Air sepanjang bulan Oktober 2026. Fenomena menarik ini terekam jelas dari berbagai platform jual beli daring yang memajang sederet merek populer dengan potongan harga yang cukup drastis. Bagi sebagian pencari kendaraan ramah lingkungan, situasi ini membuka peluang emas untuk memboyong unit impian dengan modal jauh lebih ringan. Namun di sisi lain, penurunan nilai jual yang cukup tajam ini juga mengundang tanda tanya besar mengenai stabilitas investasi jangka panjang dari teknologi elektrifikasi tersebut.
Dinamika pasar mobil listrik bekas memang menunjukkan variasi yang amat luas berdasarkan pantauan data per 12 Oktober 2026. Sejumlah model kendaraan tanpa emisi mengalami koreksi harga yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan banderol saat pertama kali keluar dari diler resmi. Perbedaan angka penyusutan ini tidak hanya dipengaruhi oleh tahun pembuatan saja, tetapi juga reputasi merek serta respons pasar terhadap teknologi yang diusungnya. Situasi kompetitif di segmen kendaraan elektrifikasi memaksa para penjual menyesuaikan ekspektasi harga agar unit mereka lekas berpindah tangan.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Catatan Penurunan Tertajam pada Model Tertentu
Model kendaraan mungil besutan pabrikan Tiongkok mencatat rekor depresiasi paling ekstrem dalam daftar bursa kendaraan seken periode ini. Wuling Air EV Lite varian jarak tempuh 300 kilometer keluaran tahun 2024 dilaporkan mengalami penyusutan nilai hingga menyentuh angka sekitar 61 persen dari harga barunya kini. Unit tersebut banyak dijajakan pada kisaran harga tengah sembilan puluh sembilan juta rupiah, sangat kontras dengan banderol pabrikan saat ini. Meskipun demikian, angka perbandingan ini memerlukan ketelitian lebih karena harga baru kendaraan tersebut sempat mengalami penyesuaian sejak pertama kali meluncur ke pasaran.
Sementara itu, segmen kendaraan menengah ke atas juga tidak luput dari gelombang koreksi harga yang cukup masif di pasaran. Varian populer asal Korea Selatan, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range tahun pembuatan 2022, terpantau mengalami penurunan nilai hingga sekitar 57 persen. Menyusul di belakangnya, model keluaran tahun 2023 untuk varian serupa ditawarkan pada angka tengah empat ratus lima belas juta rupiah. Angka tersebut mencerminkan selisih sekitar 55 persen lebih murah daripada harga pembelian awal ketika unit baru keluar dari diler resmi di ibu kota.
Model yang Mampu Mempertahankan Nilai Jual
Di tengah tren penurunan yang mendominasi, beberapa model justru memperlihatkan ketahanan nilai yang jauh lebih baik di pasaran. BYD Atto 1 keluaran tahun 2025 menjadi salah satu contoh kendaraan yang mampu mempertahankan harga jualnya secara relatif stabil. Varian Dynamic Standard Range tercatat hanya mengalami koreksi sekitar 12 persen dari harga barunya, sementara tipe Premium Long Range turun sekitar 14 persen. Konsistensi harga ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap lini produk tertentu masih cukup kuat di tengah gempuran persaingan pasar kendaraan bekas.
Kondisi serupa juga tampak pada lini kendaraan keluarga berkapasitas besar seperti BYD M6 yang menunjukkan depresiasi dalam kategori moderat. Varian tertinggi dengan konfigurasi kursi kapten buatan tahun 2025 hanya mengalami penyusutan sekitar 22 persen dari harga awal di diler. Fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan keluarga membuat model jenis ini tetap diminati oleh para pencari kendaraan seken yang mengutamakan kenyamanan kabin. Walaupun demikian, model lain dari pabrikan yang sama seperti lini sedan premium tetap mengalami koreksi harga hingga menyentuh kisaran hampir separuh dari nilai aslinya.
Perbandingan dengan Kendaraan Bermesin Konvensional
Analisis mendalam terhadap tren pasar memperlihatkan bahwa depresiasi kendaraan setrum ternyata jauh lebih cepat dibandingkan mobil konvensional bermesin bensin. Berdasarkan data historis, rata-rata penurunan harga mobil listrik usia dua tahun bisa mencapai 57 persen, sedangkan mobil berbahan bakar minyak hanya terkoreksi sekitar 33 persen. Tren serupa terus berlanjut untuk unit keluaran tahun berikutnya dengan selisih persentase yang tetap konsisten mengungguli besaran depresiasi mobil konvensional. Faktor kecepatan perkembangan teknologi baterai sering kali dituding sebagai penyebab utama mengapa nilai jual kembali kendaraan listrik cenderung merosot lebih tajam.
Kendati demikian, selisih tingkat penurunan tersebut perlahan mulai menyempit pada unit-unit dengan tahun produksi yang lebih muda dan segar. Untuk kendaraan keluaran tahun 2025, rata-rata penyusutan harga mobil listrik tercatat berada di angka 28 persen berbanding 21 persen milik mobil bensin. Menariknya lagi, jika anomali harga dari model kendaraan mungil tertentu dikeluarkan dari perhitungan, angka depresiasi mobil listrik tahun 2025 bisa menyusut drastis ke kisaran 19 persen. Angka tersebut praktis membuat tingkat penyusutan nilai kendaraan listrik kini sudah hampir setara dengan kendaraan konvensional konvensional.
Panduan dan Pertimbangan Penting bagi Calon Pembeli
Melihat harga penawaran yang kian menggiurkan di berbagai platform daring tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, para calon pembeli sangat disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya berpatokan pada murahnya banderol yang tertera di layar gawai. Aspek teknis paling vital seperti kesehatan sel-sel baterai utama harus menjadi prioritas utama pemeriksaan sebelum proses transaksi dilanjutkan. Mengingat komponen penyimpan daya tersebut memegang porsi biaya penggantian paling besar, memastikan sisa masa garansi resmi pabrikan adalah langkah pengamanan yang sangat bijak.
Selain kondisi teknis komponen penggerak, kelengkapan dokumen kepemilikan kendaraan juga wajib diverifikasi secara teliti oleh calon pembeli. Pastikan lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, serta faktur pembelian benar-benar sesuai dengan fisik unit di lapangan. Perlu diingat pula bahwa angka-angka yang tercantum pada situs jual beli masih sebatas harga penawaran awal dari para penjual perseorangan maupun diler. Nilai transaksi akhir bisa saja mengalami penyesuaian lebih lanjut bergantung pada jarak tempuh odometer, riwayat perawatan berkala, serta lokasi fisik kendaraan tersebut berada.
Sumber: Liputan6 Otomotif
Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan informasi menarik seputar dunia otomotif dan tips berkendara lainnya. Segera bergabung dengan komunitas kami agar kamu tidak pernah ketinggalan update berita terkini setiap hari.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: mobil listrik bekas, harga ev seken, hyundai ioniq 5 bekas, wuling air ev bekas, byd bekas, depresiasi mobil listrik, pasar otomotif 2026
#LapakStore88

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371318/original/095868300_1791783389-Press_Photo_-_Kegiatan_Shell_Advance_bersama_Marc_M__rquez_di_Lombok_-_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368437/original/053900100_1791434528-chery-suv-rear-axle-broken-off-aeon-tebrau-large-1-1500x886.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371739/original/063644200_1791802552-IMG-20261012-WA0010.jpg)