
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Skor akhir 3-0 di papan skor biasanya membuat ruang ganti dipenuhi sorak dan tawa. Namun, pelatih PSS Sleman Pieter Huistra justru memilih sikap berbeda setelah timnya membungkam PSM Makassar pada pekan BRI Super League 2026/2027. Kemenangan perdana itu diakuinya sebagai modal berharga, sekaligus pengingat bahwa masih ada ruang untuk dibenahi. Bagi Huistra, tiga poin bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk menuntut standar yang lebih tinggi dari para pemainnya.
Sikap itu bukan tanpa alasan. Dalam perjalanan sebuah kompetisi panjang, satu kemenangan memang melegakan, tapi bisa cepat menguap kalau tidak dirawat dengan perbaikan berkelanjutan. Huistra menyadari betul bahwa lawan-lawan berikutnya akan membaca permainan PSS dan menyiapkan rencana khusus. Karena itu, ia menegaskan evaluasi bukan bentuk ketidakpuasan, melainkan cara menjaga konsistensi dan menghindari jebakan puas diri setelah hasil bagus.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Kemenangan yang Tetap Menyisakan Pekerjaan Rumah
Dilansir dari laman resmi klub, Huistra menuturkan bahwa tim pelatih selalu mencari celah yang masih bisa ditingkatkan. Pernyataan itu disampaikannya dengan nada tenang, khas seorang juru taktik yang lebih melihat proses ketimbang sekadar papan skor. Baginya, yang terpenting dari laga melawan PSM adalah bagaimana PSS mampu tampil sebagai satu kesatuan, bukan kumpulan individu yang bermain sendiri-sendiri. Prinsip itu menjadi fondasi yang ingin ia rawat sepanjang musim.
Pemain, menurut Huistra, juga dituntut memahami tugas masing-masing secara teknis. Ketika kesadaran taktis itu tumbuh, kepercayaan diri pun ikut naik seiring berjalannya pertandingan. Ia menilai aspek mental tersebut sangat krusial, terutama saat tim menghadapi tekanan di pengujung laga atau ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Kombinasi pemahaman taktik dan mental yang kokoh inilah yang ia harap menjadi ciri permainan PSS di setiap pertandingan.
Kemenangan atas PSM Makassar sendiri lahir dari penampilan yang cukup efektif. Hiromu Tanaka menjadi bintang lewat dua golnya, satu pada menit ke-34 dan satu lagi di menit ke-85. Sementara itu, Matheus Fornazari melengkapi pesta gol pada masa tambahan waktu babak kedua. Distribusi gol yang tersebar di sepanjang pertandingan menunjukkan PSS tidak hanya mengandalkan satu pemain, melainkan punya beberapa opsi untuk membongkar pertahanan lawan.
Bagi Huistra, hasil tersebut menjadi dorongan psikologis yang penting bagi skuadnya. Kemenangan perdana selalu punya efek berbeda, karena mampu mengangkat rasa percaya diri seluruh tim, dari pemain inti hingga mereka yang duduk di bangku cadangan. Efek itu diharapkan menular ke pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama saat PSS harus menghadapi lawan-lawan berat di kompetisi BRI Super League musim ini.
Kerja Keras Tiga Pekan dan Fondasi yang Dibangun
Di balik hasil tersebut, ada proses latihan yang tidak sebentar. Huistra mengungkapkan bahwa selama tiga minggu terakhir para pemain berlatih keras, dengan jeda istirahat yang diatur sedemikian rupa sebelum kembali bekerja pada intensitas tinggi. Pola itu menunjukkan pendekatan yang seimbang antara mengasah fisik, taktik, dan pemulihan. Menurutnya, kerja keras hampir selalu membuahkan hasil, asalkan dijalankan dengan arah yang jelas.
Pernyataan itu juga memberi gambaran tentang bagaimana Huistra membangun budaya tim. Ia tidak hanya menuntut hasil, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja yang konsisten di sesi latihan. Ada masa ketika tim dibiarkan bernapas, lalu ditarik kembali ke ritme tinggi. Pendekatan semacam ini lazim dipakai pelatih untuk menjaga kebugaran sekaligus ketajaman mental pemain selama kompetisi yang panjang dan melelahkan.
Dari sisi taktik, keinginan Huistra agar tim bermain sebagai satu kesatuan tercermin dalam cara PSS menyerang dan bertahan. Gol-gol yang lahir tidak lepas dari kerja sama antarlini, bukan semata aksi individu. Ketika pemain saling memahami pergerakan rekan, ruang-ruang terbuka lebih mudah dimanfaatkan. Inilah yang membuat performa PSS terlihat lebih matang meski musim masih berjalan relatif awal.
Evaluasi yang diminta Huistra pun bukan sekadar formalitas. Ia menyoroti detail-detail teknis yang mungkin luput dari pandangan penonton, seperti penempatan posisi saat kehilangan bola atau keputusan mengambil risiko di area berbahaya. Bagi pelatih asal Belanda itu, kemampuan membaca situasi menjadi pembeda antara tim yang hanya menang sekali dan tim yang mampu bersaing di papan atas sepanjang musim.
Ujian Sebenarnya Menanti di Markas Persebaya
Pekan kelima akan menjadi pembuktian nyata. PSS Sleman dijadwalkan bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10). Bertamu ke kandang tim dengan pendukung fanatik selalu menjadi ujian tersendiri, baik dari sisi mental maupun taktik. Atmosfer stadion yang penuh tekanan menuntut pemain tetap tenang dan disiplin menjalankan instruksi pelatih.
Bagi PSS, laga itu adalah kesempatan melanjutkan tren positif sekaligus mengukur seberapa jauh perkembangan mereka. Menang di kandang sendiri satu hal, tetapi meraih hasil baik di markas lawan adalah ukuran lain yang sering dijadikan patokan kekuatan sebuah tim. Huistra tentu ingin membawa pulang sesuatu dari Surabaya, tanpa mengorbankan prinsip permainan yang sedang ia bangun.
Menghadapi Persebaya, PSS kemungkinan akan menghadapi tekanan sejak menit awal. Tuan rumah biasanya tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri, memaksa lawan lebih banyak bertahan dan bekerja keras di lini tengah. Di sinilah kesadaran taktis yang disebut Huistra akan benar-benar diuji, terutama dalam menjaga bentuk tim dan memanfaatkan momen untuk melakukan serangan balik yang efektif.
Kebugaran pemain juga menjadi faktor penting. Jadwal kompetisi yang padat membuat rotasi dan manajemen beban kerja tak bisa diabaikan. Huistra sudah menyebut soal pentingnya istirahat di sela latihan intensitas tinggi, dan pendekatan itu kemungkinan kembali diterapkan menjelang lawatan ke markas Persebaya. Keseimbangan antara menjaga ketajaman dan mencegah kelelahan menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dengan cermat.
Dampak bagi PSS dan Persaingan di BRI Super League
Kemenangan perdana dan sikap kritis sang pelatih memberi sinyal bahwa PSS Sleman tidak ingin sekadar menjadi peserta pelengkap. Mereka membidik posisi yang lebih kompetitif di BRI Super League musim ini. Ketika pelatih tetap menuntut evaluasi meski tim menang besar, pesan yang sampai ke pemain jelas: standar sudah dinaikkan, dan tidak ada ruang untuk berpuas diri.
Untuk para pendukung, sikap itu bisa jadi kabar menggembirakan. Banyak tim terjebak euforia setelah kemenangan besar, lalu kehilangan fokus di laga berikutnya. Dengan tetap membicarakan evaluasi, PSS menunjukkan kesadaran akan bahaya tersebut. Pendekatan semacam ini biasanya diterima baik oleh suporter, karena mereka ingin melihat timnya tumbuh, bukan hanya menang sesekali lalu kembali terpuruk.
Di sisi lain, lawan-lawan PSS kini punya alasan untuk lebih waspada. Performa yang solid sebagai satu kesatuan membuat PSS sulit ditebak, terutama karena ancaman gol bisa datang dari beberapa pemain, seperti ditunjukkan Hiromu Tanaka dan Matheus Fornazari. Kalau konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin PSS menjadi salah satu tim yang diperhitungkan dalam perebutan posisi papan atas.
Persaingan di BRI Super League memang panjang dan berliku. Setiap pekan membawa cerita baru, dan tim yang paling siap secara mental serta taktik biasanya bertahan di jalur positif. Huistra tampaknya memahami itu betul. Baginya, kemenangan atas PSM Makassar adalah bahan bakar, bukan pelabuhan terakhir. Kejelian dalam mengevaluasi menjadi kunci agar PSS tidak kehilangan momentum.
Langkah Selanjutnya dan Harapan ke Depan
Menatap laga kontra Persebaya, PSS berada dalam posisi yang cukup baik. Modal kepercayaan diri sudah dikantongi, pengalaman bermain sebagai satu kesatuan mulai terbentuk, dan kerja keras di latihan memberi fondasi fisik yang dibutuhkan. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan semua itu menjadi penampilan stabil saat bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah yang tidak segan memberikan tekanan.
Huistra sendiri tampaknya tidak ingin berjanji muluk. Ia lebih memilih berbicara tentang proses, tentang memperbaiki hal-hal kecil yang bisa membuat tim lebih baik. Gaya kepemimpinan seperti itu biasanya menular ke pemain, membuat mereka lebih fokus pada detail ketimbang terbawa sorotan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa menjadi pondasi yang kuat untuk menghadapi pasang surut kompetisi.
Bagi pembaca dan penggemar sepak bola Tanah Air, kisah PSS Sleman ini menjadi pengingat bahwa kemenangan bukan tujuan akhir. Justru setelah menang, kerja menilai diri dan menyiapkan langkah berikutnya menjadi semakin penting. Sikap Huistra menunjukkan bahwa sepak bola modern menuntut keseimbangan antara hasil, proses, dan mentalitas. Ketiganya harus berjalan seiring agar sebuah tim bisa bertahan di jalur juara.
Yang jelas, perjalanan PSS Sleepan di BRI Super League musim ini masih panjang. Masih banyak laga yang menanti, dan setiap pertandingan akan membawa pelajaran baru. Kalau semangat evaluasi yang ditunjukkan Huistra bisa dijaga konsisten, bukan mustahil PSS menjadi salah satu tim yang paling menarik untuk diikuti musim ini, baik bagi para pendukung setia maupun penikmat sepak bola Indonesia secara umum.
Sumber: Antara News
Jangan lewatkan gelombang berita sepak bola Indonesia lainnya yang tak kalah seru. Pantau terus update terkini dari LapakStore88 supaya Anda selalu jadi yang pertama tahu hasil pertandingan, analisis, dan kabar tim favorit Anda. Gabung bersama kami dan biarkan setiap perkembangan kompetisi sampai ke layar Anda tanpa tertinggal sedikit pun.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: PSS Sleman, Pieter Huistra, BRI Super League, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Hiromu Tanaka, Matheus Fornazari, sepak bola Indonesia
#LapakStore88

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345766/original/085264500_1789091253-AP26253755677146-Carrick.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371120/original/028421500_1791764663-carrick.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333467/original/004793400_1787778963-000_C6KX2G4-Mbappe.jpg)