:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369553/original/039087400_1791528712-kevin-laminto-LL1vA5sUs6g-unsplash.jpg)
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Bayangkan satu orang yang sama membeli vitamin penjaga stamina, pelembap untuk kulit kering, dan sampo khusus kulit kepala dalam sekali belanja. Pemandangan seperti itu makin sering muncul di Indonesia, dan Guardian Indonesia membacanya sebagai pergeseran besar dalam cara konsumen memandang kesehatan sekaligus kecantikan. Bagi pembaca, perubahan ini bukan sekadar obrolan tren yang lewat di linimasa: ia menentukan produk apa yang layak masuk keranjang, berapa anggaran yang disiapkan, dan bagaimana kebiasaan harian dijalani. Wellness hari ini tidak lagi identik dengan olahraga atau diet ketat, melainkan menyentuh hampir semua sudut perawatan diri.
Kesimpulan itu bukan ditarik tiba-tiba. Dalam jumpa pers di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026, Managing Director Health and Beauty Guardian Indonesia, Bhavin Patel, memaparkan bahwa setiap orang punya prioritas berbeda saat memenuhi kebutuhan wellness. Cakupannya luas, sehingga seorang konsumen bisa memiliki beberapa kebutuhan sekaligus, bergantung pada kondisi dan gaya hidup masing-masing. Artinya, tidak ada satu formula tunggal yang berlaku untuk semua orang. Pemahaman inilah yang kemudian menjadi pijakan Guardian Indonesia dalam membaca perilaku belanja masyarakat.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Definisi wellness yang dipakai pun jauh lebih lebar dari sekadar kebugaran fisik. Menurut Bhavin, wellness mencakup aspek emosional, personal, mental, dan fisik, termasuk perawatan kulit serta upaya menjaga kesehatan dari dalam. Dengan rentang sebesar itu, rutinitas seseorang bisa memuat banyak hal sekaligus: mengelola suasana hati, menjaga kebersihan diri, merawat kulit, hingga memastikan asupan gizi cukup. Batas antara produk kesehatan dan produk kecantikan jadi terasa makin tipis. Konsumen pun bergerak lebih cair di antara rak suplemen dan rak skincare.
Pandangan yang Berubah, Keranjang yang Berubah
Pergeseran cara pandang terhadap wellness langsung berdampak pada pilihan produk. Konsumen kini tidak berhenti pada fungsi dasar sebuah produk, tetapi juga menimbang manfaatnya dalam menopang rutinitas harian dan menjawab kebutuhan perawatan yang lebih spesifik. Sebuah pelembap, misalnya, dinilai bukan hanya dari kemampuannya melembapkan, tapi juga seberapa nyaman dipakai setiap hari. Begitu pula suplemen, yang dilihat dari kesesuaiannya dengan jadwal dan aktivitas pemakainya. Alhasil, keputusan membeli menjadi lebih personal dan lebih banyak pertimbangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369553/original/039087400_1791528712-kevin-laminto-LL1vA5sUs6g-unsplash.jpg)
Pada perawatan kulit, keragaman kebutuhan itu paling kentara. Sebagian konsumen menaruh perhatian utama pada upaya menjaga kelembapan dan kesehatan kulit. Sebagian lain justru mencari produk untuk membantu mengatasi jerawat, kulit kusam, atau tanda-tanda penuaan. Perbedaan tujuan ini membuat satu jenis produk belum tentu cocok untuk semua orang. Karena itu, mengenali kondisi kulit sendiri menjadi langkah awal yang sulit dilewatkan sebelum memilih.
Keragaman tersebut menjadi pertimbangan penting bagi industri kesehatan dan kecantikan. Pemilihan produk makin erat kaitannya dengan kondisi kulit, tujuan perawatan, serta manfaat yang ingin diperoleh dalam keseharian. Bagi pelaku usaha, ini berarti menyediakan pilihan yang cukup luas sekaligus informasi yang jelas. Bagi konsumen, ini berarti keleluasaan lebih besar untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pribadi. Dua sisi itu bertemu di satu titik: pemahaman yang baik tentang siapa yang dilayani.
Menjaga Energi dari Dalam
Kesehatan internal menjadi salah satu pilar rutinitas wellness yang tidak bisa diabaikan. Perhatian pada aspek ini muncul terutama untuk mendukung kondisi tubuh di tengah aktivitas sehari-hari. Kebutuhannya mencakup asupan nutrisi, vitamin, stamina, hingga kualitas tidur. Ketika salah satu bagian itu terganggu, dampaknya terasa pada produktivitas dan suasana hati. Tidak heran bila konsumen mulai memasukkan produk kesehatan internal ke dalam daftar belanja rutin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369554/original/075260600_1791528713-daily-nouri-D37STEwmyqY-unsplash.jpg)
Bhavin secara khusus menyoroti mahasiswa dan generasi Z yang mulai memasuki dunia profesional. Pada masa transisi itu, jadwal berubah dan tuntutan aktivitas meningkat. Keduanya membuat kebutuhan menjaga energi serta kesehatan tubuh jadi semakin relevan. Kelompok ini juga terbiasa mencari informasi sebelum membeli, sehingga cenderung lebih selektif. Bagi industri, mereka adalah segmen yang perlu dipahami dengan pendekatan berbeda dari generasi sebelumnya.
Konsumen dapat memilih produk kesehatan internal sesuai kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Vitamin dan suplemen nutrisi, misalnya, menjadi pilihan untuk melengkapi asupan gizi ketika kebutuhan tertentu belum terpenuhi lewat makanan sehari-hari. Posisinya adalah pelengkap, bukan pengganti pola makan yang seimbang. Karena itu, penting untuk mengenali dulu apa yang sebenarnya kurang, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai. Dengan begitu, pembelian lebih terarah dan tidak sekadar ikut-ikutan.
Sebelum mengonsumsi produk kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperiksa. Konsumen dianjurkan mencermati komposisi, mengikuti aturan pakai, dan mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing. Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga dapat membantu menentukan produk yang sesuai, terutama bagi individu yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat. Langkah sederhana ini mengurangi risiko yang tidak perlu. Informasi dari sumber terpercaya jauh lebih berharga daripada klaim yang beredar tanpa dasar.
Merawat Diri, dari Kulit sampai Rambut
Perawatan kulit, kosmetik, dan personal care adalah bagian dari rutinitas merawat diri dengan fungsi yang beragam. Setiap kategori memenuhi kebutuhan berbeda, mulai dari menjaga kesehatan kulit hingga menunjang penampilan dan kebersihan tubuh. Karena fungsinya berbeda, ketiganya tidak bisa saling menggantikan begitu saja. Memahami peran masing-masing membantu konsumen menyusun rutinitas yang masuk akal dan tidak berlebihan. Rutinitas yang rapi biasanya bertahan lebih lama daripada yang dipenuhi banyak produk sekaligus.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369555/original/092141600_1791528714-jazmin-quaynor-FoeIOgztCXo-unsplash.jpg)
Produk skincare dipakai untuk membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit. Pilihan produknya bisa disesuaikan dengan kondisi kulit serta tujuan perawatan masing-masing orang. Sementara itu, kosmetik membantu menunjang penampilan melalui berbagai produk riasan, seperti alas bedak, lipstik, dan produk untuk mempertegas fitur wajah. Pemilihan kosmetik biasanya mengikuti preferensi gaya dan kebutuhan aktivitas sehari-hari. Perawatan rambut dan kulit kepala juga masuk dalam rutinitas personal care, bersama sabun mandi dan deodoran yang mendukung kebersihan tubuh harian.
Informasi produk menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen saat memilih produk kesehatan dan kecantikan. Keterangan mengenai kandungan, manfaat, serta petunjuk penggunaan membantu konsumen memahami fungsi produk sebelum membeli. Pada skincare, bahan aktif dan kecocokannya dengan kondisi kulit perlu ditimbang. Pada produk kesehatan internal, komposisi, dosis, dan aturan konsumsi jadi perhatian utama. Bhavin menilai pemahaman terhadap kebutuhan konsumen berperan penting di industri ini, karena preferensi yang beragam membuat orang memerlukan informasi yang relevan agar bisa menentukan produk sesuai prioritasnya.
Sebelum membeli, konsumen dapat membaca label kemasan, memahami petunjuk penggunaan, serta memeriksa klaim manfaat melalui sumber terpercaya. Kebiasaan ini membantu mengenali fungsi produk sekaligus menimbang kesesuaiannya dengan kebutuhan perawatan diri. Ke depan, arah tren wellness diperkirakan tetap bergerak menuju sesuatu yang lebih personal, dengan satu produk untuk satu tujuan yang jelas. Industri yang mampu menjelaskan produknya secara jujur dan gamblang akan lebih mudah dipercaya. Pada akhirnya, yang paling diuntungkan adalah konsumen yang tahu apa yang benar-benar dibutuhkan tubuhnya.
Sumber: Liputan6 Lifestyle
Perubahan cara orang merawat diri bergerak cepat, dan selalu ada sudut baru yang menarik untuk dibahas. Supaya tidak ketinggalan update berikutnya, terus pantau kanal resmi LapakStore88 dan jadikan kebiasaan membaca berita terkini sebagai bagian dari rutinitas harian. Sampai jumpa di ulasan selanjutnya.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: tren wellness, produk kesehatan, skincare, personal care, kesehatan mental, generasi Z, suplemen vitamin, gaya hidup sehat
#LapakStore88

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370776/original/090045600_1791691160-33966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372261/original/029307100_1791873551-o.zdT8Hy2A4GT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4681516/original/045333400_1702271598-annie-spratt-g9KFpAfQ5bc-unsplash.jpg)