Bola 7 menit baca

Cristian Chivu Minta Inter Milan Berani Bangkit di Liga Champions, Uang Bukan Jaminan

Menanti Jawaban Inter Milan di Eropa: Chivu Sebut Kerja Keras Lebih Menentukan daripada Uang

LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.

Enam kekalahan dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Champions. Angka itu terdengar janggal jika ditempelkan pada klub sebesar Inter Milan, tetapi itulah kenyataan yang harus dihadapi Cristian Chivu menjelang laga melawan Club Brugge. Pelatih asal Rumania tersebut tidak mencari alasan, melainkan menuntut perubahan sikap dari skuadnya. Baginya, memperbaiki catatan buruk di kompetisi elite Eropa hanya bisa dilakukan dengan keberanian dan kerja keras. Pesan itu ia sampaikan tepat sebelum Nerazzurri kembali berlaga di fase liga.

Laga tersebut akan digelar di Stadio Giuseppe Meazza pada matchday kedua fase liga, Rabu dini hari WIB (14/10/2026). Inter datang sebagai tuan rumah yang mengincar hasil positif setelah kalah dari Real Madrid pada pertandingan pembuka. Di sisi lain, Club Brugge juga baru menelan kekalahan dari Aston Villa, sehingga kedua tim sama-sama memburu poin perdana. Situasi ini membuat pertemuan tersebut terasa penting bagi kedua kubu. Tidak ada yang mau pulang dengan tangan kosong untuk kedua kalinya.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Bagi Inter, tekanannya tentu lebih besar. Klub dengan sejarah panjang di Eropa tidak bisa terus-menerus tampil di bawah standar tanpa menjadi sorotan. Format fase liga memberi ruang perbaikan, tetapi juga tidak menyediakan banyak kesempatan untuk tergelincir berkali-kali. Setiap poin yang hilang di kandang bisa terasa mahal saat klasemen akhir menentukan siapa yang lolos dan siapa yang tersingkir. Karena itu, laga melawan Brugge bukan sekadar pertandingan biasa.

Catatan Buruk yang Tidak Sejalan dengan Performa Domestik

Menariknya, perjalanan Inter di kompetisi domestik justru berbanding terbalik dengan catatan mereka di Eropa. Akhir pekan lalu, Nerazzurri meraih kemenangan atas Parma di Serie A, hasil yang mengembalikan kepercayaan diri tim. Modal itu tentu berharga sebelum menghadapi laga berat di kancah kontinental. Namun, perbedaan antara performa di Italia dan di Eropa menjadi pertanyaan tersendiri. Mengapa tim yang tampak solid di kandang sendiri sering kehilangan pijakan saat berlaga di Liga Champions?

Jawabannya tidak sederhana. Liga Champions menuntut hal berbeda: kecepatan mengambil keputusan, ketenangan saat tertekan, dan kemampuan membaca permainan lawan yang levelnya merata. Dalam tujuh pertandingan terakhir di kompetisi itu, Inter menelan enam kekalahan. Puncaknya adalah tersingkirnya mereka oleh Bodo/Glimt pada musim lalu, hasil yang mengejutkan banyak pihak. Kegagalan menghadapi tim yang di atas kertas lebih sederhana menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya soal kualitas individu. Catatan semacam itu meninggalkan bekas, baik pada pemain maupun pada cara tim dipandang.

Menanti Jawaban Inter Milan di Eropa: Chivu Sebut Kerja Keras Lebih Menentukan daripada Uang (2)
Foto: Liputan6 Bola

Di sinilah pesan Chivu menjadi relevan. Reputasi dan kualitas pemain tidak otomatis menyelesaikan masalah di lapangan. Yang dibutuhkan adalah konsistensi kerja, sikap yang tepat, dan keberanian mengambil tanggung jawab ketika pertandingan berjalan tidak sesuai rencana. Sebuah tim besar bisa kalah dari lawan yang lebih sederhana jika kehilangan fokus atau meremehkan situasi. Inter sudah merasakan itu, dan mereka tidak ingin mengulanginya.

Uang Tidak Bisa Membeli Trofi

Chivu menyampaikan pandangan yang cukup tegas soal uang dan kesuksesan di Eropa. Menurutnya, gelar Liga Champions tidak bisa dibeli, dan tidak ada pemain maupun pelatih yang bisa menjamin sebuah klub meraihnya. Yang benar-benar menentukan, katanya, adalah keberanian untuk bangkit dan kerja keras yang dilakukan setiap hari. Pernyataan itu terasa seperti pengingat bagi siapa pun yang menganggap belanja besar sebagai jalan pintas menuju trofi.

Pandangan tersebut masuk akal dalam konteks sepak bola modern. Klub-klub dengan sumber daya besar memang memiliki keunggulan dalam merekrut pemain, tetapi pertandingan tetap dimainkan di lapangan, bukan di atas neraca keuangan. Kompetisi Eropa berulang kali menunjukkan bahwa kesuksesan menuntut keseimbangan antara kualitas, taktik, mental, dan keberuntungan. Tanpa kerja keras serta disiplin, investasi besar bisa berakhir tanpa hasil yang sepadan. Itu sebabnya Chivu lebih menekankan proses ketimbang nama besar.

Sebagai pelatih, Chivu juga tampaknya ingin membangun budaya kerja yang tidak bergantung pada status. Ia menyebut skuadnya masih punya ruang untuk berkembang, dan ambisi tim adalah terus memperbaiki diri. Persaingan internal di dalam grup dinilainya turut menaikkan kualitas latihan serta ambisi para pemain. Pendekatan semacam ini biasanya membutuhkan waktu sebelum hasilnya terlihat di lapangan. Namun, arah yang dibangun sudah jelas: tidak ada tempat bagi pemain yang merasa aman dengan pencapaian lama.

Menanti Jawaban Inter Milan di Eropa: Chivu Sebut Kerja Keras Lebih Menentukan daripada Uang (3)
Foto: Liputan6 Bola

Club Brugge Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan

Chivu juga menegaskan bahwa timnya tidak meremehkan Club Brugge. Ia menyebut para pemainnya memiliki tingkat kedewasaan dan selalu masuk lapangan dengan rasa tanggung jawab, sikap yang tepat, serta keinginan untuk mendominasi pertandingan. Pernyataan itu penting karena Inter sedang berada dalam posisi yang rentan: butuh kemenangan, tetapi juga tidak boleh terbawa tekanan. Menghadapi lawan yang sama-sama mencari poin perdana, kewaspadaan menjadi kunci. Sekali lengah, tiga poin bisa hilang.

Di atas kertas, Inter memang lebih diunggulkan. Namun, status favorit sering kali justru menjadi beban tersendiri. Club Brugge datang dengan kebutuhan yang sama besar setelah kalah dari Aston Villa, dan tim yang sedang mencari pembuktian biasanya tampil dengan intensitas tinggi. Laga seperti ini jarang berjalan sesuai skenario, terutama jika tim tuan rumah gagal mencetak gol lebih dulu. Semakin lama skor bertahan imbang, semakin besar peluang kejutan terjadi.

Kompetisi internal di skuad Inter disebut Chivu sebagai salah satu faktor pendorong. Ketika beberapa pemain bersaing untuk posisi yang sama, standar latihan naik dan setiap orang dituntut tampil maksimal. Efeknya bisa terasa pada performa di pertandingan resmi, meski tidak selalu langsung terlihat. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan, agar persaingan tetap sehat dan tidak menimbulkan ketegangan di ruang ganti. Chivu tampaknya menyadari hal itu dan mengelolanya sebagai kekuatan, bukan masalah.

Kondisi Djed Spence Mulai Membaik

Selain soal strategi, Chivu memberi kabar tentang kondisi Djed Spence. Pemain yang pernah memperkuat Tottenham Hotspur itu mengalami masalah kebugaran pada awal musim, yang membuatnya kehilangan beberapa kesempatan. Kini ia disebut sudah menjalani latihan selama sepekan. Selain itu, ia mendapat kesempatan bermain selama 25 menit ketika Inter menghadapi Parma pada Sabtu lalu. Menit bermain itu menjadi langkah awal menuju pemulihan penuh.

Chivu mengaku senang melihat perkembangan tersebut. Ia menyebut Spence terus berlatih, baik kemarin maupun hari ini, dan kondisinya semakin membaik. Yang lebih penting, pemain itu mulai bisa mengatasi rasa frustrasi akibat persoalan fisik yang dialaminya di awal musim. Bagi seorang pemain, periode cedera atau kurang bugar sering menjadi ujian mental yang tidak kalah berat dibanding laga itu sendiri. Kembali ke ritme pertandingan adalah proses yang butuh kesabaran.

Menanti Jawaban Inter Milan di Eropa: Chivu Sebut Kerja Keras Lebih Menentukan daripada Uang (4)
Foto: Liputan6 Bola

Kehadiran Spence dalam kondisi terbaik akan menambah pilihan bagi Inter. Kedalaman skuad menjadi faktor penting, terutama ketika jadwal pertandingan padat dan rotasi dibutuhkan. Dengan pemain yang kembali bugar, pelatih punya keleluasaan menyusun strategi tanpa terlalu bergantung pada satu nama. Ini juga berkaitan dengan pesan Chivu soal persaingan internal yang menaikkan kualitas latihan. Semakin banyak pemain siap, semakin tinggi standar yang harus dicapai tim.

Bagi para penggemar, laga melawan Club Brugge menjadi semacam ujian awal untuk melihat apakah pesan Chivu benar-benar diterjemahkan ke dalam permainan. Kemenangan akan memberi napas dan kepercayaan diri, sementara hasil buruk bisa memunculkan kembali pertanyaan lama soal mentalitas Inter di Eropa. Perjalanan di fase liga masih panjang, jadi satu hasil tidak menentukan segalanya. Namun, arah tim biasanya mulai terbaca dari pertandingan-pertandingan seperti ini.

Ada pelajaran yang lebih luas dari pernyataan Chivu. Dalam sepak bola yang makin sarat uang, gagasan bahwa kerja keras dan sikap yang tepat lebih menentukan daripada nama besar tetap terdengar relevan. Klub dengan anggaran besar tetap perlu membangun budaya, disiplin, dan mental bertanding yang kuat. Tanpa itu, kualitas individu hanya menjadi kumpulan potensi yang tidak tersambung. Pesan ini berlaku bukan hanya untuk Inter, tetapi juga bagi tim mana pun yang ingin bersaing di level tertinggi.

Ke depan, yang paling dinantikan tentu bagaimana Inter menjawab tantangan tersebut di atas lapangan. Jika mereka mampu tampil disiplin, berani menekan, dan tidak meremehkan lawan, tiga poin di kandang bisa menjadi titik balik. Sebaliknya, hasil buruk akan menambah panjang daftar catatan yang ingin mereka lupakan. Dengan modal kemenangan atas Parma dan kembalinya sejumlah pemain ke kondisi lebih baik, harapan itu tetap terbuka. Sekarang, semuanya bergantung pada kerja keras yang disebut Chivu sebagai kunci utama.

Sumber: Liputan6 Bola

Kalau Anda suka pembahasan bola yang rapi dan tidak bertele-tele seperti ini, jangan kemana-mana ya. Ikuti terus kanal resmi LapakStore88 supaya setiap kabar terbaru soal Inter Milan, Liga Champions, dan sepak bola Eropa lainnya langsung sampai ke Anda. Sampai jumpa di update berikutnya!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: inter milan, cristian chivu, liga champions, club brugge, djed spence, berita bola, serie a, fase liga liga champions

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bola