:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372445/original/092894200_1791879824-20261013_135715.jpg)
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Dua belas nyawa melayang akibat serangan rudal yang menghantam bandara utama di Riyadh, Arab Saudi, baru-baru ini. Tragedi ini terus mengguncang stabilitas kawasan dan langsung memicu kekhawatiran besar bagi federasi sepak bola dunia. Bagi Indonesia, insiden ini bukan sekadar berita internasional, melainkan ancaman nyata yang mengintai jadwal penting tim nasional di bulan depan. PSSI kini harus bertindak cepat sebelum situasi semakin di luar kendali dan membahayakan para pemain.
Sebelumnya, skuad Garuda telah dijadwalkan melakoni dua laga uji coba internasional di wilayah Timur Tengah pada FIFA Matchday November 2026. Rencana ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari strategi panjang untuk mematangkan performa tim menjelang turnamen besar. Kompetisi yang dituju adalah Piala Asia 2027, yang kebetulan akan diselenggarakan di negara tetangga, Arab Saudi. Persiapan yang matang menjadi kunci utama bagi pelatih kepala untuk membawa tim ke prestasi terbaik di kancah Asia.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Rencana Duel Melawan Yordania dan Opsi Lain
Jadwal awal timnas Indonesia cukup padat dengan dua pertandingan tandang yang telah disepakati. Laga pertama dijadwalkan melawan Yordania pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman yang kondisinya relatif lebih stabil. Namun, tantangan sesungguhnya datang empat hari kemudian ketika tim dijadwalkan berhadapan dengan negara lain di kawasan yang sama. Calon lawannya saat itu masih antara Kuwait atau Uni Emirat Arab, dua destinasi yang dianggap strategis untuk uji tanding.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372445/original/092894200_1791879824-20261013_135715.jpg)
Pilihan lawan ini dinilai sangat relevan karena akan memberikan penilaian teknis yang akurat bagi staf pelatih. Bermain di wilayah yang sama dengan lokasi turnamen nanti dianggap sebagai simulasi terbaik untuk adaptasi iklim dan tekanan atmosfer. Pelatih kepala, John Herdman, secara spesifik meminta agar seluruh laga bersifat tandang atau away. Tujuannya adalah agar pemain bisa merasakan betul nuansa keberangkatan, mulai dari kelelahan perjalanan hingga dinamika dukungan suporter yang minim di tanah musuh.
Teror Konflik dan Prioritas Keselamatan Pemain
Situasi berubah drastis seiring dengan memanasnya kembali tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Serangan rudal terhadap infrastruktur vital di Riyadh menjadi poin krusial yang membuat PSSI tidak bisa tinggal diam. Ketidakpastian keamanan ini menimbulkan bayang-bayang kelam bagi kelanjutan agenda tim nasional Indonesia. Setiap aspek logistik dan mobilitas tim kini harus dipertimbangkan ulang dengan sangat hati-hati oleh dewan federasi.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa keselamatan pemain dan pelatih menjadi prioritas utama di atas segalanya. Ia mengakui bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan dan tidak bisa diremehkan oleh pihak mana pun. PSSI dilaporkan tengah memantau situasi secara ketat dan akan menghubungi negara-negara yang telah disepakati untuk mencari kepastian. Keputusan final mengenai keberlanjutan laga di Timur Tengah akan segera diambil dalam satu hingga dua hari ke depan berdasarkan laporan lapangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372446/original/090281600_1791879825-20261013_141807.jpg)
Federasi juga tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan agenda di Timur Tengah dan mencari lawan pengganti di negara lain. Langkah ini diambil jika negara tuan rumah tidak mampu memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi kontingen Indonesia. Rival-rival Asia lain seperti Australia dan Korea Selatan juga dilaporkan sedang mempertimbangkan hal serupa. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran PSSI merupakan respons wajar terhadap eskalasi konflik yang terjadi secara regional.
Tantangan Mencari Lawan Pengganti dalam Waktu Mepet
Waktu yang tersisa kurang dari satu bulan membuat proses pencarian lawan pengganti menjadi sangat kompleks dan menantang. Menemukan negara yang bersedia menerima uji coba dalam waktu singkat dengan standar keamanan yang terjamin bukanlah hal yang mudah. Erick Thohir mengakui bahwa situasi ini cukup rumit, terutama mengingat jadwal kompetisi internasional yang sudah sangat padat. Namun, demi integritas dan keamanan tim, opsi pencarian lawan baru tetap menjadi plan B yang serius.
Satu hal yang pasti dari diskusi internal PSSI adalah bahwa format laga tetap harus berupa pertandingan tandang. Permintaan dari pelatih John Herdman untuk merasakan atmosfer away di Timur Tengah sangat penting bagi persiapan tim. Dengan demikian, peluang untuk memindahkan laga melawan Yordania ke Stadion Gelora Bung Karno di Indonesia sepenuhnya tertutup. Fokus utama tetaplah pada adaptasi pemain terhadap kondisi geografis dan psikologis saat berlaga di luar negeri sebelum debut di Piala Asia.
Sumber: Liputan6 Bola
Bagikan artikel ini dan pastikan Anda mengikuti kanal berita kami di LapakStore88. Kami memperbarui informasi olahraga dan berita terkini setiap hari agar Anda tidak ketinggalan momen penting dunia sepak bola.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: timnas indonesia, pssi erick thohir, piala asia 2027, fifa matchday november, serangan rohut, jadwal uji coba, john herdman, keamanan pemain
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354470/original/094777900_1790052342-_MGA5038.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345529/original/007502000_1789035914-klok_5.jpg)