
LokalStore88 Rabu,14 Oktober 2026.
Sebuah boneka berukuran hampir setengah tubuh manusia mendadak hidup di tangan para mahasiswa seni ketika digerakkan dengan presisi yang menuntut kerja sama tingkat tinggi. Pemandangan tak biasa tersebut terlihat jelas di ruang latihan ketika Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta menggelar sebuah sesi pelatihan intensif bagi para penggiat teater muda. Kegiatan ini rupanya sengaja dirancang untuk membuka wawasan baru mengenai ragam metode pementasan boneka tradisional yang sudah mendunia namun jarang dieksplorasi secara mendalam di ruang akademis lokal. Melalui acara ini, para peserta diajak melampaui batasan konvensional teater boneka yang biasanya hanya digerakkan dari bawah menggunakan tangan kosong atau benang sederhana.
Perkembangan dunia seni pertunjukan modern menuntut para aktor dan seniman teater untuk terus memperkaya teknik dasar agar mampu menyampaikan emosi yang kompleks kepada penonton. Di tengah dinamika tersebut, metode pementasan boneka tradisional sering kali menjadi inspirasi utama bagi para kreator untuk menciptakan narasi visual yang kuat tanpa harus mengandalkan dialog verbal yang panjang. Kesadaran inilah yang mendorong lembaga kebudayaan asing di kota pelajar tersebut untuk menghadirkan program edukatif langsung bagi kalangan akademisi seni rupa dan pertunjukan. Kehadiran program semacam ini sekaligus menjadi jembatan penting dalam pertukaran pengetahuan lintas budaya antara seniman mancanegara dan talenta muda di tanah air.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Pelaksanaan program pelatihan seni pertunjukan boneka ini bertempat di lingkungan kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada hari Selasa. Pemilihan lokasi tersebut tentu bukan tanpa pertimbangan matang mengingat institusi pendidikan tinggi seni ini merupakan dapur utama penciptaan seniman-seniman profesional di Indonesia. Mahasiswa program studi teater yang hadir tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh pemateri sejak sesi pagi dimulai. Suasana ruang latihan langsung berubah menjadi arena eksperimen artistik ketika teori-teori dasar pementasan mulai diterapkan secara langsung menggunakan properti boneka yang telah disiapkan.
Mengenal Lebih Dekat Akar Tradisi Bunraku
Teknik pementasan yang menjadi fokus utama dalam pelatihan kali ini mengadopsi tradisi pertunjukan boneka klasik asal negeri sakura yang dikenal luas dengan sebutan Bunraku. Meskipun berasal dari tradisi teater tradisional Jepang, metode ini ternyata menarik minat para seniman dari berbagai belahan dunia termasuk daratan Eropa untuk dipelajari dan dikembangkan. Keunikan utama dari gaya pementasan ini terletak pada keharusan melibatkan beberapa dalang sekaligus untuk menggerakkan satu figur boneka secara bersamaan agar terlihat natural. Koordinasi visual antara bagian kepala, tangan, hingga postur tubuh boneka menuntut kepekaan ritme yang luar biasa tinggi dari setiap dalang yang memegang kendali.
Kompleksitas metode tersebut membuat proses latihan terasa menantang bagi para mahasiswa teater yang selama ini lebih terbiasa dengan metode pementasan tunggal. Setiap dalang harus memposisikan diri sedemikian rupa di balik boneka tanpa boleh mengalihkan perhatian penonton dari ekspresi karakter yang sedang dimainkan di atas panggung. Konsentrasi penuh mutlak diperlukan agar perpindahan gerakan sekecil apa pun tetap terlihat halus dan menyatu dengan alur cerita yang sedang dibawakan. Tantangan teknis inilah yang justru memicu rasa penasaran para peserta untuk terus mencoba menguasai ritme gerakan yang rumit tersebut.
Kehadiran figur seniman profesional asal Perancis, Emily Evans, sebagai pengampu materi memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan lokakarya teater boneka ini. Sebagai seorang dalang atau puppeteer berpengalaman internasional, ia membagikan berbagai rahasia dapur pementasan yang jarang ditemukan dalam buku-buku referensi akademik biasa. Pengalaman panjangnya bergelut dengan seni teater boneka kontemporer di Eropa memungkinkan dirinya memadukan pakem tradisional Bunraku dengan pendekatan estetika modern. Para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk bertanya langsung mengenai cara membangun jiwa pada seonggok boneka mati agar bernyawa di hadapan penonton.
Kolaborasi Lintas Budaya di Kota Pelajar
Inisiatif yang diambil oleh pihak IFI Yogyakarta ini mencerminkan komitmen lembaga dalam mempererat hubungan bilateral melalui jalur kebudayaan dan pendidikan seni. Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan di Indonesia dinilai sangat strategis untuk dijadikan titik temu berbagai aliran seni pertunjukan dari seluruh dunia. Pertemuan antara tradisi pertunjukan Asia Timur yang dipelajari oleh seniman Eropa dan dipraktikkan oleh mahasiswa Indonesia menciptakan dialog artistik yang sangat kaya. Proses semacam ini membuktikan bahwa bahasa seni mampu meruntuhkan segala bentuk sekat geografis maupun perbedaan latar belakang budaya.
Bagi para mahasiswa ISI Yogyakarta, pengalaman berinteraksi langsung dengan praktisi seni internasional memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi pengembangan karier mereka ke depan. Bekas didikan dari pelatihan ini diharapkan mampu menginspirasi lahirnya karya-karya teater eksperimental yang lebih segar di panggung seni nasional. Apresiasi terhadap seni teater boneka tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai hiburan anak-anak semata, melainkan sebagai medium ekspresi orang dewasa yang sarat makna filosofis. Ruang-ruang kelas dan studio kampus kini menjadi saksi bisu bagaimana tradisi global diadopsi secara kreatif untuk memperkaya khazanah teater lokal.
Pelaksanaan workshop yang berlangsung sehari penuh tersebut ditutup dengan evaluasi penampilan kelompok kecil yang dibentuk oleh para mahasiswa peserta pelatihan. Masing-masing kelompok menampilkan potongan adegan pendek dengan menerapkan teknik koordinasi dalang yang baru saja mereka pelajari dari sang mentor asal Perancis. Tepuk tangan meriah mengakhiri sesi latihan tatap muka yang melelahkan namun sarat akan ilmu pengetahuan baru tersebut. Keberhasilan acara ini sekaligus menandai babak baru dalam upaya berkelanjutan menghadirkan pendidikan seni pertunjukan berstandar global di kota gudeg.
Sumber: Antara News
Jangan lewatkan berbagai informasi menarik dan perkembangan terbaru seputar dunia seni serta budaya lainnya. Terus pantau kanal berita terpercaya ini agar wawasan Anda semakin kaya setiap hari.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: IFI Yogyakarta, teater boneka, teknik Bunraku, ISI Yogyakarta, Emily Evans, seni pertunjukan, workshop teater
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373166/original/068672900_1791953932-WhatsApp_Image_2026-10-14_at_8.36.51_AM.jpeg)


