
LokalStore88 Kamis,15 Oktober 2026.
Stadion De Kuip di Rotterdam mendadak menjadi saksi bisu ketika keunggulan awal Como 1907 runtuh perlahan setelah tuan rumah Feyenoord bangkit membalikkan keadaan secara dramatis. Pertandingan kedua Liga Champions tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi skuad asuhan Cesc Fabregas yang datang dengan ambisi besar memutus rantai hasil buruk. Kegagalan mempertahankan ritme permainan di markas lawan membuat wakil Italia itu harus pulang dengan kepala tertunduk usai menelan kekalahan tipis 2-3. Hasil minor ini sekaligus memperpanjang rekor tanpa kemenangan klub dalam beberapa penampilan terakhir di berbagai ajang kompetisi resmi.
Sebelum lawatan berat ke tanah Belanda ini, grafik performa Como memang sedang berada dalam fase yang cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan suntikan moral segera. Catatan minor di kompetisi domestik Serie A, mulai dari hasil imbang tanpa gol kontra AS Roma hingga kekalahan dua gol tanpa balas dari Frosinone, meninggalkan pekerjaan rumah besar. Fabregas dituntut segera menemukan formula terbaik untuk mengembalikan ketajaman lini serang sekaligus memperkokoh lini pertahanan yang kerap kehilangan konsentrasi di saat krusial. Tekanan mental tersebut tentu membebani para pemain saat memasuki lapangan De Kuip yang terkenal memiliki atmosfer pendukung tuan rumah yang sangat intimidatif.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Awal Menjanjikan yang Berujung Petaka Cedera
Laga sebenarnya berjalan sesuai rencana bagi tim tamu pada menit-menit awal ketika mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan menekan lini belakang lawan. Buah dari inisiatif menyerang itu lahir pada menit ke-18 melalui aksi gemilang Assane Diao yang sukses memanfaatkan umpan panjang terukur dari Jacobo Ramon di lini belakang. Diao berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat Javi Lopez sebelum melepaskan tembakan mendatar terarah ke tiang jauh yang gagal diantisipasi kiper Feyenoord. Gol pembuka tersebut langsung mengubah skor menjadi 1-0 dan menghadirkan optimisme tinggi bagi para pendukung Como yang hadir di stadion.
Namun, petaka ganda langsung menghantam kubu tim tamu hanya selang beberapa menit setelah gol pembuka tercipta di hadapan publik Rotterdam yang mulai terdiam. Keunggulan tersebut lenyap seketika pada menit ke-20 ketika gelandang tuan rumah, Gjivai Zechiel, melepaskan tembakan akurat yang mengembalikan kedudukan menjadi imbang 1-1. Situasi semakin memburuk bagi Como ketika pencetak gol mereka, Diao, mengalami cedera serius dan harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-23 untuk digantikan Jesus Rodriguez. Kehilangan pemain kunci di fase awal pertandingan tentu memaksa sang pelatih mengubah strategi secara drastis di tengah tekanan yang terus meningkat.
Kebangkitan Tuan Rumah dan Gol Bunuh Diri
Selepas turun minum, Feyenoord mengubah pendekatan taktik dengan tampil jauh lebih agresif untuk mencari celah di lini pertahanan tim tamu yang mulai mengendur. Tekanan konstan tersebut akhirnya membuahkan hasil positif ketika paruh kedua baru berjalan selama tujuh menit di bawah cuaca stadion yang cukup dingin. Anis Hadj Moussa menjadi aktor penting yang membawa tuan rumah berbalik memimpin 2-1 lewat sepakan kaki kiri terarah ke sudut kanan gawang Robert Sanchez. Gol penuyusul ini membuat kepercayaan diri para penggawa Feyenoord melonjak drastis dan mendikte jalannya sisa paruh kedua pertandingan.
Puncak kesialan Como terjadi menjelang penghujung laga, tepatnya pada menit ke-81, ketika sebuah situasi kemelut berujung pada petaka gol bunuh diri yang memukul telak mental pemain. Berawal dari sepakan jarak jauh Hadj Moussa yang sempat membentur tiang kanan gawang, bola pantulan justru mengenai tubuh Robert Sanchez sebelum bergulir masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 3-1 dan membuat peluang tim tamu untuk bangkit semakin menipis mengingat sisa waktu pertandingan yang berjalan sangat cepat. Gol tersebut menegaskan betapa rapuhnya lini pertahanan Como ketika menghadapi gempuran bertubi-tubi dari lini serang lawan yang bermain tanpa kenal lelah.
Upaya Telat yang Gagal Menyelamatkan Hasil
Meskipun tertinggal selisih dua gol di pengujung laga, semangat juang anak asuh Fabregas sama sekali tidak luntur begitu saja di atas lapangan hijau. Upaya keras mereka untuk memperkecil ketertinggalan akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak kedua, tepatnya menit ke-90+3, melalui aksi pemain pengganti. Anastasios Douvikas melepaskan tembakan kaki kanan yang tajam ke arah tiang dekat, membuat jaring gawang Feyenoord bergetar dan mengubah skor menjadi 2-3. Sayangnya, gol tersebut datang terlambat karena wasit segera meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan begitu laga dilanjutkan.
Kekalahan ini memberikan evaluasi mendalam bagi jajaran pelatih Como untuk segera membenahi konsentrasi pemain terutama di paruh kedua pertandingan yang sering menjadi titik rawan. Di sisi lain, Feyenoord merayakan kemenangan penting di kandang sendiri yang mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara Liga Champions musim ini dengan cara meyakinkan. Kompetisi Eropa menuntut kedalaman skuad serta mentalitas baja yang harus segera dibentuk oleh klub Italia tersebut jika ingin bersaing di level tertinggi. Perjalanan masih panjang, dan setiap kesalahan kecil di fase grup akan langsung dihukum dengan hilangnya poin krusial yang sangat berharga.
Sumber: Antara News
Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar dunia olahraga dan kompetisi antarklub Eropa favoritmu. Pastikan kamu selalu memantau pembaruan terkini agar tetap terhubung dengan perkembangan seru di lapangan hijau.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: Como 1907, Feyenoord, Liga Champions, Cesc Fabregas, Stadion De Kuip, Assane Diao, Robert Sanchez, Anastasios Douvikas
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341995/original/013475100_1788728437-milan.jpg)


:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5490959/original/054160200_1770034800-20260122AA_GIilberto_SIlva-09.jpg)