Lifestyle 6 menit baca

Merangkai Cerita Wastra Nusantara di Panggung Opening Ceremony IN2MOTIONFEST X JMFW 2026

Ulos Sadum hingga Tenun Sintang Berebut Panggung Global di Festival Mode Modest

LokalStore88 Kamis,15 Oktober 2026.

Bayangkan kilau lampu panggung yang menyala terang, membingkai kain ulos Sadum dengan siluet A-line yang anggun. Momen itu menjadi pembuka dramatis bagi IN2MOTIONFEST X Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 yang digelar pada 14 Oktober 2026. Lebih dari sekadar pertunjukan busana, peristiwa ini menandai upaya serius memosisikan tekstil tradisional Indonesia ke pasar global. Pembaca perlu memahami bahwa panggung ini bukan hanya soal estetika, melainkan strategi industri yang berdampak luas. Keberhasilan acara ini akan menentukan arah baru bagi keberlangsungan wastra lokal di kancah internasional.

Koleksi pembuka tersebut dirancang oleh Adah Mode di bawah arahan desainer Zuraidah dengan tajuk "Wibawa dalam Sadum". Kain Batak Toba ini tidak diperlakukan sekadar sebagai bahan, melainkan sebagai jiwa dari rancangan ready-to-wear deluxe. Detail renda dan potongan modern memberikan napas segar pada warisan budaya yang kental dengan nilai spiritual. Bagi masyarakat Batak Toba, ulos adalah simbol sukacita dan doa, makanya transforasinya ke busana siap pakai terasa sangat personal. Pendekatan ini membuktikan bahwa tradisi tidak harus kaku untuk tetap relevan di era mode kontemporer.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Menemukan Kekuatan di Alam Sekitar

Setelah nuansa sakral, panggung berubah menjadi lebih ringan melalui koleksi "Botanica Rebelica" dari CRAFT DENIM.ID. Desainer Raden Asyfa Fuadi memilih pendekatan kasual dengan mengangkat flora liar yang sering diabaikan masyarakat umum. Motif Tree of Life dan Water Hyacinth dipilih karena merepresentasikan ketahanan manusia menghadapi perubahan iklim. Ini adalah pernyataan kuat bahwa alam sekitar kita sebenarnya kaya akan sumber inspirasi desain. Dengan cara ini, konsumen diajak untuk lebih memperhatikan lingkungan di sekitar mereka melalui median busana.

Material yang digunakan dalam koleksi ini sangat beragam dan inovatif, mulai dari denim hingga sutra organza batik. Gabungan dengan katun dan kain tenun Tencel menciptakan tekstur yang unik dan nyaman dipakai sehari-hari. Penggunaan pewarna alami menjadi nilai tambah yang semakin penting di industri mode berkelanjutan saat ini. Alat tenun bukan mesin juga dilibatkan, sehingga nilai kerajinan tangan tetap terjaga di balik proses produksi. Eksplorasi material seperti ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan keunikan bisa berjalan beriringan secara harmonis.

Ulos Sadum hingga Tenun Sintang Berebut Panggung Global di Festival Mode Modest (2)
Foto: Liputan6 Lifestyle

Perpaduan Wastra yang Berani

Peragaan berlanjut dengan koleksi "Woven Silence" dari kolaborasi BORNNEO x Jazila yang menampilkan tenun ikat Sintang. Empat tampilan dengan siluet I-line dan ornamen opnaisel memberikan kesan minimalis namun penuh makna. Palet warna earth tone dipilih untuk menekankan karakter alami dari kain katun dan linen yang digunakan. Koleksi ini membuktikan bahwa kesederhanaan bentuk bisa begitu kuat jika didukung oleh kualitas material yang unggul. Penonton diajak untuk mengapresiasi detail halus yang sering tersembunyi di balik potongan busana yang bersih.

Kemudian, AYU DYAH ANDARI menutup rangkaian utama dengan koleksi "Puspa Nusantara" yang memadukan tiga jenis kain sekaligus. Sasirangan, batik, dan songket hadir dalam satu rangkaian busana feminin, elegan, dan kontemporer. Bunga menjadi simbol pengikat yang merepresentasikan keindahan serta keberagaman identitas Nusantara. Keberhasilan memadukan ketiga kain dengan karakter berbeda ini menunjukkan kematangan desainer dalam mengelola material. Hasil akhirnya adalah busana yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga kaya akan narasi budaya.

Tantangan untuk Desainer Internasional

Dimensi acara ini meluas ketika desainer asing seperti KHANIJO dari India mendapat kesempatan mengolah kain Indonesia. Mereka diberikan tantangan kreatif untuk mengeksplorasi karakter material lokal dari perspektif budaya mereka sendiri. Proses ini menjadi jembatan penting yang memperkenalkan kekayaan tekstil Nusantara ke mata dunia. Desainer internasional membawa teknik dan gaya baru yang mungkin belum pernah dicoba sebelumnya. Interaksi dua arah ini memperkaya wawasan para pelaku mode di dalam negeri tentang potensi pasar global.

Ulos Sadum hingga Tenun Sintang Berebut Panggung Global di Festival Mode Modest (3)
Foto: Liputan6 Lifestyle

Lenny Agustin, National Chair Indonesian Fashion Chamber, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi pemasaran yang jitu. Dengan melibatkan aktor global, visibilitas wastra Indonesia menjadi jauh lebih tinggi di media internasional. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pusat tren. Tantangan bagi desainer asing untuk mengolah kain lokal juga menjadi bentuk promosi yang sangat efektif. Ujungnya, nama Indonesia akan terus melekat kuat dengan kualitas dan keunikan tekstilnya.

Wastra diyakini menjadi pembeda utama yang membuat produk mode Indonesia sulit ditiru oleh kompetitor. Keunikan ini bukan hanya terletak pada motif visual, tetapi juga pada nilai budaya yang melekat di setiap helai benang. Pendekatan ini membedakan produk Indonesia dari fast fashion massal yang同质isasi. Konsumen global semakin mengutamakan cerita di balik produk yang mereka beli, dan wastra memiliki itu. Jadi, investasi pada kualitas bahan dan cerita budaya adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga.

Dampak Ekonomi dan Ekosistem Industri

Pengembangan wastra secara terintegrasi membuka lapangan kerja bagi perajin di berbagai pelosok daerah. Pelaku UMKM, desainer, hingga jenama besar semua mendapat manfaat dari rantai pasok yang menguat. Ini menciptakan efek domino positif yang dirasakan dari tingkat akar rumput hingga pusat kota. Keterlibatan berbagai pihak dalam satu ekosistem memastikan distribusi keuntungan yang lebih merata. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya dinikmati segelintir elite industri saja.

Ulos Sadum hingga Tenun Sintang Berebut Panggung Global di Festival Mode Modest (4)
Foto: Liputan6 Lifestyle

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026 sendiri mengusung tema ekosistem modest fashion yang terintegrasi secara keseluruhan. Lebih dari 250 desainer Nasional dan 10 desainer internasional berpartisipasi dalam perhelatan akbar ini. Acara ini menjadi titik temu bagi industri, media, komunitas kreatif, dan pecinta mode di satu tempat. Fokus pada perkembangan modest fashion menunjukkan keseriusan negara dalam memetakan potensi ini. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat transformasi brand lokal menjadi pemain global yang kompetitif.

Data ekonomi yang dipaparkan menunjukkan besarnya peluang pasar yang menanti di depan mata. Aida S. Budiman dari Bank Indonesia menyoroti peringkat pertama Indonesia dalam laporan State of the Global Islamic Economy. Pengeluaran kaum muslimin dunia untuk modest fashion mencapai 20 persen dari total USD 2,34 triliun. Angka ini diprediksi akan terus naik seiring dengan pertumbuhan populasi muslim dunia. Posisi ini menuntut Indonesia untuk tidak hanya menghabiskan, tetapi juga memproduksi dengan standar global.

Arah Masa Depan Mode Modest

Indonesia harus mempertahankan posisinya sebagai penentu tren utama di pasar modest fashion internasional. Penguatan ekosistem yang menghubungkan semua unsur industri adalah kunci untuk mencapai hal tersebut. Tanpa integrasi yang kuat, potensi besar ini bisa saja dirampas oleh negara pesaing lain. Kolaborasi antar sektor, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, menjadi fondasi yang tak tergantikan. Fokus pada kualitas dan inovasi akan menjadi tameng yang melindungi industri dari gempuran kompetitor.

Peragaan busana di IN2MOTIONFEST X JMFW 2026 bukan sekadar hiburan visual semata, melainkan manifesto industri. Ia menunjukkan bahwa warisan budaya bisa menjadi mesin penggerak ekonomi yang sangat kuat. Dari ulos hingga denim bermotif flora, setiap kain membawa cerita yang layak dijunjung tinggi. Masa depan modest fashion Indonesia tampak cerah jika kolaborasi ini terus dijaga dan dibina dengan sungguh-sungguh. Kita bisa berharap lebih banyak koleksi spektakuler yang memanjakan mata sekaligus mengedukasi akal di tahun-tahun mendatang.

Sumber: Liputan6 Lifestyle

Suka dengan pembahasan mendalam seputar tren gaya hidup dan industri kreatif? Yuk, pastikan kamu selalu terhubung dengan kami agar tidak ketinggalan update berita terbaru yang sering melintas begitu saja. Ikuti kanal resmi LapakStore88 sekarang juga supaya setiap informasi menarik bisa langsung masuk ke beranda kamu tanpa perlu repot mencarinya.

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: JMFW 2026, modest fashion Indonesia, wastra Nusantara, desainer muslim, IN2MOTIONFEST, kain tradisional, industri mode halal

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Lifestyle