Kesehatan 6 menit baca

Jangan Diabaikan, Ini 6 'Red Flags' Pertanda Mata Harus Segera Diperiksa

Enam Sinyal Bahaya pada Mata yang Sering Diabaikan, Termasuk Kilatan Cahaya

LokalStore88 Kamis,15 Oktober 2026.

Bayangkan sedang asyik membaca atau menyetir, tiba-tiba pandangan di satu mata mengabur tanpa sebab yang jelas. Sebagian orang memilih mengucek mata, menunggu beberapa menit, lalu melanjutkan aktivitas seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, dalam sejumlah kasus, perubahan penglihatan yang datang mendadak seperti ini bukan sekadar gejala kelelahan biasa. Kementerian Kesehatan RI bahkan secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu gangguan penglihatan memburuk sebelum memeriksakan diri ke dokter. Peringatan itu disampaikan dalam media briefing memperingati Hari Penglihatan Sedunia 2026.

Pesan utamanya sederhana namun sering diabaikan: kenali tanda bahayanya lebih dulu, jangan tunggu sampai terlambat. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr Andi Saguni, MA, menekankan bahwa gangguan penglihatan bisa menimpa siapa saja tanpa pandang usia atau latar belakang. Namun, banyak di antaranya sebenarnya dapat dicegah, ditemukan lebih awal, atau dikoreksi jika masyarakat punya kesadaran untuk rutin memeriksakan mata. Kesadaran inilah yang dinilai masih menjadi PR besar di Indonesia.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Kenapa Pemeriksaan Dini Begitu Penting

Persoalan utamanya bukan pada keterbatasan teknologi medis, melainkan pada kebiasaan masyarakat yang cenderung datang ke fasilitas kesehatan saat keluhan sudah mengganggu. Padahal sejumlah gangguan penglihatan diketahui berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas di tahap awal. Artinya, seseorang bisa merasa penglihatannya normal-normal saja, sementara kondisi matanya diam-diam memburuk. Di titik inilah pemeriksaan berkala memegang peranan krusial, karena mampu mendeteksi masalah sebelum penderitanya merasakan keluhan berarti.

Kemenkes menyoroti setidaknya enam tanda yang sebaiknya tidak pernah diabaikan begitu saja oleh siapa pun. Enam tanda ini bukan daftar diagnosis, melainkan semacam alarm awal yang memberi sinyal bahwa mata butuh evaluasi medis segera. Semakin cepat seseorang menyadari dan menindaklanjutinya, semakin besar peluang penanganan dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang. Berikut penjelasan masing-masing tanda bahaya tersebut.

Enam Tanda yang Perlu Diwaspadai

Tanda pertama adalah penurunan penglihatan yang terjadi tiba-tiba, baik pada satu mata maupun keduanya. Kondisi ini berbeda dengan mata lelah biasa yang biasanya membaik setelah istirahat. Kalau pandangan mendadak kabur dan tidak kunjung pulih, jangan menunggu sampai membaik sendiri. Perubahan mendadak seperti ini bisa berkaitan dengan kondisi serius yang memerlukan evaluasi medis secepatnya, sehingga sebaiknya langsung mencari pertolongan profesional.

Kedua, mata merah yang disertai keluhan lain seperti nyeri hebat, sakit kepala, mual, atau bahkan muntah. Mata merah sendiri memang bisa dipicu banyak hal, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi. Namun kombinasi gejala yang menyertainya bisa menjadi pertanda situasi darurat yang perlu segera diperiksa dokter. Hindari meneteskan obat mata sembarangan tanpa mengetahui penyebab pastinya, karena bisa memperburuk keadaan atau menutupi gejala yang sebenarnya.

Tanda ketiga berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai floaters, yaitu bintik-bintik kecil yang tampak melayang di depan mata. Banyak orang menganggapnya hal lumrah dan tidak berbahaya. Namun jika jumlahnya mendadak bertambah banyak, muncul kilatan cahaya, atau ada bayangan seperti tirai yang menutupi sebagian penglihatan, itu saatnya segera periksa ke dokter mata. Gejala semacam ini dapat berkaitan dengan gangguan pada retina yang menuntut penanganan cepat agar tidak berujung pada kerusakan permanen.

Tanda keempat adalah cedera mata akibat benturan, tertusuk benda, atau kemasukan bahan kimia. Untuk kasus bahan kimia, langkah pertama yang dianjurkan adalah segera membilas mata dengan air bersih yang mengalir, lalu mencari pertolongan di instalasi gawat darurat. Jangan menggosok mata atau mencoba menetralkan bahan kimia dengan cairan lain, karena tindakan tersebut justru berisiko memperparah luka. Penanganan yang salah pada menit-menit awal bisa menentukan seberapa besar kerusakan yang terjadi.

Enam Sinyal Bahaya pada Mata yang Sering Diabaikan, Termasuk Kilatan Cahaya (2)
Foto: Detik Health

Kelima, orang tua perlu jeli memperhatikan perubahan pada mata anak. Salah satu tanda yang patut dicurigai adalah munculnya bercak putih pada pupil atau bagian hitam mata, terutama jika terlihat berulang di foto. Mata yang tampak juling atau tidak sejajar juga perlu diperiksakan tanpa harus menunggu anak mengeluh kesulitan melihat. Pasalnya, anak belum tentu menyadari atau mampu menjelaskan gangguan penglihatan yang dialaminya, sehingga peran orang tua menjadi sangat penting dalam mendeteksi masalah lebih awal.

Terakhir, penglihatan ganda yang muncul mendadak atau melihat satu benda seperti menjadi dua. Gejala ini kerap dianggap sekadar akibat kelelahan, padahal bisa menjadi sinyal yang lebih serius. Kondisi tersebut perlu segera diperiksa, terlebih jika disertai sakit kepala hebat, kelemahan pada anggota tubuh, wajah mencong, atau kesulitan berbicara. Bila gejala-gejala itu muncul bersamaan, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan darurat karena waktunya sangat krusial.

Siapa yang Paling Berisiko

Mengenali tanda bahaya memang penting, tetapi memeriksa mata juga tidak boleh hanya dilakukan ketika keluhan sudah muncul. Andi menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya melakukan skrining dan pemeriksaan secara berkala, lalu segera menindaklanjuti hasilnya jika ditemukan gangguan. Himbauan ini terutama ditujukan bagi kelompok yang memiliki faktor risiko lebih tinggi, seperti penyandang diabetes dan orang dengan riwayat keluarga glaukoma. Kelompok ini disarankan lebih disiplin dalam menjadwalkan pemeriksaan, meski sedang tidak merasakan keluhan apa pun.

Anak-anak juga masuk dalam kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Gangguan penglihatan pada anak tidak hanya berdampak pada kesehatan mata itu sendiri, tetapi juga bisa memengaruhi proses belajar dan tumbuh kembangnya. Kesulitan melihat dengan jelas dapat membuat anak tertinggal dalam pelajaran, sulit fokus, bahkan kehilangan minat bersosialisasi. Karena itu, deteksi dini pada anak bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan juga investasi bagi masa depannya.

Bagi pembaca pada umumnya, pesan dari Kemenkes ini sebenarnya cukup sederhana untuk diterapkan. Kenali tanda-tanda yang mencurigakan, rutin periksa mata, dan segera cari bantuan medis jika penglihatan berubah mendadak atau muncul tanda bahaya. Jangan menunggu jadwal pemeriksaan rutin ketika kondisi sudah mengkhawatirkan, karena penanganan yang terlambat sering kali membuat pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas. Langkah kecil berupa kesadaran diri bisa berdampak besar bagi kualitas penglihatan jangka panjang.

Dari sisi tenaga medis, imbauan seperti ini menjadi pengingat bahwa edukasi publik sama pentingnya dengan layanan pengobatan itu sendiri. Banyak pasien datang dalam kondisi yang sudah cukup berat, padahal seandainya diperiksa lebih awal, penanganannya bisa jauh lebih mudah. Pemerintah melalui Kemenkes tampaknya terus mendorong agar kesadaran akan kesehatan mata tumbuh sejak dini, bukan hanya muncul saat masalah sudah terlanjur parah. Skrining berkala dan tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi dua kunci yang terus ditekankan.

Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Pada akhirnya, kesehatan mata adalah salah satu aspek yang sering luput dari perhatian hingga muncul keluhan. Padahal, mata adalah indra yang menopang hampir seluruh aktivitas harian, mulai dari bekerja, belajar, hingga berinteraksi dengan orang lain. Menjaga penglihatannya tetap prima bukan berarti harus melakukan hal rumit, cukup dengan memperhatikan tanda-tanda yang mencurigakan dan memeriksakan diri secara rutin. Dua langkah itu sudah cukup untuk menekan risiko gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari.

Peringatan yang disampaikan dalam momentum Hari Penglihatan Sedunia 2026 menjadi pengingat bersama bahwa penglihatan adalah aset berharga yang perlu dirawat. Enam tanda bahaya yang dijabarkan di atas bisa menjadi panduan praktis bagi siapa saja untuk lebih peka terhadap kondisi matanya sendiri maupun keluarganya. Ketika penglihatan berubah mendadak atau muncul tanda yang tidak biasa, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. Sebab, dalam banyak kasus, kesempatan untuk menyelamatkan penglihatan justru terletak pada seberapa cepat kita bertindak.

Sumber: Detik Health

Jangan lewatkan informasi kesehatan terbaru lainnya yang bisa berdampak langsung buat kamu dan keluarga. Yuk, pantau terus kanal resmi LapakStore88 supaya kamu selalu jadi yang pertama tahu saat ada update berita penting berikutnya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: gangguan mata, red flags mata, kesehatan mata, pemeriksaan mata, penglihatan kabur, kilatan cahaya mata, floaters retina, Hari Penglihatan Sedunia

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Health