Bola 6 menit baca

PSIM vs PSM: Berburu Kemenangan Perdana

Duel Papan Bawah: PSIM dan PSM Saling Sikut Cari Kemenangan Perdana

LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.

Empat pertandingan awal tanpa satupun kemenangan tentu menjadi mimpi buruk bagi setiap kontestan liga profesional, sebuah situasi pelik yang kini tengah membelenggu dua nama besar sepak bola tanah air. Perjalanan kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 mempertemukan dua raksasa yang sedang terluka dalam sebuah duel krusial di pekan kelima. Pertarungan ini bukan sekadar perebutan gengsi semata, melainkan pertarungan hidup mati untuk mengamankan tiga angka pertama demi menyelamatkan musim yang baru seumur jagung. Atmosfer ketegangan sudah terasa jauh sebelum peluit kick-off dibunyikan karena kedua kubu sama-sama mendesak kebutuhan mendesak untuk segera bangkit dari keterpurukan.

Awal musim berjalan sangat berat bagi skuad Laskar Mataram setelah mereka harus menelan pil pahit kekalahan telak empat gol tanpa balas dari Persija Jakarta pada akhir pekan lalu. Hasil negatif tersebut semakin memperpanjang rentetan hasil buruk yang mereka derita sejak kompetisi resmi dimulai beberapa pekan sebelumnya. Dari total empat laga yang sudah dilalui, wakil Yogyakarta itu hanya mampu mengamankan satu hasil imbang sementara tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan memalukan. Rentetan hasil minor ini memaksa mereka terperosok ke papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-16 yang hanya berjarak setipis kulit bawang dari jurang degradasi.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Rapuhnya lini pertahanan menjadi salah satu akar permasalahan utama yang harus segera diselesaikan oleh jajaran pelatih dalam waktu singkat. Gawang mereka tercatat sudah jebol sebanyak delapan kali oleh gempuran lawan, sementara produktivitas lini depan tampak sangat mandul dengan baru menghasilkan dua gol saja. Satu-satunya pemain yang bisa diandalkan untuk merobek jala lawan sejauh ini adalah penyerang asing asal Slovenia, Nermin Haljeta, yang sebelumnya sempat mencetak gol ke gawang lawan. Ketergantungan pada satu sosok tentu bukan pertanda baik bagi sebuah tim yang berambisi untuk berbicara banyak di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Situasi Serupa di Kubu Juku Eja

Nasib sial rupanya juga menimpa calon lawan mereka pekan ini, di mana skuad kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan datang dengan membawa luka yang tidak kalah parah. Dari empat pertandingan pembuka yang telah dilakoni, tim berjuluk Juku Eja tersebut hanya mampu mengumpulkan dua angka hasil dari dua kali imbang dan dua kekalahan. Perolehan minor ini menempatkan mereka berada tepat satu tingkat di atas sang tuan rumah, yaitu di posisi ke-15 klasemen sementara. Situasi ini tentu membuat kedua belah pihak berada dalam tekanan mental yang luar biasa besar untuk segera memutus tren negatif tersebut.

Duel Papan Bawah: PSIM dan PSM Saling Sikut Cari Kemenangan Perdana (2)
Foto: Liputan6 Bola

Masalah klasik yang terus berulang di kubu Makassar terletak pada sektor pertahanan yang tampak begitu rapuh ketika menghadapi serangan cepat lawan. Pertahanan mereka sudah jebol sebanyak sebelas kali dalam empat pertandingan perdana, sebuah catatan statistik yang menunjukkan betapa keroposnya lini belakang mereka musim ini. Pelatih kepala Darije Kalezic bahkan secara terbuka mengekspresikan kekecewaannya atas rapuhnya lini belakang tim asuhannya yang dinilai kebobolan terlalu banyak gol. Sementara itu, lini serang mereka baru bisa menyumbangkan enam gol, angka yang belum cukup untuk menutupi lubang besar di sektor pertahanan.

Pertemuan antara kedua tim papan bawah ini dipastikan bakal berlangsung dalam situasi yang tidak biasa karena tidak akan dihadiri oleh penonton langsung di stadion. Kebijakan tanpa penonton ini terpaksa diambil pihak berwenang lantaran stadion sedang dipersiapkan untuk menggelar agenda nasional berskala besar yaitu Silaturahim Nasional Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh. Keputusan tersebut tentu menjadi kerugian besar bagi kubu tuan rumah yang biasanya selalu mengandalkan gemuruh dukungan suporter fanatik untuk membakar semangat juang di lapangan. Tanpa pemain ke-12 di tribun, perjuangan para penggawa di atas lapangan hijau dijamin akan terasa jauh lebih berat dan sunyi.

Catatan Rekor Pertemuan Masa Lalu

Jika menilik dari rekor head-to-head musim lalu, peluang kedua kesebelasan bisa dikatakan cukup seimbang namun tetap menyimpan cerita tersendiri bagi masing-masing kubu. Pada pertemuan pertama musim lalu, kedua tim harus puas berbagi angka satu poin setelah bermain imbang tanpa gol di markas lawan. Akan tetapi, pada bentrokan berikutnya di kandang sendiri, wakil Yogyakarta justru harus mengakui keunggulan tim tamu usai takluk dengan skor tipis satu gol berbanding dua. Catatan historis ini tentu bakal menjadi bahan evaluasi penting bagi kedua pelatih dalam meramu strategi terbaik di atas lapangan nanti.

Duel Papan Bawah: PSIM dan PSM Saling Sikut Cari Kemenangan Perdana (3)
Foto: Liputan6 Bola

Menyongsong laga krusial ini, kedua pelatih diprediksi bakal menurunkan komposisi pemain terbaik demi mengamankan target tiga poin harga mati. Kubu tuan rumah kemungkinan besar tetap mengandalkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan ketajaman trio penyerang mereka untuk menggedor pertahanan lawan. Penjaga gawang muda berbakat Cahya Supriadi masih akan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang, didukung oleh barisan bek tangguh di lini belakang. Di lini tengah, kreativitas pengatur serangan asal Portugal diharapkan mampu mengalirkan bola dengan baik ke lini depan.

Di sisi lain, tim tamu juga diprediksi akan turun dengan skema taktik serupa untuk mengimbangi permainan terbuka dari tuan rumah sejak menit awal pertandingan. Di bawah komando kiper berpengalaman, lini belakang akan dikoordinasikan secara ketat guna mengantisipasi kecepatan para penyerang lawan yang kerap merebut bola. Lini tengah mereka juga akan diisi oleh gelandang-gelandang pekerja keras yang bertugas memutus aliran serangan sekaligus membangun transisi cepat. Pertarungan sengit di lini tengah dipastikan bakal menjadi kunci penentu jalannya penguasaan bola sepanjang 90 menit pertandingan.

Menanti Kebangkitan di Lapangan Hijau

Bagi para penikmat sepak bola nasional, duel dua tim yang sedang berjuang keluar dari zona merah ini tetap menawarkan daya tarik tersendiri yang sayang untuk dilewatkan. Tekanan besar yang dipikul oleh kedua kesebelasan justru berpotensi memunculkan permainan dengan intensitas tinggi karena tidak ada yang mau kehilangan poin lagi. Siapa pun yang mampu keluar dari tekanan mental dan meminimalisir kesalahan sendiri akan memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan perdana mereka. Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga angka di papan klasemen, melainkan tentang mengembalikan kepercayaan diri dan kehormatan klub.

Kegagalan meraih hasil maksimal dalam pertandingan ini tentu akan semakin membenamkan posisi mereka dalam krisis berkepanjangan yang sulit dicari jalan keluarnya. Manajemen klub tentu tidak akan tinggal diam jika tren negatif ini terus berlanjut hingga paruh pertama musim kompetisi berjalan. Oleh karena itu, para pemain di atas lapangan dituntut untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka dan membuktikan kapasitas sebagai pemain profesional. Publik sepak bola tanah air kini tinggal menantikan skuad mana yang akhirnya mampu bangkit dan tersenyum lebar di akhir laga nanti.

Sumber: Liputan6 Bola

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar dunia olahraga dan pertandingan seru lainnya. Terus pantau perkembangan berita terkini bersama kami agar Anda selalu update setiap hari.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, BRI Super League, Jadwal Liga, Sepak Bola Indonesia, Zona Merah, Klasemen Sementara

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bola