Bisnis 6 menit baca

Transformasi Berfokus pada Nasabah, BRI Raih Posisi 3 Besar BUMN dengan Layanan Terbaik di Indonesia

BRI Tembus Tiga Besar BUMN Terbaik Lewat Revolusi Layanan Nasabah

LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.

Bayangkan jika setiap kali Anda menyetor atau menarik uang di bank, yang Anda rasakan bukan sekadar transaksi datar, melainkan pengalaman yang mulus dan memuaskan. Inilah yang berhasil ditorehkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang baru saja duduk di posisi ketiga dalam daftar Top 10 Danantara Indonesia CX100 BUMN 2026. Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa bank pelat merah ini telah berhasil bertransformasi menjadi institusi yang sangat peduli pada sentimen pelanggannya. Bagi masyarakat luas, hal ini berarti standar pelayanan perbankan di Indonesia kini mulai menggeser fokus dari sekadar efisiensi internal ke arah kepuasan pengguna secara langsung. Keberhasilan ini menegaskan bahwa BRI tidak lagi hanya diukur dari besaran asetnya, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan setiap nasabah.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang bergengsi Danantara Indonesia CX100 Award 2026 yang digelar di Jakarta pada Selasa (13/10). Ajang ini menjadi sorotan karena menjadi barometer baru bagi kualitas pelayanan perusahaan-perusahaan milik negara. Dengan menduduki peringkat ketiga secara nasional, BRI berhasil bersaing ketat dengan BUMN lain yang juga berlomba-lomba meningkatkan mutu pelayanan mereka di era digital saat ini. Kehadiran BRI di jajaran tiga besar menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam cara bank raksasa ini memandang hubungannya dengan masyarakat. Mereka tidak lagi memosisikan diri sebagai penyedia jasa keuangan yang kaku, melainkan sebagai mitra strategis yang responsif terhadap segala kebutuhan finansial rakyat.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Fondasi Transformasi Berbasis Nasabah

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa prestasi ini adalah bentuk apresiasi atas kepercayaan masyarakat yang terus dipupuk selama bertahun-tahun. Menurutnya, inti dari transformasi BRI terletak pada konsistensi menjadikan nasabah sebagai pusat dari setiap strategi bisnis yang dijalankan. Bagi manajemen BRI, kualitas layanan tidak lagi didefinisikan semata-mata oleh kecepatan proses transaksi atau luasnya akses fisik cabang. Melainkan, bagaimana setiap titik interaksi mampu menciptakan pengalaman positif yang memberi nilai tambah bagi kehidupan nasabah. Pandangan ini menandai evolusi besar dalam budaya kerja perbankan domestik yang kini lebih humanis dan berorientasi pada hasil akhir bagi pelanggan.

Program yang menjadi tulang punggung perubahan ini dikenal dengan nama BRIVolution Reignite. Ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan menyeluruh yang menargetkan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Namun, yang paling krusial adalah upaya membangun budaya kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar. BRI menyadari bahwa dalam industri yang bergerak cepat, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah adalah kunci utama bertahan hidup. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi diukur berdasarkan dampaknya terhadap kepuasan pengguna. Hal ini memastikan bahwa kemajuan teknologi dan proses internal benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat umum.

Pengakuan dari Danantara Indonesia juga memberikan validasi kuat atas arah perjalanan BRI tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa upaya internal bank telah selaras dengan harapan publik yang menginginkan layanan yang lebih baik. Dengan memposisikan diri sebagai institusi yang inklusif, BRI berupaya menghapus stigma bahwa layanan perbankan hanya untuk kalangan tertentu. Sebaliknya, mereka membuka lebar pintu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merasakan kemudahan akses keuangan. Strategi ini dianggap sangat relevan mengingat tantangan ekonomi saat ini menuntut solusi yang cepat dan mudah diakses oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi mereka.

Perspektif Danantara dan Standar Nasional

Tidak bisa dimungkiri bahwa dukungan dari induk perusahaan atau pemegang saham mayoritas memiliki pengaruh besar terhadap percepatan transformasi digital dan operasional. Dalam konteks ini, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan adalah fondasi vital untuk memperkuat daya saing BUMN. Dia menekankan bahwa keberhasilan sebuah BUMN tidak hanya bisa dilihat dari laporan keuangan yang gemerlap semata. Lebih dari itu, kemampuan perusahaan dalam menghadirkan pengalaman layanan yang konsisten dan positif menjadi indikator utama keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini mengubah cara pandang korporasi negara dari sekadar entitas profit menuju pelayan publik yang handal.

BRI Tembus Tiga Besar BUMN Terbaik Lewat Revolusi Layanan Nasabah (2)
Foto: Liputan6 Bisnis

Dony juga menyoroti tanggung jawab moral BUMN sebagai perusahaan milik negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat nyata. Semangat ini diimplementasikan melalui dorongan budaya 'Melayani Sepenuh Hati' yang digaungkan di seluruh ekosistem BUMN. Dengan menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama, diharapkan tercipta standar layanan nasional yang lebih tinggi dan terukur. Inisiatif Danantara Indonesia CX100 sendiri hadir untuk mengisi kekosongan data objektif mengenai pengalaman pelanggan BUMN. Melalui pengukuran komprehensif ini, negara kini memiliki cerminan nyata tentang seberapa baik perusahaan pelat merah melayani warganya, sehingga evaluasi dan perbaikan dapat dilakukan secara berbasis data yang akurat dan transparan.

Metodologi penilaian dalam ajang CX100 cukup unik karena mengedepankan perspektif publik atau pelanggan. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi tolok ukur, yaitu effectiveness, ease, dan emotion. Efektivitas mengukur ketepatan layanan dalam menyelesaikan masalah pelanggan, sementara kemudahan menilai seberapa gampang akses layanan tersebut didapatkan. Terakhir, aspek emosi menyoroti kenyamanan dan kepuasan batin yang dirasakan nasabah selama berinteraksi dengan bank. Perpaduan ketiga aspek ini memberikan gambaran holistik tentang kualitas layanan, melampaui sekadar metrik teknis operasional. Ini memastikan bahwa bank tidak hanya cepat dan benar, tetapi juga memberikan sensasi positif yang membuat nasabah ingin kembali.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Kerakyatan

Bagi BRI, peningkatan kualitas layanan ini memiliki fungsi strategis yang jauh lebih besar dari sekadar meraih piala. Hal ini merupakan bagian integral dari misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang menjadi jati diri bank sejak lama. Dengan menyediakan layanan yang semakin mudah diakses, BRI berperan aktif dalam mendorong masyarakat keluar dari sektor informal. Lebih dari itu, mereka membuka jalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terhubung dengan sistem keuangan formal. Hal ini sangat krusial karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang sering kali kesulitan mendapatkan akses pendanaan yang layak dan terjangkau.

Kepercayaan nasabah diakui sebagai aset paling berharga yang dimiliki oleh BRI, bahkan lebih berharga daripada modal fisik. Oleh karena itu, penghargaan ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran manajemen untuk tidak berpuas diri. BRI berkomitmen untuk terus melakukan transformasi agar menjadi institusi keuangan yang semakin kompetitif di kancah global. Mereka ingin memastikan bahwa kontribusi nyata bagi perekonomian nasional tidak hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga melalui edukasi dan kemudahan layanan. Dengan demikian, setiap transaksi yang dilakukan nasabah menjadi bagian dari rantai nilai yang memperkuat daya saing ekonomi domestik secara keseluruhan.

Ke depan, persaingan di industri perbankan Indonesia diprediksi akan semakin ketat dengan fokus pada pengalaman pengguna. BRI dengan posisinya saat ini memiliki keunggulan psikologis dan operasional yang solid. Keberhasilan meraih peringkat ketiga ini membuktikan bahwa transformasi yang berfokus pada manusia selalu memberikan hasil yang konkret. Masyarakat dapat berharap pada layanan yang semakin personal, cepat, dan transparan dari bank-bank BUMN di masa depan. Pada akhirnya, kemenangan terbesarnya adalah ketika setiap nasabah merasa dihargai dan dilayani dengan sepenuh hati, menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berkeadilan bagi semua.

Sumber: Liputan6 Bisnis

Gimana, kurang lengkap rasanya kalau nggak tahu kabar terbaru soal bisnis dan ekonomi, kan? Yuk, pastikan kamu nggak ketinggalan info menarik lainnya dengan terus mengikuti update berita terkini dari LapakStore88. Nanti ada banyak cerita segar lagi yang mungkin bisa jadi bahan obrolan seru buat kamu.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: BRI, Danantara Indonesia CX100, transformasi perbankan, kualitas layanan BUMN, penghargaan bank, pemberdayaan UMKM, customer experience

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bisnis