Otomotif 4 menit baca

Gandar Belakang Patah, Malaysia Hentikan Penjualan Chery Omoda 5

Gandar Patah Omoda 5: Dari Video Viral Hingga Penundaan Penjualan di Malaysia

LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.

Pada 6 Oktober 2026, sebuah video di media sosial memperlihatkan gandar belakang Chery Omoda 5 yang patah secara tiba-tiba, menimbulkan kegelisahan di kalangan pengguna SUV kompak ini. Video tersebut menunjukkan bagian suspensi belakang terlepas dari bodi mobil, menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan kualitas produksi. Momen tersebut segera tersebar luas, memicu perbincangan di forum otomotif dan media massa. Begitu saja, sebuah insiden kecil menjadi sorotan nasional.

Keanehan ini menjadi penting bagi pembaca karena mengingatkan kita akan betapa pentingnya standar keselamatan kendaraan. Di era mobilisasi massal, masalah struktural seperti ini dapat berdampak langsung pada keselamatan pengendara dan penumpang. Selain itu, insiden ini memunculkan ketidakpercayaan konsumen terhadap merek yang baru saja memasuki pasar Malaysia. Dengan begitu, pembaca diharapkan lebih waspada saat memilih kendaraan.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Chery Omoda 5, yang dirakit secara lokal di Malaysia, telah menjadi salah satu SUV crossover kompak terpopuler di Asia Tenggara. Mobil ini bergerak roda depan, dilengkapi mesin 1,5‑liter turbocharged dan transmisi otomatis DCT 6‑percepatan. Sejak debutnya pada 2023, Omoda 5 telah menikmati penjualan yang meningkat tajam. Namun, kehadiran model ini juga membawa tantangan baru dalam hal kontrol kualitas dan regulasi lokal.

Insiden Patah Gandar

Video viral tersebut menampilkan gandar belakang Omoda 5 yang terlepas saat mobil sedang melaju. Penonton langsung menyadari bahwa suspensi torsion beam, komponen utama, tidak dapat menahan beban. Foto‑foto yang diunggah di platform sosial menunjukkan retakan pada poros dan konektor, menandakan potensi cacat produksi. Insiden ini memicu spekulasi mengenai proses pembuatan dan pengelasan komponen mobil.

Gandar Patah Omoda 5: Dari Video Viral Hingga Penundaan Penjualan di Malaysia (2)
Foto: Liputan6 Otomotif

Tindakan Regulator dan Recall

Setelah meninjau bukti, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia memutuskan menangguhkan type approval Omoda 5 dan memerintahkan penghentian sementara penjualan. Keputusan ini diambil untuk melindungi konsumen sambil menunggu penyelidikan teknis lebih lanjut. Di sisi pabrikan, Chery Malaysia segera merilis pernyataan resmi dan memulai kampanye recall. Recall tersebut ditujukan khusus untuk unit pra‑facelift (tipe C dan H) yang masih memakai sistem torsion beam.

Perbandingan dengan insiden 2024 menambah kompleksitas situasi. Pada tahun 2024, Chery Malaysia mengidentifikasi cacat pengelasan pada 600 unit Omoda 5, dengan 60 unit terbukti rusak. Namun, pada waktu itu, recall dilakukan secara sukarela tanpa campur tangan regulator. Sekarang, JPJ menilai bahwa risiko keselamatan lebih serius dan menuntut tindakan lebih tegas.

Untuk menenangkan pemilik, Chery menyediakan portal khusus di situs resmi mereka. Di sana, konsumen dapat memeriksa status nomor rangka (VIN) kendaraan mereka dan mendapatkan instruksi langkah berikutnya. Pabrikan juga mengimbau pemilik yang terdampak untuk segera membawa kendaraan ke bengkel resmi. Langkah ini bertujuan agar perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin.

Perkembangan Selanjutnya

Reputasi Chery di pasar regional kini diuji. Sebagai merek Tiongkok yang telah tumbuh pesat di Malaysia sejak 2023, insiden ini menimbulkan keraguan publik. Konsumen kini lebih cenderung menilai kualitas kendaraan secara kritis. Penurunan kepercayaan dapat berdampak pada penjualan dan penetrasi merek di wilayah ini.

Gandar Patah Omoda 5: Dari Video Viral Hingga Penundaan Penjualan di Malaysia (3)
Foto: Liputan6 Otomotif

Reaksi publik juga tidak lepas dari kritik tajam. Banyak pengguna menilai bahwa Chery seharusnya segera menanggapi video tersebut, namun respons hanya muncul enam hari setelah insiden. Selain itu, komentar industri otomotif menuduh pabrikan mencoba menekan liputan media. Hal ini menambah ketegangan antara regulator, pabrikan, dan konsumen.

Insiden ini juga menyoroti pentingnya standar keselamatan kendaraan di Malaysia. JPJ kini menunjukkan bahwa regulasi tidak hanya sekadar pemeriksaan dokumen, tetapi juga melibatkan verifikasi fisik produk. Peristiwa ini diharapkan dapat memperkuat prosedur inspeksi dan meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan secara rutin.

Melihat ke depan, Omoda 5 facelift yang menggunakan sistem suspensi multi‑link diklaim bebas dari masalah tersebut. Namun, pabrikan harus terus memantau kualitas produksi dan memperkuat kontrol kualitas. Meskipun recall dapat memperpanjang biaya produksi, langkah ini penting untuk menjaga loyalitas konsumen. Di masa yang akan datang, Chery harus membuktikan bahwa mereka dapat memenuhi standar keselamatan internasional.

Kesimpulannya, insiden gandar patah Omoda 5 menegaskan perlunya kolaborasi antara regulator, pabrikan, dan konsumen. Penangguhan penjualan dan recall menjadi langkah awal yang penting. Namun, keberhasilan jangka panjang bergantung pada kepercayaan publik dan komitmen Chery terhadap kualitas. Dengan tindakan tegas dan transparan, diharapkan pasar Malaysia dapat kembali stabil dan konsumen merasa aman saat memilih kendaraan.

Sumber: Liputan6 Otomotif

Terus ikuti update kami untuk berita otomotif terkini. Jangan lewatkan kabar terbaru tentang kendaraan, regulasi, dan inovasi teknologi. Bergabunglah dengan komunitas kami dan tetap up-to-date!

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Chery Omoda 5, gandar patah, JPJ Malaysia, recall otomotif, suspension safety

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Otomotif