Lifestyle 4 menit baca

Phubbing adalah Kebiasaan Mengabaikan Orang Lain demi Ponsel, Ini Dampaknya

Mengapa Sibuk dengan Ponsel Saat Bersama Orang Lain Bisa Merusak Hubungan

LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.

Bayangkan Anda sedang bercerita tentang hari yang melelahkan, tetapi mata pasangan Anda terus menatap layar ponsel sambil sesekali mengangguk. Momen seperti ini mungkin terasa sepele, namun penelitian menunjukkan dampaknya serius: semakin sering seseorang merasa diabaikan karena ponsel, semakin buruk kualitas hubungan yang ia jalani. Istilah untuk perilaku ini adalah phubbing, dan tanpa sadar kebiasaan ini bisa menggerogoti kedekatan yang sudah dibangun bertahun-tahun.

Apa Itu Phubbing dan Mengapa Sering Tak Disadari

Phubbing berasal dari gabungan kata phone dan snubbing, yang merujuk pada tindakan mengabaikan orang yang sedang bersama kita karena lebih asyik mengecek ponsel. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari membaca notifikasi, membalas pesan, hingga menggulir media sosial tanpa tujuan jelas. Yang membuatnya berbahaya, kebiasaan ini kerap dilakukan tanpa niat buruk. Banyak orang merasa hanya mencuri waktu sebentar, padahal sinyal yang ditangkap lawan bicara adalah ketidakhadiran emosional. Dalam jangka panjang, pola ini bisa mengikis rasa dihargai dalam sebuah hubungan.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Dampak pada Pasangan dan Keluarga

Ketika perhatian terus teralih pada layar, pasangan bisa merasa dirinya tidak cukup penting untuk diperhatikan. Penelitian yang dipimpin Claire Hart, profesor madya psikologi di University of Southampton, Inggris, melibatkan 196 partisipan untuk menelusuri kaitan antara penggunaan gadget dan kualitas hubungan. Hasilnya konsisten: mereka yang sering merasa diabaikan karena ponsel cenderung memiliki hubungan yang lebih buruk. Dampak serupa juga dirasakan dalam relasi orang tua dan anak, di mana kehadiran fisik tanpa keterlibatan bisa mengurangi peluang membangun kedekatan yang bermakna.

Pada anak-anak yang lebih besar, kebiasaan orang tua bermain ponsel saat bersama mereka bahkan dapat memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri. Anak bisa menafsirkan bahwa dirinya kurang menarik atau tidak cukup penting untuk mendapatkan perhatian penuh. Tentu saja penafsiran ini tidak selalu benar, tetapi persepsi itulah yang tertanam dan bisa terbawa hingga dewasa. Inilah mengapa phubbing bukan sekadar soal etika sosial, melainkan juga soal kesehatan relasi jangka panjang.

Lingkaran Konflik yang Saling Membalas

Hart menjelaskan bahwa respons setiap orang terhadap phubbing bisa berbeda-beda, bergantung pada kepribadian masing-masing. Ada yang memilih memendam rasa kecewa, ada pula yang langsung menegur. Namun, reaksi yang cukup umum adalah membalas dengan perilaku serupa, misalnya ikut asyik dengan ponsel saat sedang bersama pasangan. Pola balas dendam kecil ini justru menciptakan lingkaran konflik, di mana kedua pihak merasa sama-sama tidak dihargai. Akibatnya, komunikasi yang seharusnya menjadi jembatan malah berubah menjadi ajang saling mengabaikan.

Mengapa Sibuk dengan Ponsel Saat Bersama Orang Lain Bisa Merusak Hubungan (2)
Foto: Liputan6 Kesehatan

Selain memicu konflik, beralih dari percakapan ke gadget juga mengganggu keterlibatan seseorang dalam momen yang sedang berlangsung. Waktu untuk berbagi cerita, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan membangun kedekatan pun menyusut. Padahal, momen-momen kecil seperti itu yang biasanya menjadi perekat hubungan. Ketika momen tersebut terus-menerus hilang, jarak emosional perlahan-lahan tumbuh tanpa disadari oleh keduanya.

Langkah Sederhana untuk Mengurangi Phubbing

Alih-alih terus menyalahkan diri sendiri karena sulit lepas dari ponsel, para psikolog menyarankan pendekatan yang lebih realistis: meningkatkan kesadaran saat menggunakannya. Kaitlyn Regehr, profesor madya di University College London, Inggris, menawarkan langkah sederhana yang bisa langsung diterapkan. Ketika perlu mengecek ponsel saat sedang bersama orang lain, jelaskan alasannya terlebih dahulu. Misalnya, sampaikan bahwa Anda harus membalas pesan penting dari kantor atau memeriksa jadwal kegiatan. Setelah selesai, letakkan kembali ponsel dan kembalilah fokus pada percakapan.

Cara ini membantu seseorang menghindari kebiasaan mengecek layar secara otomatis, yang sering terjadi tanpa alasan jelas. Dengan menjelaskan tujuan penggunaan ponsel, Anda juga mengirim pesan bahwa orang yang sedang bersama Anda tetap menjadi prioritas. Menurut Regehr, kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan gadget. Ketika sadar mengapa membuka ponsel, seseorang diharapkan tidak mudah tergoda beralih ke aplikasi lain atau terus menggulir layar tanpa keperluan.

Bukan Berarti Harus Menjauh dari Ponsel

Penting untuk digarisbawahi bahwa mengurangi phubbing bukan berarti harus selalu menjauhkan ponsel atau menolak teknologi. Ponsel tetap alat komunikasi dan kerja yang tak tergantikan. Yang menjadi persoalan adalah cara kita menggunakannya, terutama saat sedang menghabiskan waktu bersama orang lain. Kesadaran diri menjadi kunci, bukan larangan mutlak. Dengan begitu, perhatian, komunikasi, dan kedekatan dalam hubungan dapat tetap terjaga tanpa harus mengorbankan produktivitas.

Pada akhirnya, phubbing adalah cerminan dari pilihan kecil yang kita ambil setiap hari: apakah akan memberi perhatian penuh pada orang di depan mata, atau membiarkan layar merebut momen tersebut. Perubahan tidak perlu drastis; cukup mulai dari kebiasaan menjelaskan alasan dan segera kembali fokus. Hubungan yang sehat dibangun dari kehadiran yang utuh, bukan sekadar kehadiran fisik. Dengan kesadaran dan niat baik, kita bisa tetap terhubung dengan teknologi tanpa kehilangan kedekatan dengan orang-orang tercinta.

Sumber: Liputan6 Kesehatan

Jangan lewatkan ulasan menarik lainnya seputar gaya hidup dan teknologi hanya di LapakStore88. Pantau terus kanal resmi kami supaya Anda selalu mendapat informasi terbaru dan terpercaya. Yuk, ikuti dan jadikan kami sumber bacaan harian Anda.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: phubbing, dampak phubbing, kebiasaan main ponsel, kualitas hubungan, hubungan pasangan, penggunaan gadget, tips mengurangi phubbing

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Kesehatan