Bola 7 menit baca

Eks Presiden Barcelona Ini Minta Maaf ke Lionel Messi

Joan Gaspart Minta Maaf Usai Kritik Pedas ke Lionel Messi

LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.

Dua hari setelah melontarkan kata-kata tajam yang menyerang Lionel Messi, Joan Gaspart angkat bicara dengan nada yang jauh berbeda. Mantan Presiden Barcelona itu menyatakan penyesalannya dan secara terbuka meminta maaf kepada megabintang Argentina tersebut. Permintaan maaf ini bukan perkara sepele, mengingat Gaspart adalah figur senior yang pernah memimpin klub Catalan itu pada periode 2000 hingga 2003. Ucapannya punya bobot, dan ketika ia mengkritik Messi secara terbuka, publik Barcelona langsung terbelah. Kini, ia berusaha meredakan ketegangan yang sempat ia ciptakan sendiri.

Kritik Pedas yang Memicu Kontroversi

Semua bermula dari sebuah siniar bertajuk 'Slo Para Cules'. Dalam kesempatan itu, Gaspart ditanya soal hubungan Messi yang disebut-sebut renggang dengan Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta. Ketegangan antara keduanya sudah jadi rahasia umum sejak Messi meninggalkan klub pada 2021. Ketika itu, muncul kabar bahwa Laporta enggan memperpanjang kontrak Messi, padahal sang pemain masih ingin bertahan di Camp Nou. Situasi makin panas karena keduanya disebut memiliki visi berbeda, dan beberapa pernyataan Laporta dinilai menyinggung pihak Messi, termasuk soal tawaran bermain dengan bayaran gratis.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Gaspart, yang dikenal vokal, tidak menahan diri. Ia menyoroti keretakan antara Messi dan Laporta dalam konteks rencana laga perpisahan Messi di Camp Nou. Menurutnya, tidak ada pemain yang boleh merasa lebih tinggi dari nama klub. Ia bahkan menyatakan tidak akan menghadiri acara penghormatan untuk Messi jika sang pemain hanya mau datang setelah Laporta tidak lagi menjabat. Pernyataan itu jelas memicu reaksi keras, terutama dari para penggemar Messi yang menganggap Gaspart melupakan jasa besar sang pemain.

Puncaknya, Gaspart melontarkan pertanyaan retoris yang menohok: memangnya Messi pikir dia siapa? Ia menegaskan bahwa siapa pun presidennya, Messi seharusnya tetap datang untuk berpamitan kepada Barcelona. Kalimat itu langsung menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial. Banyak yang menilai Gaspart terlalu jauh mencampuri urusan pribadi antara Messi dan klub. Kritik pun mengalir deras, tidak hanya dari penggemar, tetapi juga dari pengamat sepak bola yang merasa pernyataan tersebut tidak perlu.

Permintaan Maaf yang Datang Cepat

Hanya berselang beberapa hari, Gaspart berbalik arah. Ia mengakui bahwa ucapannya sudah melewati batas. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengungkapkan bahwa dirinya sadar telah bertindak berlebihan. Menariknya, ia sempat menyebut bahwa dirinya bahkan tidak pernah meminta maaf kepada anak-anaknya sendiri ketika mengkritik mereka. Namun, kali ini situasinya berbeda. Ia merasa perlu menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Messi, sosok yang ia akui sangat ia sayangi.

Gaspart mengaku telah mengirim pesan pribadi kepada Leo. Ia ingin memastikan bahwa dirinya tidak bermaksud menyakiti perasaan pemain yang telah mengharumkan nama Barcelona itu. Dalam pesannya, Gaspart menegaskan bahwa ia dan banyak orang mencintai Messi. Namun, ia juga tetap pada pendiriannya bahwa Barcelona adalah entitas yang lebih besar dari siapa pun, termasuk pemain sekaliber Messi. Baginya, pernyataan itu seharusnya cukup sampai di situ, tanpa perlu ditambah kalimat-kalimat tajam yang menyerang pribadi Messi.

Permintaan maaf Gaspart ini menunjukkan bahwa ia menyadari betul besarnya pengaruh kata-katanya. Sebagai mantan orang nomor satu di Barcelona, setiap ucapannya bisa memicu polemik. Ia pun belajar bahwa mengkritik dengan keras, apalagi soal hubungan pribadi antara pemain dan klub, bukanlah langkah yang bijak. Publik pun menyambut permintaan maaf ini dengan beragam reaksi, ada yang mengapresiasi, tak sedikit pula yang masih mengkritik karena menganggapnya terlambat.

Latar Belakang Hubungan Messi dan Barcelona

Untuk memahami mengapa pernyataan Gaspart begitu sensitif, kita perlu menengok ke belakang. Messi meninggalkan Barcelona pada 2021 dengan cara yang terasa pahit. Ia sebenarnya ingin bertahan, bahkan sudah mencapai kesepakatan tertentu, tetapi situasi finansial klub membuat kesepakatan itu batal. Laporta, yang baru kembali menjabat, berada di pusat badai. Banyak pihak menilai komunikasi antara klub dan Messi saat itu tidak berjalan mulus. Sejak kepergiannya, laga perpisahan yang layak untuk Messi belum pernah terwujud, dan itu menjadi luka yang belum sembuh bagi banyak penggemar.

Messi sendiri dikabarkan ingin menjalani laga perpisahan di Camp Nou ketika waktunya tiba untuk gantung sepatu. Namun, hingga kini, ia belum sempat berpamitan secara langsung kepada para Cules, sebutan untuk penggemar Barcelona. Inilah yang membuat isu laga perpisahan menjadi sangat emosional. Bagi sebagian penggemar, Messi bukan sekadar pemain; ia adalah simbol kejayaan klub. Mengkritik Messi dengan cara yang keras, terlebih dari seorang mantan presiden, dianggap seperti mengkhianati memori indah yang telah ia ciptakan.

Joan Gaspart Minta Maaf Usai Kritik Pedas ke Lionel Messi (2)
Foto: Detik Sepakbola

Di sisi lain, ada pula yang memahami sudut pandang Gaspart. Dalam dunia sepak bola, prinsip bahwa klub lebih besar dari individu adalah nilai yang dijunjung tinggi. Barcelona memiliki sejarah panjang dan telah melewati banyak era kejayaan sebelum maupun sesudah Messi. Namun, menyampaikan prinsip itu dengan nada menyerang jelas bukan pendekatan yang tepat. Itulah yang akhirnya disadari Gaspart, dan ia pun memilih untuk melunakkan sikapnya.

Ketegangan antara Messi dan Laporta juga menjadi faktor yang memperkeruh suasana. Beberapa pernyataan Laporta, seperti tawaran bermain gratis, dianggap merendahkan posisi Messi. Hal ini membuat hubungan keduanya semakin renggang, dan Gaspart terjebak dalam pusaran konflik yang sebenarnya bukan berasal dari dirinya. Ia menjadi pihak yang ikut melontarkan kritik, sebelum akhirnya menyadari bahwa posisinya sebagai mantan presiden seharusnya bisa menjadi penengah, bukan pemanas situasi.

Dampak bagi Barcelona dan Penggemar

Polemik ini memberikan gambaran betapa rumitnya hubungan antara Barcelona dan Messi pasca perpisahan 2021. Bagi penggemar, isu laga perpisahan adalah hal yang sangat dinantikan. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada pemain yang telah mencetak ratusan gol dan mempersembahkan banyak trofi. Ketika seseorang seperti Gaspart melontarkan pernyataan yang terkesan meremehkan Messi, emosi penggemar pun tersulut. Permintaan maaf Gaspart setidaknya meredakan ketegangan, meski tidak sepenuhnya menghapus kekecewaan.

Di sisi lain, insiden ini menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga tutur kata di ruang publik. Dalam era media sosial, setiap pernyataan bisa dengan cepat menyebar dan memicu reaksi besar. Gaspart, yang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola, tentu paham betul hal itu. Namun, ia tetap terjebak dalam momen emosional yang membuatnya melontarkan kata-kata tajam. Permintaan maafnya menunjukkan bahwa ia menyadari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya.

Bagi Barcelona sendiri, episodenya menjadi pengingat bahwa transisi dari era Messi tidaklah mudah. Klub harus menata ulang identitas dan strategi, sambil tetap menghormati warisan sang legenda. Hubungan dengan Messi, termasuk rencana laga perpisahan, perlu dikelola dengan hati-hati agar tidak menimbulkan polemik baru. Sosok seperti Gaspart, meski sudah tidak menjabat, masih memiliki pengaruh dan suaranya didengar. Karena itu, sikapnya kali ini bisa menjadi contoh bahwa mengakui kesalahan bukanlah tanda kelemahan.

Penggemar pun berharap agar isu laga perpisahan Messi bisa segera menemukan titik terang. Mereka ingin melihat Messi kembali ke Camp Nou, bukan untuk berkonflik, melainkan untuk merayakan sejarah bersama. Permintaan maaf Gaspart mungkin bukan solusi utama, tetapi setidaknya menjadi langkah kecil menuju rekonsiliasi. Yang jelas, kasus ini memperlihatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal taktik dan trofi, tetapi juga soal rasa hormat dan kenangan.

Melihat ke Depan

Ke depannya, pertanyaan besar masih menggantung: kapan dan bagaimana laga perpisahan Messi akan terwujud? Apakah Laporta dan Messi bisa duduk bersama dan menyelesaikan perbedaan mereka? Publik Barcelona tentu berharap hal terbaik. Mereka ingin mengenang Messi sebagai pahlawan, bukan sebagai sosok yang terlibat dalam drama berkepanjangan. Permintaan maaf Gaspart bisa menjadi sinyal bahwa semua pihak mulai melunak dan ingin move on dari konflik masa lalu.

Bagi Messi sendiri, belum ada pernyataan resmi terkait polemik ini. Ia dikenal sebagai pribadi yang tenang dan jarang menanggapi kritik secara terbuka. Fokusnya saat ini mungkin lebih pada kariernya bersama klubnya sekarang dan timnas Argentina. Namun, keinginannya untuk berpamitan kepada Cules tetap menjadi harapan banyak orang. Jika suatu hari ia benar-benar menginjakkan kaki lagi di Camp Nou untuk laga perpisahan, momen itu akan menjadi salah satu yang paling emosional dalam sejarah sepak bola modern.

Sementara itu, Gaspart telah menunjukkan bahwa ia mampu menurunkan ego dan meminta maaf. Langkah ini patut diapresiasi, meski tidak serta-merta menghapus kritik yang telah ia lontarkan. Yang penting, ia menyadari bahwa kata-kata memiliki konsekuensi. Dalam dunia yang penuh tekanan seperti sepak bola, kemampuan untuk mengakui kesalahan adalah kualitas yang berharga. Kini, bola berada di tangan semua pihak untuk memastikan bahwa warisan Messi di Barcelona tetap dikenang dengan cara yang pantas.

Sumber: Detik Sepakbola

Jangan sampai ketinggalan kabar terbaru soal Messi, Barcelona, dan dunia sepak bola lainnya. Terus pantau LapakStore88 biar kamu selalu jadi yang pertama tahu update seru berikutnya. Gabung dan ikuti kanal resmi kami sekarang juga!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: joan gaspart, lionel messi, barcelona, laga perpisahan messi, joan laporta, camp nou, berita bola, la liga

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Sepakbola