Olahraga 5 menit baca

BRI Super League: PSIM Kalah dari PSM, Van Gastel Soroti VAR dan Injury Time

Kekalahan Beruntun PSIM di Kandang Sendiri Diwarnai Protes Keputusan Wasit

LokalStore88 Sabtu,17 Oktober 2026.

Skor akhir menunjukkan angka dua untuk tim tamu dan satu untuk tuan rumah di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat sore yang penuh ketegangan. Hasil pahit tersebut bukan sekadar kekalahan biasa bagi Laskar Mataram, melainkan pukulan telak yang semakin membenamkan posisi mereka di papan bawah klasemen. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali menyajikan drama yang menguras emosi, terutama bagi publik pendukung setia yang memadati arena pertandingan.

Duel sengit ini mempertemukan PSIM Yogyakarta dengan PSM Makassar dalam rangkaian pekan kelima ajang BRI Super League musim 2026/2027. Sejak peluit penanda dimulainya pertandingan dibunyikan wasit, kedua kesebelasan langsung memperagakan tempo permainan yang cukup tinggi demi mengamankan poin penuh. Tuan rumah sebenarnya sempat memegang kendali jalannya laga pada paruh pertama melalui dominasi penguasaan bola yang cukup meyakinkan.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Jalannya Pertandingan dan Gol Penentu

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berbalik arah setelah tim tamu meningkatkan intensitas serangan secara signifikan ke lini pertahanan tuan rumah. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit kelima puluh ketika Achmat Fahrul Aditia sukses menceploskan bola ke gawang PSIM dan membuka keunggulan. Situasi semakin sulit bagi skuad asuhan Jean-Paul van Gastel ketika Stefan Jevtoski menggandakan kedudukan lewat tendangan terukur pada menit keenam puluh enam.

Tertinggal dua gol memaksa jajaran pelatih tuan rumah melakukan sejumlah pergantian taktik dengan memasukkan tenaga baru di lini depan dan sektor sayap. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika wasit menunjuk titik putih setelah terjadinya pelanggaran di area terlarang kotak penalti lawan. Gelandang kreatif Ze Valente yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit kedelapan puluh dua untuk memperkecil ketertinggalan.

Kontroversi Keputusan dan Sorotan VAR

Selepas pertandingan berakhir, juru taktik asal Belanda Jean-Paul van Gastel tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan perangkat pertandingan di lapangan. Ia menyoroti proses terjadinya gol pembuka lawan yang menurut pandangannya berawal dari situasi lemparan ke dalam yang tidak sah. Pelatih berpengalaman itu mempertanyakan keberadaan teknologi asisten video wasit yang dinilai luput mengintervensi momen krusial tersebut.

Kekalahan Beruntun PSIM di Kandang Sendiri Diwarnai Protes Keputusan Wasit (2)
Foto: Liputan6 Bola

Selain masalah gol pertama, Van Gastel juga menumpahkan kekesalannya mengenai durasi tambahan waktu yang diberikan oleh pengadil lapangan di akhir babak kedua. Ia menghitung proses terhentinya pertandingan akibat insiden penalti memakan waktu hingga sebelas menit, namun waktu tambahan yang tercatat hanya tujuh menit. Berbagai ketidakberuntungan tersebut, menurutnya, sangat mencerminkan situasi sulit yang sedang dihadapi timnya di zona merah klasemen.

Dampak dan Respons Internal Tim

Kekalahan tipis ini memperpanjang rekor buruk Laskar Mataram yang harus menelan empat kekalahan beruntun pada awal musim kompetisi kali ini. Tambahan nol poin membuat posisi mereka semakin terpuruk di peringkat keenam belas klasemen sementara dengan raihan satu poin dari lima pertandingan yang telah dilalui. Tekanan tentu semakin besar bagi seluruh elemen klub untuk segera bangkit dari keterpurukan sebelum situasi menjadi semakin sulit dikendalikan.

Meskipun situasi eksternal tampak tidak bersahabat, para pemain mencoba mengambil hikmah positif guna menjaga mental bertanding di sisa kompetisi yang masih panjang. Bek tangguh Jop van der Avert mengakui bahwa faktor dewi fortuna memang sedang menjauhi skuadnya dalam beberapa laga terakhir. Kendati demikian, ia sepakat dengan sang pelatih untuk tidak terjebak dalam keluh kesah negatif yang justru berpotensi merusak konsentrasi tim.

Peluang sebenarnya sempat terbuka lebar bagi tuan rumah di pengujung laga setelah lawan harus bermain dengan sepuluh orang akibat kartu merah. Beberapa kesempatan emas tercipta di depan gawang, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat gol penyeimbang yang dinanti urung tercipta. Kegagalan memanfaatkan momentum tersebut menjadi evaluasi penting bagi jajaran pelatih dalam membenahi ketajaman lini serang.

Kompetisi BRI Super League musim ini menuntut konsistensi tinggi serta mentalitas baja dari setiap kontestan yang berpartisipasi di dalamnya. Persaingan ketat di papan bawah memaksa setiap tim segera menemukan formula terbaik untuk keluar dari tekanan sebelum paruh musim berjalan. Manajemen klub tentu harus segera mengambil langkah strategis guna mengembalikan kepercayaan diri para pemain di atas lapangan hijau.

Dukungan penuh dari para suporter setia tetap menjadi energi utama bagi Laskar Mataram dalam menghadapi badai cobaan di awal musim ini. Kehadiran suporter di stadion maupun doa dari rumah memberikan motivasi tambahan bagi para penggawa tim untuk berjuang lebih keras lagi. Solidaritas antara pemain, pelatih, dan pendukung menjadi kunci utama dalam melewati masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Kekalahan Beruntun PSIM di Kandang Sendiri Diwarnai Protes Keputusan Wasit (3)
Foto: Liputan6 Bola

Evaluasi menyeluruh dipastikan bakal segera dilakukan oleh tim pelatih sekembalinya mereka ke pusat latihan untuk menatap laga-laga berikutnya. Kesalahan elementer seperti kehilangan penguasaan bola di lini tengah yang berujung pada gol kedua lawan harus segera dieliminasi. Konsentrasi selama sembilan puluh menit penuh menjadi harga mati yang harus dibayar jika ingin mendulang poin penuh.

Pertandingan demi pertandingan ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kapasitas dan kedalaman skuad PSIM Yogyakarta di level tertinggi sepak bola nasional. Tantangan berat menanti di laga-laga selanjutnya, sehingga kerja keras di sesi latihan harian harus ditingkatkan secara maksimal. Seluruh anggota tim bertekad membalikkan keadaan dan membuktikan kapasitas mereka yang sebenarnya di atas lapangan.

Perjalanan panjang kompetisi masih menyisakan banyak ruang bagi tim untuk memperbaiki posisi di tangga klasemen sementara pekan demi pekan. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan di sisa laga terakhir membuktikan bahwa potensi kebangkitan itu tetap ada dalam diri setiap pemain. Harapan publik Yogyakarta tentu agar tim kesayangan mereka segera menemukan kembali sentuhan kemenangan di pertandingan berikutnya.

Kisah pilu di Bantul ini menjadi pengingat bahwa detail kecil dalam sepak bola mampu mengubah segalanya secara drastis dalam hitungan detik. Keputusan wasit, faktor keberuntungan, serta efektivitas pemanfaatan peluang menjadi penentu nasib sebuah tim di kasta elite. Semua pihak di dalam klub kini harus menyatukan visi demi menghadapi sisa musim dengan kepala tegak.

Menatap masa depan kompetisi, konsistensi penampilan dan ketahanan mental akan menjadi penentu utama kelangsungan hidup klub di papan atas. Manajemen, pelatih, dan pemain kini berada di kapal yang sama untuk mengarungi badai dan membawa klub kembali ke jalur kemenangan. Publik sepak bola nasional tentu nantikan bagaimana respons Laskar Mataram pada pekan-pekan pertandingan selanjutnya.

Sumber: Liputan6 Bola

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar kompetisi sepak bola tanah air dan ragam ulasan menarik lainnya. Terus pantau perkembangan berita terkini bersama kami agar Anda selalu update setiap hari.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, BRI Super League, Jean-Paul van Gastel, Stadion Sultan Agung, Ze Valente, klasemen sementara

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bola