Olahraga 5 menit baca

Tips Mengunyah Permen Karet, Penting Buat John Herdman hingga Sir Alex Ferguson

Kebiasaan Unik Pelatih Sepak Bola Mengunyah Permen Karet dan Kesehatan Gigi

LokalStore88 Jumat,9 Oktober 2026.

Sorotan kamera di pinggir lapangan kerap menangkap pemandangan yang sama dari para juru taktik kelas dunia, termasuk saat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kedapatan sibuk menggerakkan rahangnya di tengah ketegangan pertandingan. Pemandangan serupa juga melekat erat pada sosok legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang hampir tidak pernah terlihat tanpa permen karet di mulutnya sepanjang laga sengit. Kebiasaan meredakan tekanan emosional lewat gerakan mengunyah ini ternyata sudah menjadi hal lumrah di kancah sepak bola profesional. Di balik ritual meredakan stres di area teknis tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai pengaruhnya terhadap kesehatan rongga mulut para pelatih maupun masyarakat umum.

Aktivitas mekanis mengunyah sebenarnya mendatangkan keuntungan tersendiri bagi kesehatan gigi karena mampu merangsang kelenjar ludah memproduksi air liur dalam jumlah lebih banyak. Cairan alami ini berfungsi efektif untuk membilas sisa makanan, menetralkan tingkat keasaman, sekaligus mengalirkan mineral penting yang dibutuhkan oleh struktur gigi. Sebuah ulasan dalam British Dental Journal pernah mencatat bahwa stimulasi air liur tersebut bertindak sebagai mekanisme pertahanan alami setelah mulut terpapar unsur pemicu asam. Namun, manfaat positif ini sangat bergantung pada jenis camilan yang dikonsumsi, mengingat produk konvensional sering kali menyertakan kandungan gula tinggi yang justru memicu masalah baru.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Kebiasaan Unik Pelatih Sepak Bola Mengunyah Permen Karet dan Kesehatan Gigi (2)
Foto: Detik Health

Risiko Gula dan Pertahanan Alami Air Liur

Permen karet yang mengandung gula tinggi akan terus memasok bahan makanan bagi bakteri di dalam plak gigi selama proses pengunyahan berlangsung. Bakteri tersebut mengolah gula menjadi zat asam yang secara perlahan mengikis lapisan email sebagai pelindung terluar gigi yang keras. Pada varian manis, fungsi perlindungan dari air liur harus bekerja ekstra keras melawan pasokan gula yang masuk tanpa henti selama berjam-jam. Sebaliknya, jenis produk yang bebas gula dinilai jauh lebih aman karena tidak menyumbang komponen pemanis tambahan bagi aktivitas bakteri. Oleh karena itu, pemilihan produk menjadi faktor penentu utama apakah kebiasaan ini berdampak baik atau malah merusak.

Proses kerusakan gigi akibat paparan asam tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan melalui tahapan demineralisasi bertahap yang seringkali luput dari perhatian. Awalnya, mineral pada email akan melarut dan memunculkan bercak putih buram di permukaan gigi sebagai peringatan dini sebelum akhirnya berubah menjadi lubang. Kerusakan pada tahap awal sebenarnya masih bisa dipulihkan melalui proses remineralisasi dengan bantuan mineral dari air liur maupun pasta gigi berfluoride. Kendati demikian, kebiasaan mengunyah manis secara terus-menerus tanpa diimbangi kebersihan mulut yang baik akan melipatgandakan risiko munculnya masalah kesehatan gigi.

Dampak Buruk dan Batasan Aman untuk Otot Rahhang

Dampak negatif yang paling sering dikeluhkan akibat konsumsi permen karet manis berlebihan meliputi gigi berlubang di area sela yang sulit dijangkau sikat. Selain itu, penipisan email gigi dapat membuat rongga mulut terasa lebih ngilu, sementara tumpukan plak yang cepat mengeras berisiko memicu peradangan gusi. Di sisi lain, dari sudut pandang biomekanika tubuh, gerakan mengunyah yang dilakukan secara berlebihan dalam durasi lama berpotensi memicu kelelahan pada otot rahang. Kendati berbagai penelitian belum menunjukkan hasil konklusif mengenai gangguan sendi permanen, kebiasaan mengunyah berjam-jam tetap harus dihindari demi mencegah nyeri otot.

Kebiasaan Unik Pelatih Sepak Bola Mengunyah Permen Karet dan Kesehatan Gigi (3)
Foto: Detik Health

Sebagian besar orang yang tidak memiliki riwayat masalah sendi rahang umumnya mampu beradaptasi dengan baik terhadap kebiasaan mengunyah ringan setelah makan. Studi kasus pada kalangan mahasiswa kedokteran menunjukkan bahwa aktivitas tersebut kecil kemungkinan memicu gangguan sendi secara langsung apabila tidak ada faktor penyulit lain. Kendati demikian, intensitas yang terlalu tinggi tetap mendatangkan gejala fisik berupa rasa pegal, nyeri, atau bunyi klik saat membuka mulut. Jika tanda-tanda ketidaknyamanan tersebut mulai dirasakan, langkah bijaknya adalah segera mengurangi durasi mengunyah dan berkonsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.

Peran Pemanis Alternatif dan Langkah Perawatan

Sebagian besar produk modern kini beralih menggunakan pemanis dari kelompok gula alkohol seperti xylitol atau sorbitol yang tidak mudah difermentasi oleh bakteri rongga mulut. Zat tersebut tidak menghasilkan asam berbahaya sekaligus tetap mampu memicu produksi air liur untuk menjaga kestabilan pH di dalam rongga mulut. Walaupun demikian, efektivitas xylitol dalam mencegah gigi berlubang belum terbukti jauh lebih unggul dibandingkan pemanis bebas gula lainnya secara umum. Keberadaannya lebih tepat diposisikan sebagai komponen pelengkap dalam menjaga kebersihan gigi, bukan sebagai pengganti rutinitas pembersihan harian.

Kebiasaan Unik Pelatih Sepak Bola Mengunyah Permen Karet dan Kesehatan Gigi (4)
Foto: Detik Health

Beberapa langkah pencegahan sederhana dapat diterapkan oleh siapa saja yang gemar mengunyah agar kesehatan gigi dan rahang tetap terjaga dengan baik. Setelah selesai menikmati permen karet, memperbanyak konsumsi air putih sangat dianjurkan untuk membilas sisa zat yang menempel di permukaan serta sela-sela gigi. Rutinitas menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta berfluoride serta penggunaan benang gigi tetap menjadi protokol utama yang wajib dijalankan. Apabila produk yang dikonsumsi berasa asam, sebaiknya berikan jeda waktu sekitar tiga puluh menit sebelum mulai menyikat gigi guna melindungi email yang sedang lunak.

Secara keseluruhan, kebiasaan para juru taktik lapangan hijau dalam mengandalkan permen karet tergolong aman asalkan dilakukan secara bijak dan memilih produk tanpa gula. Manfaat stimulasi air liur yang dihasilkan terbukti membantu menahan penurunan keasaman plak, selama diimbangi dengan disiplin kebersihan diri yang konsisten. Pemahaman mengenai kandungan bahan di balik kemasan serta batasan waktu penggunaan menjadi kunci utama agar manfaat relaksasi bisa didapat tanpa mengorbankan kesehatan gigi. Dengan perawatan yang tepat dan kehati-hatian dalam memilih produk, ritual kecil di pinggir lapangan ini dapat dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan.

Sumber: Detik Health

Pastikan kamu selalu mengikuti update berita pilihan dan informasi menarik lainnya setiap hari. Mari bergabung bersama kanal kami agar tidak ketinggalan berbagai sajian konten terkini yang seru.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: permen karet bola, kesehatan gigi pelatih, john herdman permen karet, sir alex ferguson, dampak mengunyah permen karet

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Health