
LokalStore88 Jumat,9 Oktober 2026.
Bayangkan sebuah lapangan bulu tangkis dengan jaring yang sedikit diturunkan, lalu sebuah bola wiffle melayang pelan melewatinya. Pemandangan itu bukan berasal dari turnamen besar, melainkan dari sore musim panas tahun 1965 ketika Joel Pritchard dan Bill Bell pulang bermain golf dalam keadaan bosan. Keduanya warga Pulau Bainbridge, mencoba memasang jaring bulu tangkis tetapi tidak menemukan kok atau perlengkapan lain yang pas. Dengan bola wiffle dan raket improvisasi, mereka menurunkan jaring dan menciptakan permainan baru. Dari momen sederhana itulah pickleball lahir, dan kini olahraga tersebut mulai dilirik di Indonesia. Pertanyaannya, akankah ia menggeser popularitas padel yang lebih dulu dikenal?
Pickleball memang menggabungkan elemen tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Kombinasi itu membuatnya terasa akrab bagi banyak orang, terutama yang pernah memegang raket. Di Tanah Air, pamor pickleball belakangan meningkat di kalangan pelaku olahraga. Olahraga ini juga memiliki asosiasi yang menaunginya, yakni Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation atau PB IPF. Kehadiran organisasi resmi menandakan bahwa pickleball tidak sekadar tren sesaat. Namun, apakah ia sanggup menyaingi padel yang sudah lebih dulu menancapkan pengaruh di kota-kota besar?
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Sejarah pickleball tidak dimulai dari ambisi komersial atau turnamen bergengsi. Joel Pritchard dan Bill Bell awalnya hanya ingin mengisi waktu, lalu memperkenalkan permainan baru itu kepada Barney McCallum. Ketiga pria kemudian menyusun aturan yang menekankan permainan menyenangkan bagi semua anggota keluarga dan semua usia. Prinsip itu menjadi fondasi penting: pickleball dirancang agar mudah diikuti, bukan untuk kalangan atlet elit. Dari sana, penyebarannya mulai meluas keluar wilayah Washington Barat. Semangat inklusif itulah yang mungkin membuatnya relevan dengan gaya hidup olahraga masa kini.
Nama pickleball punya cerita yang tidak kalah menarik. Istri Joel, Joan Pritchard, disebut sebagai pencipta nama tersebut dengan merujuk pada pickle boat dalam perlombaan dayung. Pilihan nama itu memberi kesan ringan dan tidak terlalu serius, sejalan dengan karakter permainannya. Seiring waktu, pickleball mulai menyebar ke luar wilayah Washington Barat, dan pada tahun 1975 sebuah artikel tentang pickleball diterbitkan di National Observer. Setahun kemudian, majalah Tennis membahasnya sebagai olahraga raket terbaru di Amerika. Jejak media itu menunjukkan bahwa pickleball bukan fenomena yang benar-benar baru.
Dari Amerika ke Lapangan Urban Indonesia
Di Indonesia, geliat pickleball tidak lepas dari rasa penasaran masyarakat urban. Olahraga ini disebut-sebut mulai dilirik para pelaku olahraga, terutama mereka yang mencari alternatif dari rutinitas gym atau lari. Pickleball menawarkan sensasi permainan raket tanpa harus menguasai teknik rumit sejak awal. Karena itu, ia mudah menarik orang yang sebelumnya tidak pernah menyentuh lapangan tenis atau padel. PB IPF sebagai naungan resmi juga memberi rasa aman bagi pemula yang ingin mencoba. Pertanyaannya, seberapa besar daya tarik itu di pasar olahraga yang sudah punya banyak pilihan?
Salah satu kesaksian datang dari Reza, karyawan berusia 32 tahun di Jakarta Selatan. Ia baru pertama kali mencoba pickleball dan langsung merasakan perbedaannya dengan padel. Menurutnya, pickleball lebih mudah dibaca arah bolanya karena gerakan bola tidak secepat padel. Pengalaman itu ia bagikan di sela-sela perilisan HUAWEI WATCH GT 7 di Jakarta Pusat, Rabu, 7 Oktober 2026. Momen tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah acara teknologi bisa bersinggungan dengan tren olahraga. Di titik itu, pickleball berhenti menjadi nama asing dan mulai menjadi pengalaman nyata.
Reza menilai ada kemungkinan pickleball akan menggeser dominasi padel sebagai olahraga favorit masyarakat urban, khususnya di Jakarta. Menurutnya, pickleball lebih ramah bagi pemula. Secara gerak, ia bahkan bisa memakai sepatu yang sama seperti saat bermain padel. Raket memang berbeda, tetapi perlengkapan itu masih bisa disewa. Alasan-alasan praktis semacam ini penting karena mengurangi hambatan awal untuk mencoba. Ketika biaya dan kerumitan masuk menjadi pertimbangan, olahraga yang mudah diakses cenderung lebih cepat menyebar.
Bagi orang yang sudah punya dasar olahraga tangan, pickleball bisa menjadi alternatif menarik. Mereka yang terbiasa bermain badminton, tenis meja, atau padel akan lebih cepat beradaptasi. Reza menyebut adaptasi terhadap pickleball cenderung cepat bagi pemain padel. Ia menggambarkan pickleball serupa dengan padel, tetapi dengan kecepatan bola yang lebih lambat dan lebih bersahabat untuk pemula. Deskripsi itu memperkuat posisi pickleball sebagai pintu masuk, bukan sekadar pelengkap. Dari sudut pandang kebugaran, olahraga ini tetap bisa membuat tubuh berkeringat dan aktif bergerak.
Padel Masih Kuat, Pickleball Mencari Ruang
Padel memang belum kehilangan pamornya. Olahraga itu lebih dulu dikenal sebagai aktivitas favorit masyarakat urban, terutama di Jakarta. Pickleball datang sebagai pendatang yang menawarkan pengalaman berbeda. Bukan berarti padel langsung tergeser, karena setiap olahraga punya komunitas dan penggemar setia. Namun, persaingan antarolahraga raket bisa membuat pasar semakin hidup. Penggemar padel mungkin tetap bertahan, sementara pemula yang mencari olahraga lebih santai bisa melirik pickleball, dan dalam banyak kasus kedua olahraga ini bisa hidup berdampingan.
Yang membuat pickleball menarik adalah kombinasi unsur tenis, badminton, dan tenis meja. Orang yang pernah bermain ketiganya akan menemukan pola gerak yang tidak sepenuhnya asing. Bola yang lebih lambat memberi waktu lebih panjang untuk membaca arah dan mengambil posisi. Jaring yang lebih rendah juga membuat permainan terasa lebih ramah bagi pemula. Ditambah aturan yang menekankan kesenangan semua usia, pickleball tidak menuntut fisik ekstrem sejak menit pertama. Karena itu, ia cocok untuk mereka yang ingin berolahraga tanpa tekanan kompetisi tinggi.

Di sisi lain, padel memiliki keunggulan sebagai olahraga yang sudah lebih mapan. Komunitasnya lebih terbentuk, lapangan lebih mudah ditemukan di kota-kota tertentu, dan ekosistem turnamennya lebih matang. Pickleball masih perlu membangun hal serupa agar bisa benar-benar bersaing. Kehadiran PB IPF menjadi langkah awal yang penting. Asosiasi dapat membantu standarisasi aturan, pembinaan, dan edukasi publik. Tanpa struktur yang rapi, sebuah tren olahraga sulit bertahan lama; sebaliknya, dengan organisasi yang aktif, pickleball punya pijakan untuk tumbuh lebih serius.
Dampak bagi Gaya Hidup dan Industri
Bagi masyarakat umum, munculnya pickleball menambah pilihan aktivitas fisik yang relatif mudah dicoba. Tidak semua orang nyaman langsung bermain tenis atau padel yang menuntut teknik dan kecepatan. Pickleball menawarkan jembatan bagi mereka yang ingin bergerak, bersosialisasi, dan tetap merasa bisa mengikuti permainan. Olahraga ini juga berpotensi memperkuat komunitas karena dimainkan dengan aturan yang menekankan kesenangan. Di kota besar, kebutuhan akan ruang sosial yang sehat semakin tinggi. Pickleball bisa menjadi alasan baru untuk berkumpul tanpa harus menjadi atlet.
Dari sisi industri, tren olahraga raket selalu membawa efek berantai. Permintaan akan sewa raket, lapangan, pelatih, dan perlengkapan bisa ikut terdorong. Untuk pickleball, fakta bahwa raket bisa disewa menjadi nilai tambah bagi pemula. Sepatu yang biasa dipakai untuk padel pun masih bisa digunakan, sehingga biaya awal tidak terlalu besar. Ini membuat pickleball lebih mudah masuk ke berbagai kalangan. Meski demikian, pertumbuhan tetap bergantung pada ketersediaan lapangan dan penyelenggara kegiatan; tanpa itu, minat yang tinggi bisa saja tidak tersalurkan.
Industri teknologi juga bisa ikut meramaikan tren ini. Kemunculan Reza di acara perilisan HUAWEI WATCH GT 7 menunjukkan bahwa olahraga dan perangkat pintar sering berada di ruang yang sama. Jam pintar dan pelacak kebugaran biasa dipakai untuk memantau aktivitas, denyut jantung, hingga capaian harian. Ketika olahraga baru muncul, perangkat wearable bisa menjadi alat bantu sekaligus pengingat. Namun, teknologi hanya pelengkap; daya tarik utama tetap pada pengalaman bermain. Jika permainannya menyenangkan, orang akan kembali ke lapangan dengan sendirinya.
Mampukah Pickleball Menyaingi Padel?
Menjawab pertanyaan apakah pickleball bisa menggeser padel, jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Reza melihat peluang itu mungkin, terutama karena pickleball lebih ramah pemula. Akan tetapi, padel sudah lebih dulu memiliki basis penggemar dan ekosistem. Pickleball perlu waktu untuk membangun komunitas yang konsisten. Ia juga harus bisa menjaga momentum agar tidak sekadar menjadi tren sesaat. Dalam dunia olahraga, popularitas tidak hanya ditentukan oleh mudahnya permainan, tetapi juga oleh keberlanjutan komunitas.
Ada beberapa faktor yang akan menentukan arah pickleball di Indonesia. Pertama, seberapa aktif asosiasi seperti PB IPF memperkenalkan olahraga ini ke publik. Kedua, ketersediaan lapangan yang bisa diakses dengan biaya wajar. Ketiga, munculnya komunitas lokal yang rutin mengadakan permainan bersama, dan keempat, bagaimana pelaku olahraga menceritakan pengalaman mereka kepada orang lain. Faktor-faktor itu lebih menentukan daripada sekadar perbandingan teknis dengan padel. Jika ekosistemnya tumbuh, pickleball bisa menjadi pilihan utama bagi segmen pemula.
Di banyak tempat, olahraga baru biasanya tidak langsung menggantikan yang lama. Ia tumbuh di sela-sela kebiasaan yang sudah ada, lalu perlahan menemukan penggemarnya sendiri. Pickleball bisa mengisi celah bagi orang yang ingin bermain raket tanpa merasa dituntut terlalu cepat. Padel tetap punya daya tarik bagi mereka yang menyukai tempo dan strategi berbeda. Persaingan sehat antara keduanya justru bisa memperkaya pilihan masyarakat. Yang penting, semua pihak menjaga semangat inklusif dan menyenangkan sejak awal.
Sejarah pickleball menunjukkan bahwa olahraga bisa lahir dari hal sederhana. Bermula dari kebosanan usai bermain golf, ia berkembang menjadi permainan yang dikenal lintas negara. Perjalanan dari Pulau Bainbridge hingga artikel di National Observer dan majalah Tennis adalah bukti bahwa hal-hal kecil bisa bertahan lama. Di Indonesia, pickleball kini berada di titik awal yang menarik. Apakah ia akan menjadi pelengkap, penantang, atau bahkan pengganti padel, semuanya masih terbuka. Yang jelas, publik urban kini punya satu lagi pilihan untuk tetap aktif.
Pada akhirnya, popularitas pickleball dan padel tidak perlu dilihat sebagai pertarungan yang harus memunculkan satu pemenang. Keduanya bisa saling melengkapi dalam ekosistem olahraga rekreasi. Bagi pembaca yang penasaran, mencoba langsung satu sesi pickleball mungkin lebih memberi jawaban daripada sekadar membaca perbandingan. Rasakan apakah tempo bolanya nyaman, apakah aturannya mudah dipahami, dan apakah suasananya menyenangkan. Dari pengalaman itu, Anda bisa menilai sendiri apakah pickleball layak menjadi rutinitas baru. Tren olahraga terus bergerak, dan pickleball adalah salah satu nama yang patut diikuti.
Sumber: Detik Health
Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan olahraga yang sedang naik daun, jangan jauh-jauh dari LapakStore88. Kami bakal menyajikan kabar terbaru, analisis ringan, dan cerita dari lapangan supaya kamu tidak ketinggalan. Pantau terus ya, siapa tahu tren berikutnya muncul dari halaman ini.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: pickleball, padel, olahraga raket, pickleball Indonesia, PB IPF, olahraga urban, padel vs pickleball, olahraga pemula
#LapakStore88



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370702/original/030572300_1791680466-000_D2UG7CB.jpg)