LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.
Angka 1 menit 36,690 detik yang tertera di papan waktu Sirkuit Mandalika, Sabtu pagi itu, langsung mencuri perhatian. Catatan tersebut bukan sekadar angka biasa; ia menjadi penanda bahwa Maximo Quiles berhasil menorehkan rekor putaran baru di ajang Moto3. Bagi penggemar balap Tanah Air, hasil ini tentu menarik untuk disimak, terlebih karena nama Veda Ega Pratama juga turut bersaing di sesi tersebut. Sesi Free Practice II (FP2) Moto3 Mandalika 2026 memang baru saja digelar, dan dinamikanya langsung memanas. Quiles tampil sebagai yang tercepat, sementara Veda harus menerima kenyataan berada di peringkat 11.
FP2 Moto3 Mandalika 2026 merupakan bagian dari rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia. Sesi ini digelar pada Sabtu pagi waktu Indonesia bagian barat, tepatnya tanggal 10 Oktober. Sirkuit Mandalika di Lombok menjadi saksi bagaimana para pembalap muda adu cepat sejak awal. Sebagai sesi latihan kedua, FP2 sering dianggap penting untuk mengukur setelan motor dan strategi. Tidak heran jika para tim memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Hasilnya pun langsung memperlihatkan siapa yang siap bersaing di kualifikasi nanti.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Maximo Quiles memastikan diri sebagai yang tercepat di sesi ini. Pebalap asal Spanyol tersebut mencatatkan waktu 1 menit 36,690 detik. Catatan itu membuatnya menguasai fase awal FP2. Ia mengungguli David Almansa yang terus membuntuti. Sementara itu, Veda Ega Pratama harus puas berada di posisi 11. Posisi ini tentu bukan hasil yang diharapkan oleh pendukung tuan rumah.
Bagi Quiles, torehan waktu tersebut bukan hanya soal menjadi yang tercepat. Ia berhasil mematahkan rekor putaran yang sebelumnya diukir oleh kompatriotnya, Adrian Fernandez. Rekor lama itu tercipta pada tahun lalu dengan catatan 1 menit 37,022 detik. Artinya, Quiles mampu memangkas waktu cukup signifikan di Sirkuit Mandalika. Ini menunjukkan bahwa adaptasi dan kecepatannya di trek Indonesia sedang berada di level terbaik. Rekor baru ini pun menjadi sinyal bahaya bagi para rivalnya.
Rekor putaran di Mandalika memang menjadi salah satu tolok ukur performa pembalap. Ketika seorang rider mampu melampaui catatan sebelumnya, itu menandakan motor, ban, dan gaya balapnya bekerja sangat harmonis. Quiles membuktikan hal itu di sesi pagi. Meski demikian, FP2 bukanlah penentu akhir; masih ada kualifikasi dan balapan yang sesungguhnya. Namun, setidaknya Quiles sudah menunjukkan tajinya. Tekanan kini berpindah ke para pesaingnya.
Persaingan Ketat di Barisan Depan
David Almansa menjadi pembalap yang paling dekat dengan Quiles. Ia terus membuntuti sepanjang sesi, meski tidak mampu memperbaiki waktunya hingga FP2 berakhir. Almansa terpaut 0,152 detik dari Quiles. Selisih yang sangat tipis itu menunjukkan bahwa persaingan di barisan depan sangat ketat. Almansa sepertinya belum menemukan momen yang tepat untuk melesat. Namun, potensinya tetap besar untuk bersaing di kualifikasi.
Di posisi ketiga, ada nama Brian Uriarte. Ia finis dengan selisih 0,3 detik dari Quiles. Jarak tersebut tidak terlalu jauh, tetapi cukup untuk membuatnya berada di belakang Almansa. Uriarte menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan. Konsistensinya di sesi ini bisa menjadi modal berharga. Jika mampu mempertahankan performa, ia bisa mengancam dua pembalap di atasnya.
Bagaimana dengan Veda Ega Pratama? Pembalap Indonesia ini memulai sesi di luar sepuluh besar. Ia kemudian berhasil naik ke peringkat ketujuh di tengah sesi. Namun, saat FP2 berakhir, posisinya melorot ke peringkat 11. Veda tercatat lebih dari satu detik dari Quiles. Selisih itu cukup menggambarkan bahwa ia masih perlu meningkatkan pace. Meski demikian, perjalanan dari luar 10 besar ke posisi 7 menunjukkan adanya peningkatan.
Bagi Veda, hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi. Ia memiliki kecepatan, tetapi konsistensi di sepanjang sesi masih menjadi PR. Di ajang Moto3, selisih sepersekian detik sangat berarti. Peringkat 11 memang belum aman, tetapi bukan berarti peluangnya tertutup. Kualifikasi akan menjadi momen krusial untuk memperbaiki posisi. Dukungan penonton tuan rumah diharapkan bisa menjadi energi tambahan.
Makna Hasil FP2 bagi Veda dan Tim
Moto3 Mandalika selalu menyita perhatian penggemar di Indonesia. Sirkuit Mandalika dikenal memiliki karakter trek yang menantang. Kombinasi tikungan cepat dan panjangnya lintasan membuat pembalap harus pandai mengatur strategi. Kehadiran Veda Ega Pratama sebagai pembalap tuan rumah menambah daya tarik tersendiri. Setiap sesi, termasuk FP2, menjadi sorotan. Hasil yang belum maksimal tentu membuat publik berharap lebih.

Free Practice II sebenarnya bukan sekadar latihan biasa. Sesi ini memberi kesempatan bagi tim untuk menguji kompon ban, pengaturan suspensi, dan rasio gigi. Data yang didapat di FP2 akan dipakai untuk menyusun strategi kualifikasi. Pembalap yang mampu tampil cepat di FP2 biasanya memiliki kepercayaan diri lebih. Sebaliknya, mereka yang tertinggal harus bekerja ekstra. Itulah mengapa hasil Quiles dan posisi Veda menjadi perhatian.
Dampak dari hasil FP2 ini bisa terasa hingga balapan nanti. Quiles akan menjadi buruan utama, sementara Almansa dan Uriarte siap menempel. Veda Ega Pratama di posisi 11 harus mencari celah agar bisa melesat di kualifikasi. Bagi tim, data dari sesi ini sangat berharga untuk menentukan langkah. Bagi penggemar, tentu ada harapan agar pembalap Indonesia bisa tampil lebih baik. Persaingan di Moto3 memang selalu ketat dan penuh kejutan.
Reaksi dan Sorotan Publik
Publik Tanah Air tentu menyoroti penampilan Veda. Banyak yang berharap ia bisa menembus posisi yang lebih tinggi. Namun, sebagian juga memahami bahwa persaingan di Moto3 sangat berat. Nama-nama seperti Quiles, Almansa, dan Uriarte bukan lawan mudah. Dukungan moral tetap mengalir untuk Veda. Semua berharap ia bisa bangkit di sesi berikutnya.
Sementara itu, penampilan Quiles mendapat apresiasi dari penggemar balap internasional. Rekor baru di Mandalika menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap muda potensial. Meski demikian, ia belum boleh berpuas diri. Almansa dan Uriarte masih menempel ketat. Balapan sesungguhnya akan berbeda dengan sesi latihan. Semua pembalap akan memberikan segalanya.
Ada pula yang menyoroti aspek teknis dari sesi ini. Sirkuit Mandalika pagi hari biasanya memiliki suhu aspal yang lebih rendah. Kondisi itu bisa memengaruhi cengkeraman ban. Namun, bukan berarti semua pembalap mendapat keuntungan yang sama. Quiles justru mampu memanfaatkannya menjadi rekor. Veda dan timnya perlu mengevaluasi apakah ada masalah pada setelan motor atau gaya balap.
Menuju Kualifikasi dan Balapan
Setelah FP2, perhatian akan beralih ke kualifikasi. Sesi itu menentukan posisi start di balapan nanti. Quiles berpeluang besar mempertahankan dominasinya. Almansa dan Uriarte akan berusaha menyalip. Veda Ega Pratama harus menunjukkan peningkatan signifikan. Jika tidak, ia akan memulai balapan dari barisan tengah yang lebih sulit.
Bagi Veda, kualifikasi adalah peluang kedua. Ia masih punya waktu untuk memperbaiki catatan waktu. Timnya pasti sudah menganalisis data dari FP2. Ada beberapa aspek yang bisa dioptimalkan, misalnya pengereman dan kecepatan di tikungan. Dengan kerja sama yang baik, bukan tidak mungkin Veda melompat ke sepuluh besar. Dukungan penonton di Sirkuit Mandalika juga bisa menjadi motivasi tersendiri.
Moto3 Mandalika 2026 masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Setiap sesi memberikan gambaran tentang kekuatan para pembalap. Hasil FP2 hanyalah potret awal. Quiles unggul, tetapi belum aman. Almansa dan Uriarte siap memberi tekanan. Veda dan pembalap lain akan berusaha mencuri perhatian. Persaingan menuju podium masih terbuka lebar.
Yang menarik, rekor Quiles juga menjadi catatan penting bagi Sirkuit Mandalika. Trek ini terus menjadi saksi lahirnya waktu-waktu terbaik. Semakin cepat catatan putaran, semakin menunjukkan kualitas sirkuit dan pembalap. Bagi Indonesia, momen seperti ini adalah promosi positif. Dunia balap melihat Mandalika sebagai arena yang kompetitif. Dampaknya bisa dirasakan industri pariwisata dan olahraga nasional.
Pada akhirnya, FP2 Moto3 Mandalika 2026 menyisakan cerita tentang rekor dan peluang. Quiles tampil memukau, Almansa dan Uriarte mengintip, sementara Veda Ega Pratama masih mencari bentuk terbaiknya. Perjalanan belum selesai; kualifikasi dan balapan akan menjadi ujian sebenarnya. Bagi penggemar, tetap ada alasan untuk menantikan aksi berikutnya. Siapa tahu, kejutan justru lahir dari pembalap tuan rumah.
Sumber: Detik Sport
Jangan lewatkan update seru dari ajang balap dunia! Terus pantau berita terkini dan analisis mendalam hanya di LapakStore88. Gabung kanal resmi kami biar kamu nggak ketinggalan momen seru berikutnya.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: Moto3 Mandalika 2026, FP2 Moto3, Maximo Quiles, Veda Ega Pratama, Sirkuit Mandalika, hasil FP2 Moto3, rekor Mandalika, David Almansa
#LapakStore88




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370702/original/030572300_1791680466-000_D2UG7CB.jpg)