
LokalStore88 Sabtu,10 Oktober 2026.
Di tengah kabut abu yang menutupi Palangka Raya pada tanggal 8 Oktober, seorang perwira tinggi Polda Kalimantan Tengah mengumumkan langkah baru yang akan mengubah cara mereka menanggapi kebakaran hutan. Dengan suara tegas, ia menegaskan bahwa sekat bakar akan menjadi senjata utama dalam memutus rantai api yang kini meluas di seluruh wilayah. Langkah ini menandai pergeseran dari hanya memadamkan titik-titik kecil menjadi strategi preventif yang lebih luas. Bagi warga, perubahan ini bisa berarti perbedaan antara keselamatan dan risiko kebakaran yang tak terkontrol.
Karhutla—singkatan dari kebakaran hutan dan lahan—sudah menjadi permasalahan kronis di Kalimantan. Menurut data Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng, sejak awal musim kering saja telah tercatat hampir enam ribu insiden. Luasan terbakar yang meluas mencapai lebih dari tujuh belas ribu hektar, menimbulkan dampak ekologis dan kesehatan yang signifikan. Dalam konteks ini, tindakan pencegahan menjadi lebih penting daripada sekadar memadamkan api yang telah terbakar.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Pada pertemuan di markas Polda, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan pentingnya optimalisasi pembuatan sekat bakar, terutama di zona rawan seperti Banturung di Kecamatan Bukit Batu. Ia menekankan bahwa sekat harus dibangun dengan alat berat dan dilengkapi dengan proses pembasahan di sekitar area yang terbakar. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan arus api sebelum mencapai permukiman atau ladang produktif. Polda berharap strategi ini dapat meminimalkan kerugian dan menekan risiko penyebaran lebih lanjut.
Sekat Bakar: Pilar Strategi Preventif
Secat bakar bukan sekadar barikade fisik; ia adalah alat strategis yang memecah jalur penggerak api. Dengan memotong jalur aliran udara, sekat mengurangi oksigen yang tersedia bagi bara, sehingga proses pembakaran terhambat. Selain itu, penggunaan alat berat memungkinkan pembuatan sekat yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan metode manual. Kunci keberhasilan terletak pada penempatan yang tepat dan ketat, yang memerlukan koordinasi antar unit di lapangan.
Di wilayah Palangka Raya, lahan gambut menyimpan bara yang menakutkan di bawah permukaan. Gambut memiliki sifat higroskopis, sehingga ketika terbakar dapat melepaskan gas yang sangat panas, memperparah situasi. Selain itu, bara yang tersisa di bawah tanah dapat memicu kebakaran kembali bahkan setelah permukaan terlihat aman. Oleh karena itu, penanganan di area gambut memerlukan teknik khusus, seperti pendinginan dan pengelolaan kelembaban tanah, agar bara tidak menguat kembali.
Tim penanggulangan yang terlibat terdiri dari personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unit Manggala Agni. Kolaborasi ini menciptakan sinergi antara keahlian teknis, logistik, dan penegakan hukum. Setiap unit memiliki peran spesifik, mulai dari pemadam kebakaran hingga pengawasan lalu lintas di area terbakar. Dengan pendekatan multi-agensi, perintah polda dapat dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi.
Tantangan Asap dan Bara Tersembunyi
Situasi di lapangan diwarnai oleh asap tebal yang mengganggu visibilitas dan memicu risiko kesehatan bagi petugas. Baram yang menempel di permukaan dan tersembunyi di bawah gambut menambah beban kerja pemadam. Petugas harus melakukan pendinginan terus-menerus, menghilangkan sisa bara, dan memantau suhu tanah. Proses ini memakan waktu dan tenaga, mengingat bara bisa menyembunyikan dirinya di bawah lapisan tanah yang lembab. Tanpa intervensi yang tepat, bara ini bisa kembali menyala ketika kondisi kering.
Penurunan suhu tanah di area yang sudah dipadam menjadi prioritas, karena bara yang masih hidup dapat menyala kembali ketika suhu naik. Teknik pendinginan melibatkan penyiraman air bersih dan penggunaan alat pendingin khusus. Selain itu, penutup tanah dengan material berpori membantu menahan kelembaban, mencegah penguapan cepat yang dapat memicu kebakaran baru. Polda menekankan bahwa upaya ini harus berkelanjutan, bahkan setelah pendaratan awal selesai.
Polda Kalteng mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang sering kali memicu kebakaran yang tidak terkendali. Kesadaran publik menjadi kunci dalam mencegah karhutla, karena banyak kebakaran disebabkan oleh praktik pertanian tradisional yang tidak aman. Masyarakat diajak untuk mengikuti program pelatihan dan memperhatikan peraturan pengelolaan lahan. Peran serta aktif warga juga dapat mempercepat identifikasi area rawan, sehingga respons cepat dapat diambil.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kerusakan lahan yang luas berdampak langsung pada mata pencaharian petani dan nelayan. Kehilangan lahan produktif mengakibatkan penurunan produksi, yang pada gilirannya memengaruhi pasokan pangan dan pendapatan keluarga. Selain itu, polusi udara akibat asap kebakaran dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti asma dan penyakit pernapasan lainnya. Dalam jangka panjang, kerusakan ekosistem gambut juga mengancam stabilitas iklim lokal, memperparah kondisi kering yang memicu karhutla.
Bagi warga Palangka Raya, peningkatan sekat bakar berarti perlindungan lebih terhadap kebakaran yang sering menabrak permukiman. Namun, proses pembuatan sekat dapat mengganggu akses transportasi sementara. Polda menginstruksikan untuk menyediakan jalur evakuasi alternatif dan menandai zona aman. Warga juga disarankan untuk mempersiapkan kit darurat dan memantau peringatan resmi, guna mengurangi risiko terkena dampak kebakaran.
Melihat tren karhutla yang masih meningkat, Polda Kalteng berencana memperluas jaringan sekat bakar ke daerah-daerah lain yang belum dilindungi. Rencana ini mencakup pelatihan petugas, penyediaan peralatan modern, dan kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat. Selain itu, ada rencana evaluasi efektivitas sekat bakar melalui data real-time dan pemantauan satelit. Jika berhasil, metode ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya mitigasi kebakaran hutan.
Langkah strategis ini menandai pergeseran paradigma penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dengan fokus pada pencegahan melalui sekat bakar, Polda berharap dapat memotong laju penyebaran api sebelum mencapai wilayah kritis. Meskipun tantangan teknis dan sosial masih ada, kolaborasi antara pemerintah, militer, dan masyarakat menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi lingkungan dan kehidupan. Kesuksesan pendekatan ini akan menjadi indikator penting bagi kebijakan kebakaran hutan di Indonesia ke depan.
Sumber: Antara News
Terus pantau berita terkini dari LapakStore88 untuk update terbaru tentang kebakaran hutan dan solusi lingkungan. Jangan lewatkan informasi penting yang bisa membantu Anda dan keluarga tetap aman.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: karhutla, sekat bakar, Kalimantan Tengah, lahan gambut, pencegahan kebakaran, penanggulangan kebakaran, Banturan, Perlindungan lahan
#LapakStore88



