
LokalStore88 Minggu,11 Oktober 2026.
Seorang politisi Israel menyebut pembunuhan terhadap Ayatollah Ali Khamenei sebagai sebuah kesalahan. Pernyataan itu keluar dari mulut Yair Golan, yang menilai bahwa menyingkirkan pemimpin tertinggi Iran tersebut sama sekali tidak melayani kepentingan negaranya. Bagi publik yang terbiasa mendengar narasi konfrontasi tajam antara Israel dan Iran, kalimat semacam ini terdengar kontradiktif. Namun justru di situlah letak daya tariknya, karena kritik datang dari dalam, bukan dari pihak lawan. Pernyataan Golan membuka ruang diskusi yang jarang muncul ke permukaan, yakni soal apakah menghabisi seorang pemimpin benar-benar menjadi jalan keluar, atau justru pintu masuk bagi masalah yang lebih rumit.
Ketegangan antara Israel dan Iran bukan cerita kemarin sore. Keduanya sudah lama berada di posisi berseberangan, meski jarang berhadapan secara langsung di medan tempur. Yang lebih sering terjadi adalah benturan melalui jalur-jalur tidak resmi, mulai dari operasi intelijen, tekanan politik, sampai dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan. Dalam pola konflik seperti itu, sosok pemimpin tertinggi Iran selalu menjadi simpul yang tidak bisa diabaikan. Setiap kali eskalasi naik, nama Khamenei nyaris selalu muncul dalam perdebatan strategi, baik sebagai sasaran potensial maupun sebagai faktor yang harus diperhitungkan lebih dulu.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Di dalam diskusi strategis, gagasan untuk melumpuhkan kepemimpinan musuh memang punya daya tarik tersendiri. Logikanya sederhana, kalau kepalanya dipotong maka tubuhnya dianggap akan kehilangan arah. Cara berpikir itu sudah berulang kali dipakai dalam berbagai konflik modern, dengan hasil yang tidak selalu sesuai harapan. Justru di titik inilah pernyataan Golan masuk dan mengubah nada pembicaraan. Ia tidak sedang berbicara soal kemampuan, melainkan soal kegunaan. Pertanyaannya bukan lagi bisa atau tidak bisa dilakukan, melainkan apakah langkah itu benar-benar menguntungkan bagi Israel sendiri.
Posisi Khamenei dalam Peta Kekuasaan Iran
Untuk memahami mengapa nama Khamenei begitu sering dibicarakan, penting melihat posisinya dalam struktur kekuasaan Iran. Sebagai pemimpin tertinggi, ia memegang otoritas paling atas dalam banyak urusan negara. Keputusan-keputusan besar, terutama yang menyangkut keamanan dan arah politik luar negeri, berada dalam jangkauan pengaruhnya. Artinya, siapa pun yang ingin membaca arah Iran mau tidak mau harus membaca sosok ini lebih dulu. Ia bukan sekadar simbol seremonial, melainkan simpul yang mengikat banyak jalur kebijakan sekaligus.
Namun ada satu catatan penting yang sering terlewat dalam pembahasan semacam ini. Sebuah negara tidak berhenti bekerja hanya karena satu orang hilang dari panggung. Iran memiliki lembaga, jaringan, dan struktur yang dibangun bertahun-tahun, sehingga kebijakan tidak sepenuhnya bergantung pada satu individu saja. Karena itu, asumsi bahwa menghilangkan satu tokoh otomatis mengubah arah sebuah negara adalah penyederhanaan yang berisiko. Di sinilah argumen bahwa langkah tersebut tidak melayani kepentingan Israel menjadi lebih masuk akal untuk ditimbang secara serius.
Alasan di Balik Penilaian Itu
Ada beberapa hal yang membuat gagasan menyingkirkan Khamenei dianggap tidak menguntungkan. Pertama, ketidakpastian soal siapa yang akan menggantikannya. Pergantian pemimpin di negara dengan struktur kompleks tidak pernah bisa diprediksi sepenuhnya. Bisa jadi yang muncul justru sosok yang lebih keras, lebih sulit diajak berhitung, atau lebih cepat mengambil risiko besar. Dalam situasi seperti itu, menghapus satu variabel justru melahirkan banyak variabel baru yang belum terpetakan sama sekali. Bagi sebuah negara yang bertahan dengan perhitungan cermat, kondisi itu jelas merepotkan.
Kedua, soal reaksi yang bakal menyusul. Menyerang simbol tertinggi sebuah negara bukan peristiwa yang bisa dianggap selesai dalam hitungan hari. Reaksi yang muncul biasanya berlapis, melibatkan banyak pihak, dan sulit dikendalikan begitu saja. Bagi Israel, membuka pintu eskalasi besar-besaran berarti menanggung risiko yang tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Dalam kalkulasi seperti itu, keuntungan taktis bisa langsung tenggelam oleh kerugian strategis jangka panjang. Inilah inti dari penilaian bahwa langkah tersebut merupakan sebuah kesalahan.

Ketiga, ada sisi yang jarang dibahas, yaitu soal prediktabilitas. Seorang pemimpin yang sudah lama berkuasa biasanya lebih mudah dibaca. Pola keputusannya, batas toleransinya, dan cara ia merespons tekanan sudah terpetakan dari waktu ke waktu. Menggantinya dengan figur baru berarti memulai kembali proses membaca lawan dari titik nol. Bagi perencana strategi, ketidakpastian semacam itu jauh lebih merepotkan daripada menghadapi lawan yang karakternya sudah dikenal. Karena itu, menjaga keadaan seperti sekarang bisa terasa lebih aman meski secara emosional kurang memuaskan.
Dampak bagi Kawasan dan Dunia
Pernyataan seperti ini bukan hanya urusan internal Israel. Kawasan Timur Tengah sangat sensitif terhadap setiap isyarat yang menyangkut Iran. Ketika wacana menyingkirkan pemimpin tertinggi muncul ke permukaan, efeknya bisa terasa pada harga energi, arus pelayaran, dan suasana investasi di banyak negara. Pasar biasanya bereaksi bukan pada apa yang benar-benar terjadi, melainkan pada apa yang dianggap mungkin terjadi. Ketidakpastian saja sudah cukup membuat banyak pihak menahan langkah dan menghitung ulang risiko mereka.
Selain itu, ada dimensi norma internasional yang tidak bisa dilepaskan begitu saja. Membidik pemimpin tertinggi sebuah negara membawa persoalan hukum dan diplomatik yang pelik, bahkan bagi negara yang merasa punya alasan kuat. Langkah seperti itu berpotensi mempersempit ruang dukungan dari mitra-mitra tradisional. Bagi Israel, dukungan internasional adalah aset mahal yang tidak selalu mudah dipertahankan dari waktu ke waktu. Karena itu, setiap wacana yang bisa mengikis aset tersebut wajar dihitung berkali-kali sebelum benar-benar diambil.
Reaksi dan Arah Debat
Di ruang publik, pernyataan Golan memantik dua arus tanggapan yang saling berlawanan. Sebagian menilai bahwa menyerang kepemimpinan musuh adalah bentuk pencegahan yang wajar dan memang diperlukan. Sebagian lain justru melihatnya sebagai jalan pintas yang bisa menyeret kawasan ke dalam kekacauan lebih besar. Yang menarik, perdebatan ini tidak sepenuhnya berjalan di jalur ideologis. Ada pula yang menilainya murni dari sisi untung dan rugi, yakni apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang didapat. Di titik itulah argumen Golan menemukan pijakannya yang paling kuat.
Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini mungkin terasa jauh dari keseharian. Padahal kaitannya dengan kehidupan sehari-hari tidak sesederhana itu. Ketegangan di kawasan penghasil energi selalu punya jalur transmisi ke harga bahan bakar, biaya logistik, dan pada akhirnya harga barang di pasar. Belum lagi banyak kepentingan serta warga dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia, yang beraktivitas di sana. Karena itu, apa yang diputuskan di ruang-ruang tertutup di Timur Tengah bisa sampai juga ke dapur rumah tangga di tempat lain.
Yang jelas, pernyataan Golan belum mengubah apa pun secara langsung di lapangan. Ia hanya menambahkan satu suara ke dalam perdebatan yang sudah panjang dan berlapis. Namun suara itu penting karena datang dari dalam, sekaligus menegaskan bahwa tidak semua pihak melihat eskalasi sebagai jalan terbaik. Ke depan, pertanyaannya bukan lagi sekadar soal kemampuan atau niat, melainkan soal perhitungan yang matang dan konsekuensi yang siap ditanggung. Dalam politik kawasan yang penuh ketidakpastian, menahan diri kadang justru menjadi keputusan paling strategis. Dan itulah pesan utama yang tampaknya ingin disampaikan.
Sumber: Sindonews
Nah, cerita soal Israel dan Iran ini masih panjang dan sering berubah cepat, jadi sayang kalau ketinggalan. Mending terus pantau kanal resmi LapakStore88 biar tiap update terbaru langsung sampai ke kamu tanpa perlu cari-cari sendiri. Simpan juga artikel ini, siapa tahu besok situasinya sudah bergeser lagi.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: yair golan, ayatollah ali khamenei, israel iran, khamenei, konflik timur tengah, politik israel, pemimpin tertinggi iran, ketegangan israel iran
#LapakStore88



