Olahraga 5 menit baca

Hasil Moto3 Mandalika 2026: Quiles Kunci Juara Dunia, Veda Posisi Enam

Quiles Podium Teratas di Mandalika, Gelar Juara Dunia Moto3 2026 Resmi Dikunci

LokalStore88 Minggu,11 Oktober 2026.

Angka 351 itu bukan sekadar statistik. Maximo Quiles mengumpulkan poin sebanyak itu sepanjang musim, dan di Sirkuit Mandalika ia memastikan diri sebagai juara dunia Moto3 2026. Kemenangan di seri penutup ini mengunci gelar yang sudah ia bangun sejak balapan-balapan awal. Buat penggemar balap Indonesia, momen ini terasa istimewa karena gelaran dunia digelar di hadapan penonton sendiri, meski rider tuan rumah, Veda Ega Pratama, harus puas finis di posisi keenam.

Jalannya Balapan: Start Panas hingga Yellow Flag

Begitu lampu start padam, David Almansa langsung tancap gas memimpin rombongan. Di belakangnya, Quiles dan Adrian Fernandez menempel ketat. Aksi salip-menyalip sudah tersaji sejak putaran-putaran awal. Veda sempat naik ke posisi kedua di lap kedua, tetapi tak butuh waktu lama baginya untuk kembali melorot ke posisi empat. Ketegangan semakin terasa ketika yellow flag dikibarkan di lap ketiga akibat Casey O'gorman terjatuh.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Selepas insiden itu, komposisi di depan berubah. Quiles mengambil alih kendali, diikuti Fernandez di posisi kedua dan Alvaro Carpe di tempat ketiga. Quiles kemudian mulai membangun jarak, meninggalkan rival terdekatnya hingga 1,9 detik. Sementara itu, pertarungan di kelompok dua hingga tujuh berlangsung sengit dengan jarak yang tipis. Posisi antar pembalap terus bertukar, menandakan bahwa balapan ini benar-benar ketat dan penuh perhitungan.

Veda Ega Pratama: Naik Turun Posisi di Kandang Sendiri

Memasuki 13 putaran tersisa, Veda Ega Pratama harus turun ke posisi tujuh, tepat di belakang Guido Pini. Namun, rider Indonesia ini tak tinggal diam. Ia kembali menyalip dan naik ke posisi lima, meski jaraknya dengan Carpe yang berada di posisi empat sudah mencapai 0,996 detik. Selisih itu terbilang tipis, tetapi cukup untuk membuat Veda kesulitan menempel. Di paruh balapan, tepatnya lap 10 dari 20, Quiles masih anteng di depan dengan keunggulan 1,722 detik atas Almansa dan Fernandez.

Sayangnya, balapan Veda tidak berjalan mulus. Alvaro Care yang berada di posisi empat mengalami crash di tikungan 10 setelah menabrak motor Fernandez. Insiden itu memaksa Care keluar dari balapan. Tak lama berselang, Adrian Cruces juga jatuh saat memperebutkan posisi lima besar di tikungan 16. Veda memanfaatkan situasi ini dan sempat mengisi posisi enam, persis di belakang Rico Salmela. Namun, lima lap tersisa, ia kembali disalip Guido Pini dan turun ke posisi tujuh.

Dominasi Quiles dan Perubahan Posisi di Akhir Balapan

Memasuki lima lap terakhir, Quiles semakin tak terkejar. Jaraknya dengan Almansa melebar menjadi 2,552 detik. Di belakang, Veda tampil agresif di hadapan publik sendiri. Ia berhasil menyalip Guido dan Salmela saat empat lap tersisa, naik ke posisi lima. Sayangnya, jaraknya dengan Bertelle yang berada di posisi empat sudah terpaut 3,087 detik. Itu terlalu jauh untuk dikejar dalam waktu singkat. Posisi Veda kembali merosot setelah disalip Guido Pini, Salmela, dan Fernandez.

Pada lap terakhir, Quiles melintasi garis finis pertama dan resmi mengunci gelar juara dunia Moto3 2026. Ia mengumpulkan total 351 poin sepanjang musim. Podium diisi oleh David Almansa sebagai runner-up dan Brian Uriarte di tempat ketiga. Sementara itu, Veda Ega Pratama harus puas finis di posisi keenam. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi pembalap muda Indonesia yang tampil di depan pendukungnya sendiri.

Quiles Podium Teratas di Mandalika, Gelar Juara Dunia Moto3 2026 Resmi Dikunci (2)
Foto: Detik Oto

Dampak dan Relevansi bagi Penggemar Balap Tanah Air

Bagi penggemar Moto3 di Indonesia, balapan di Mandalika selalu menjadi ajang yang ditunggu. Kehadiran Veda Ega Pratama di grid menjadi magnet tersendiri. Meski belum berhasil naik podium, posisi keenam di level dunia tetap menunjukkan potensi besar. Persaingan di Moto3 sangat ketat, dan setiap posisi harus diperjuangkan mati-matian. Pengalaman berkompetisi di depan publik sendiri diharapkan menjadi bekal berharga untuk musim-musim berikutnya.

Quiles sendiri layak mendapatkan apresiasi. Konsistensinya sepanjang musim membuahkan hasil maksimal. Dengan 351 poin, ia tidak hanya menang di Mandalika, tetapi juga membuktikan diri sebagai pembalap paling dominan di kelasnya. Gelar juara dunia ini akan menjadi pijakan penting dalam karier balapnya, membuka peluang untuk naik ke kelas yang lebih tinggi.

Reaksi dan Sorotan Publik

Secara umum, penggemar balap di Indonesia menyambut baik penyelenggaraan Moto3 Mandalika. Meskipun Veda belum meraih hasil yang diinginkan, dukungan tetap mengalir. Banyak yang berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi Veda dan pembalap muda Indonesia lainnya. Sementara itu, kemenangan Quiles juga mendapat perhatian dari pengamat balap internasional. Mereka menilai Quiles tampil cerdas dengan mengatur ritme balapan sejak awal.

Di sisi lain, beberapa insiden crash menjadi catatan tersendiri. Kecelakaan yang menimpa Care dan Cruces mengingatkan bahwa balapan Moto3 selalu penuh risiko. Meski demikian, tidak ada laporan cedera serius dari kedua pembalap tersebut. Balapan berjalan lancar hingga finis, dan hasil akhirnya sudah tidak bisa diganggu gugat.

Melihat ke Depan: Moto3 2027 dan Harapan Baru

Dengan berakhirnya seri Mandalika, musim Moto3 2026 resmi ditutup. Quiles menyandang gelar juara dunia, sementara Veda Ega Pratama menutup musim di posisi keenam pada balapan ini. Bagi Veda, masih ada banyak waktu untuk terus berkembang. Usianya masih muda, dan pengalaman bertarung di level dunia akan semakin matang. Penggemar di Indonesia tentu berharap bisa melihatnya naik podium di musim-musim mendatang.

Kompetisi Moto3 sendiri dikenal sebagai ajang inkubasi bagi pembalap muda sebelum melangkah ke Moto2 dan MotoGP. Setiap musim selalu melahirkan talenta baru. Kehadiran sirkuit seperti Mandalika dalam kalender balapan juga menjadi bukti bahwa Asia, khususnya Indonesia, semakin diperhitungkan. Ini membuka peluang lebih besar bagi pembalap lokal untuk unjuk gigi.

Yang jelas, balapan di Mandalika meninggalkan banyak cerita. Mulai dari dominasi Quiles, naik-turunnya posisi Veda, hingga insiden crash yang mewarnai jalannya balapan. Semua itu menjadi bagian dari drama Moto3 yang selalu menghibur. Penggemar balap di Indonesia pun berharap gelaran serupa bisa terus digelar di tahun-tahun mendatang, sekaligus menjadi panggung bagi rider tanah air untuk bersinar.

Sumber: Detik Oto

Gimana serunya balapan Moto3 Mandalika tadi? Pastinya bikin deg-degan kan! Jangan sampai ketinggalan update berita otomotif dan olahraga terkini lainnya. Yuk, terus pantau kanal resmi LapakStore88 biar kamu selalu jadi yang pertama tahu setiap perkembangan seru berikutnya!

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: Moto3 Mandalika 2026, Maximo Quiles juara dunia, Veda Ega Pratama, hasil Moto3 Mandalika, balapan Moto3, klasemen Moto3, David Almansa, Brian Uriarte

#LapakStore88

Sumber asli: Detik Oto