
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Seekor orang utan kecil berusia sekitar empat tahun dan berbobot 17 kilogram ditemukan bertahan sendirian di atas pohon, sementara api dan asap membakar hutan di sekelilingnya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam kondisi terluka, ia bahkan masih sempat membangun sarang di pucuk pohon sebelum akhirnya dievakuasi. Satwa itu kemudian diberi nama Novita, dan kisahnya menjadi salah satu potret paling getir dari musim kebakaran hutan yang kembali menghantam Kalimantan. Novita bukan sekadar angka dalam laporan bencana. Luka bakar di kedua tangan dan kakinya bercerita tentang perjuangan panjang yang harus dilalui hewan yang tidak bisa meminta pertolongan dengan kata-kata.
Novita pertama kali ditemukan di wilayah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya. Keberadaannya dilaporkan seorang saksi mata pada 25 September, dan baru sehari kemudian tim gabungan bergerak untuk mengevakuasi. Saat ditemukan, ia masih berada di atas pohon, tempat yang ia pilih sebagai perlindungan terakhir dari kobaran api di bawahnya. Usianya yang masih sangat muda membuat kemampuannya bertahan hidup sebenarnya terbatas. Namun nyatanya, ia bertahan cukup lama untuk akhirnya bisa diselamatkan.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Kebakaran hutan dan lahan memang bukan persoalan baru di Kalimantan. Hampir setiap tahun, terutama pada periode kemarau, titik api muncul dan membesar, mengubah bentang hutan menjadi lahan hangus. Asapnya tidak hanya mengganggu penerbangan atau kesehatan warga, tetapi juga memaksa satwa liar keluar dari habitatnya atau terjebak di tengah kobaran. Bagi hewan seperti orang utan yang bergerak lambat dan sangat bergantung pada pohon, kebakaran adalah ancaman yang nyaris tidak bisa dihindari. Mereka tidak punya pilihan selain naik, bertahan, dan berharap api tidak sampai ke tempat mereka berlindung.
Evakuasi Novita melibatkan sejumlah pihak. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bekerja bersama Yayasan BOSF Nyaru Menteng dan tim TNI. Proses penyelamatan itu tidak sederhana, karena lokasi berada di area yang terbakar dan akses menuju titik penemuan tidak mudah. Setelah berhasil diturunkan dari pohon, Novita langsung mendapat penanganan medis. Sejak saat itu, ia dirawat intensif di Pusat Rehabilitasi Orang Utan BOS Nyaru Menteng.
Kondisi Novita saat diselamatkan tergolong serius. Luka bakar cukup parah ditemukan di kedua tangan dan kakinya. BKSDA Kalimantan Tengah menggambarkan luka itu sebagai semacam cerita tentang perjuangan yang baru saja dilalui satwa kecil tersebut. Orang utan memang tidak bisa menceritakan apa yang terjadi padanya, tidak bisa meminta tolong, dan tidak bisa menjelaskan rasa sakitnya. Karena itu, luka di tubuhnya menjadi satu-satunya petunjuk tentang apa yang berlangsung di tengah kobaran api.
Luka yang Tidak Bisa Diselamatkan
Perawatan yang dijalani Novita tidak lantas membuat semua bagian tubuhnya bisa diselamatkan. Empat ruas jari kakinya tidak dapat ditolong karena kondisi jaringannya sudah tidak memungkinkan untuk dipulihkan. Sebagian jaringan pada kaki dan tangannya juga mengalami kematian. Kondisi ini membuat tim medis harus bekerja hati-hati, memastikan luka tidak menyebar dan infeksi bisa dicegah. Meski begitu, ada kabar baik: kondisi tubuh Novita secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan.
Dalam dokumentasi BOS Nyaru Menteng, muncul dugaan bahwa Novita sempat melakukan self-mutilation atau melukai tubuhnya sendiri saat masih terjebak di atas pohon. Perilaku itu diduga muncul sebagai respons bertahan hidup di tengah tekanan ekstrem, ketika api dan asap terus mendekat. Self-mutilation pada satwa sering dikaitkan dengan stres berat, rasa sakit, atau situasi yang membuat mereka tidak punya jalan keluar lain. Pada kasus Novita, tindakan itu diduga ikut membuat empat ruas jari kakinya tidak dapat diselamatkan. Dugaan ini menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada luka bakar yang kasat mata.

Kabar terbaru menyebut kondisi Novita mulai membaik, meski perawatan intensif masih terus dilakukan. Dokter yang menangani mencatat adanya perkembangan pada tubuhnya dari waktu ke waktu. Namun proses pemulihan ini jelas tidak instan, terutama karena sebagian jaringan tubuhnya sudah mati. Setiap kemajuan kecil menjadi berarti bagi satwa yang baru berusia sekitar empat tahun itu. Tim medis tampaknya memilih pendekatan bertahap: stabilkan dulu kondisinya, baru bicara soal masa depan.
Asap yang Juga Menghantui Penghuni Rehabilitasi
Dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada Novita. Di Pusat Rehabilitasi BOS Nyaru Menteng, sebanyak 47 orang utan dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah kualitas udara memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Jumlah itu bukan angka yang kecil untuk sebuah pusat rehabilitasi. Kondisi mereka disebut masih relatif ringan dan bisa ditangani tim medis. Meski demikian, munculnya puluhan kasus ISPA sekaligus menunjukkan betapa luasnya jangkauan asap karhutla.
ISPA sendiri merupakan gangguan pada saluran pernapasan yang bisa dipicu oleh paparan asap, debu, dan partikel halus di udara. Bagi manusia, gejalanya sering berupa batuk, pilek, hingga sesak napas. Pada orang utan, risikonya tidak jauh berbeda, terutama bagi individu yang sedang menjalani rehabilitasi dan belum sepenuhnya pulih. Sistem pernapasan yang terganggu bisa memperlambat proses pemulihan dan menurunkan kondisi tubuh secara keseluruhan. Karena itu, kualitas udara di sekitar pusat rehabilitasi menjadi perhatian yang tidak bisa diabaikan.
Koordinator Dokter Yayasan BOS Nyaru Menteng, drh Agus Fahroni, memastikan bahwa puluhan orang utan yang teridentifikasi ISPA masih dalam kondisi ringan. Menurutnya, tim medis sanggup menangani kasus-kasus tersebut. Penanganan yang diberikan mencakup obat herbal dan vitamin untuk membantu daya tahan tubuh. Tim medis juga memastikan kebutuhan cairan para orang utan terpenuhi, karena asupan air sangat berpengaruh terhadap kesehatan mereka saat terpapar asap dalam waktu lama. Pendekatan sederhana ini menjadi kunci agar pemulihan tidak berjalan mundur.
Mengapa Kasus Novita Penting
Orang utan adalah satwa yang dilindungi dan populasinya terus tertekan oleh hilangnya habitat. Ketika kebakaran hutan terjadi, yang terdampak bukan hanya hutan sebagai bentang alam, tetapi juga setiap individu yang hidup di dalamnya. Novita dan puluhan orang utan lain di Nyaru Menteng adalah bukti bahwa bencana lingkungan selalu punya korban yang tidak bisa bersuara. Bagi masyarakat luas, kisah ini juga menjadi cermin: asap yang membuat mata perih dan saluran napas sesak pada manusia ternyata berdampak jauh lebih berat bagi satwa di dalam hutan.
Perhatian terhadap Novita datang dari berbagai kalangan. BKSDA Kalimantan Tengah lewat keterangan resminya menyoroti perjuangan satwa kecil yang harus bertahan sendirian di atas pohon. Tim medis di Nyaru Menteng menegaskan komitmen mereka merawat orang utan yang terdampak, baik yang mengalami luka bakar maupun gangguan pernapasan. Sementara itu, publik yang mengikuti perkembangan kasus ini umumnya menyoroti pentingnya penanganan karhutla secara lebih serius. Sorotan itu wajar, karena setiap musim kebakaran selalu menyisakan korban dari pihak yang paling tidak mampu melindungi diri.
Novita masih berada di Pusat Rehabilitasi Orang Utan BOS Nyaru Menteng untuk menjalani perawatan lanjutan. Perjalanan panjang masih menantinya, mulai dari penyembuhan luka, pemulihan kondisi fisik, hingga kemungkinan kembali ke habitat alami di masa depan. Empat ruas jari kaki yang hilang tidak bisa dikembalikan, tetapi bukan berarti hidupnya selesai di situ. Sebaliknya, kisah Novita menegaskan bahwa menyelamatkan satwa yang terdampak kebakaran hutan adalah kerja yang tidak berhenti di proses evakuasi. Selama karhutla masih berulang setiap tahun, pertanyaan besarnya tetap sama: berapa banyak lagi orang utan yang harus melewati pengalaman serupa?
Sumber: Detik Travel
Cerita Novita ini masih akan terus berkembang, mulai dari proses penyembuhannya sampai kabar terbaru soal puluhan orang utan lain di Nyaru Menteng. Kalau Saya tidak ingin ketinggalan update berikutnya, sebaiknya terus pantau kanal resmi LapakStore88 dan ikut bergabung di sana, biar setiap perkembangan terbaru langsung sampai ke pembaca tanpa terlewat. Terima kasih sudah menemani kami mengikuti kis
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: orang utan novita, kebakaran hutan kalimantan, karhutla palangka raya, bos nyaru menteng, penyelamatan orang utan, ispa orang utan, bksda kalteng, rehabilitasi orang utan
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372077/original/030644000_1791867251-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_09.42.53.jpeg)


