
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Sebanyak 157.875 orang tercatat memadati Sirkuit Mandalika sepanjang 9-11 Oktober 2026. Jumlah itu bukan sekadar rekor penonton sejak sirkuit di Lombok tersebut pertama kali menggelar MotoGP pada 2022, tetapi juga 12,5 persen lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 140.324 orang. Bagi siapa pun yang mengikuti denyut ekonomi daerah, lonjakan ini penting karena uang yang dibawa penonton tidak berhenti di tribun sirkuit. Aliran belanja itu bergerak ke kota-kota sekitar, dan Mataram menjadi salah satu penerima manfaat paling kentara. Kota yang secara geografis tidak masuk kawasan penyangga terdekat sirkuit ini justru mencatatkan tingkat hunian kamar yang menembus 90 persen.
Lonjakan yang Tak Berhenti di Sirkuit
Dalam penyelenggaraan MotoGP, istilah ring satu biasanya merujuk pada kawasan paling dekat dengan sirkuit, tempat sebagian besar penonton mencari penginapan. Mataram berada di luar lingkaran itu, namun kota ini tetap kebanjiran tamu. Alih-alih hanya menjadi penonton, Mataram berhasil menampung limpahan wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah kota dan pelaku usaha sepakat bahwa dampaknya terasa nyata pada sektor perhotelan. Logikanya sederhana: ketika kapasitas di kawasan inti penuh, kota sekitar otomatis menanggung sisa permintaan yang datang.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Made Adiyasa, memaparkan bahwa tingkat keterisian kamar sepanjang periode puncak, yakni 9-12 Oktober 2026, menembus 90 persen. Puncak keterisian terjadi pada 10 Oktober. Dua hari berselang, tepatnya 12 Oktober, tamu mulai berangsur menjalani proses check out. Tamu yang menginap tersebar di berbagai kelas, mulai hotel bintang satu hingga bintang empat. Artinya, lonjakan ini tidak hanya dinikmati segelintir hotel berbintang tinggi, tetapi juga penginapan dengan tarif yang lebih terjangkau.
Tren Pemesanan yang Bergeser
Ada satu pola menarik yang muncul tahun ini. Adiyasa menyebut mayoritas tamu memesan kamar secara mendadak atau last minute booking. Meski begitu, tingkat okupansi tetap stabil, tak jauh berbeda dari tahun lalu. Bedanya, durasi menginap tamu tahun ini relatif lebih singkat. Pola semacam ini memberi tekanan tersendiri bagi pengelola hotel, karena mereka harus siap menerima lonjakan permintaan dalam waktu singkat tanpa bisa memprediksinya jauh hari sebelumnya.
Bagi industri perhotelan, tren pemesanan mendadak adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kamar tetap terisi penuh pada hari-hari puncak. Di sisi lain, perencanaan operasional, mulai dari jadwal staf hingga persediaan bahan makanan, menjadi lebih rumit. Belajar dari pola ini, pelaku usaha di Mataram punya alasan kuat untuk memperkuat sistem pemesanan digital dan kesiapan layanan. Pengalaman tahun ini bisa menjadi bekal berharga saat menyambut penyelenggaraan berikutnya.
Siapa Tamu yang Datang
Dari pantauan asosiasi, tamu hotel selama gelaran MotoGP tahun ini didominasi wisatawan domestik. Bukan hanya dari sekitar NTB, pengunjung juga datang dari wilayah yang cukup jauh seperti Sulawesi dan Sumatera. Keragaman asal tamu ini menunjukkan bahwa daya tarik Mandalika telah menjangkau penonton lintas pulau. Meski demikian, Adiyasa menilai promosi masih perlu digenjot untuk tahun depan. Menurutnya, pasar domestik masih punya ruang tumbuh yang besar dan belum sepenuhnya tergarap secara maksimal.
Restoran sampai UMKM Ikut Panen
Dampak MotoGP tidak berhenti di kamar hotel. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menyampaikan hasil evaluasi bahwa sektor restoran dan UMKM mengalami lonjakan yang signifikan. Ia menyebut tingkat hunian hotel, kunjungan ke restoran, dan aktivitas UMKM sangat terdampak oleh perhelatan tersebut. Angka yang dicapai tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, banyaknya penginapan yang tersedia di Mataram membuat kota ini mampu menangkap limpahan penonton secara maksimal.

Alwan juga mengakui bahwa tren penonton MotoGP kini berubah. Meski begitu, ia menilai secara keseluruhan dampaknya tetap positif bagi kota. Pusat perbelanjaan pun ikut terlihat ramai selama periode tersebut. Bagi pemerintah kota, ramainya hotel, restoran, dan mal menjadi indikator bahwa perputaran uang penonton benar-benar masuk ke ekonomi lokal. Itu sebabnya evaluasi semacam ini penting, bukan sekadar catatan seremonial setelah acara selesai.
Dalam banyak perhelatan berskala internasional, manfaat ekonomi biasanya menyebar lewat apa yang disebut efek berganda. Penonton yang datang tidak hanya membayar tiket, tetapi juga membelanjakan uang untuk penginapan, transportasi, makanan, hingga oleh-oleh. Setiap rupiah yang berputar di restoran dan toko menciptakan permintaan tambahan bagi pemasok lokal. Inilah alasan kota di luar ring satu tetap bisa merasakan hasilnya, asalkan punya kapasitas dan aksesibilitas yang memadai. Mataram tampaknya berada dalam posisi itu.
Rekor Penonton dan Klaim Keberhasilan
Dari sisi penyelenggara, catatan jumlah penonton menjadi tolok ukur keberhasilan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyebut total 157.875 penonton sepanjang 9-11 Oktober 2026 merupakan rekor tertinggi sejak Mandalika menggelar MotoGP pada 2022. Angka itu naik 12,5 persen dibanding tahun lalu yang tercatat 140.324 penonton. Pemerintah provinsi memaknai capaian tersebut sebagai bukti kemampuan NTB menyelenggarakan event berstandar internasional. Klaim itu bukan tanpa dasar, mengingat penyelenggaraan tahun ini justru menghasilkan lonjakan penonton di tengah berbagai tantangan industri pariwisata.
Bagi pelaku usaha, catatan positif ini menjadi modal untuk berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik. Asosiasi hotel mendorong promosi yang lebih gencar agar basis tamu terus melebar. Pemerintah kota pun berkepentingan menjaga momentum supaya manfaatnya tidak berhenti di empat hari puncak. Ada harapan bahwa wisatawan yang sudah datang akan kembali di luar periode balapan. Dengan begitu, geliat ekonomi tidak hanya menumpuk di musim event, tetapi juga mengisi hari-hari biasa.
Meski angka tahun ini menggembirakan, tetap ada pekerjaan rumah yang menanti. Durasi menginap yang lebih pendek dan pola pemesanan mendadak menunjukkan perilaku penonton yang terus berubah. Kota perlu memperkuat daya tarik di luar sirkuit agar tamu betah lebih lama. Promosi paket wisata, misalnya, bisa membuat penonton datang lebih awal atau pulang lebih lambat. Ini juga membantu pelaku UMKM menikmati kunjungan yang lebih merata, bukan hanya pada satu dua hari puncak.
Melihat gambaran tersebut, MotoGP Mandalika 2026 meninggalkan jejak yang cukup jelas bagi Mataram. Okupansi 90 persen, restoran dan UMKM yang ramai, serta rekor jumlah penonton menjadi kombinasi yang sulit diabaikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan dampak itu tidak berhenti sebagai euforia tahunan semata. Jika promosi, infrastruktur, dan kesiapan pelaku usaha terus dibenahi, penyelenggaraan berikutnya berpotensi memberi hasil yang lebih merata. Untuk sekarang, Mataram setidaknya sudah membuktikan satu hal: menjadi kota di luar ring satu bukan berarti kehilangan berkah.
Sumber: Detik Travel
Cerita soal dampak MotoGP Mandalika ini baru satu potret kecil dari derasnya berita ekonomi dan olahraga tanah air. Supaya tidak ketinggalan update berikutnya, yuk pantengin terus kanal LapakStore88 dan ikut gabung di kanal resminya. Siapa tahu berita berikutnya justru yang paling Anda butuhkan.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: motogp mandalika 2026, okupansi hotel mataram, dampak ekonomi motogp, hotel mataram, sirkuit mandalika, wisatawan ntb, umkm mataram, motogp mandalika
#LapakStore88
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7930004/original/002787700_1780763548-20260606BL_Raymond-Joaquin_Vs_Sabar-Reza_Indonesia_Open_2026_9.jpg)


