Umum 4 menit baca

Universitas YARSI Dampingi Kelompok Tani Optimalkan Pemasaran Digital

Strategi Kampus YARSI Dorong Petani Kramat Jati Kuasai TikTok

LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.

Sebanyak lima belas pengurus Kelompok Tani Mustika di kawasan Kramat Jati kini mulai melangkah keluar dari zona nyaman pertanian konvensional dengan merambah platform media sosial modern. Langkah transformasi ini tidak diambil seorang diri, melainkan melalui program pendampingan intensif bersama Program Studi S1 Manajemen Universitas YARSI. Sejak bulan Januari, para petani tersebut aktif mempelajari seluk-beluk dunia digital guna mendongkrak jangkauan pasar produk agraris mereka. Kehadiran inisiatif semacam ini mencerminkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha mikro untuk beradaptasi dengan cepat di tengah gempuran era digitalisasi.

Transformasi pola berjualan konvensional menuju ranah daring sering kali menjadi tembok besar bagi para produsen tingkat akar rumput yang terbiasa dengan transaksi langsung. Keterbatasan pemahaman teknis mengenai cara kerja algoritma internet serta minimnya keahlian memproduksi materi visual yang menarik kerap menjadi batu sandungan utama. Menyadari adanya jurang pemisah antara potensi produk dan kemampuan pemasarannya, akademisi dari perguruan tinggi swasta terkemuka tersebut turun tangan langsung. Kolaborasi lintas sektor ini dirancang secara sistematis untuk menjembatani kesenjangan digital yang selama ini membatasi ruang gerak para petani lokal.

๐Ÿ›’ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Langkah Nyata Perguruan Tinggi

Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh civitas akademika Universitas YARSI ini lahir dari analisis mendalam terhadap realitas di lapangan. Ketua Tim PkM, Muhammad Rofi’i, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memang diformulasikan khusus untuk menjawab problem klasik kelompok tani. Kendala utama yang mereka hadapi bukanlah kualitas hasil panen, melainkan ketidakmampuan mengemas narasi penjualan dan mengelola media digital secara mandiri. Berdasarkan temuan itulah rancangan pelatihan disusun sedemikian rupa agar mudah dicerna dan langsung diaplikasikan oleh para peserta dari berbagai kalangan usia.

Rangkaian kegiatan pembinaan ini tidak diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan dirancang secara bertahap hingga bulan Oktober. Lokasi pelatihan pun dibagi secara fleksibel, mulai dari fasilitas kampus hingga mendatangi langsung basis operasional Kelompok Tani Mustika di Jakarta Timur. Pendekatan hibrida ini memastikan setiap materi yang disampaikan benar-benar dapat diserap dan dipraktikkan tanpa mengganggu aktivitas harian para petani. Para peserta diajak membedah satu per satu tahapan penting dalam membangun identitas produk agar lebih bernilai di mata konsumen modern.

Kekuatan Konten Visual Pendek

Fokus utama dari kurikulum pelatihan ini adalah membekali peserta dengan keterampilan teknis pembuatan foto dan video promosi yang estetik. Dalam sesi-sesi praktiknya, hadir narasumber kompeten seperti Andika Nuraga Budiman yang membagikan trik pembuatan konten digital secara aplikatif. Para petani diajarkan cara menangkap sudut pengambilan gambar terbaik dari komoditas pertanian mereka agar tampak menggugah selera. Materi tersebut diramu seringkas mungkin supaya para peserta yang awam teknologi dapat langsung menguasai teknik dasar fotografi produk.

Pemilihan platform TikTok sebagai medium utama pemasaran bukan tanpa alasan yang matang dari pihak penyelenggara. Format video pendek yang diusung aplikasi tersebut dinilai sangat efektif untuk menyampaikan informasi produk secara kreatif, cepat, dan mudah dibagikan. Karakteristik media sosial ini sangat cocok dengan perilaku konsumen masa kini yang menyukai konten visual dinamis serta langsung pada inti pesan. Dengan strategi ini, jangkauan promosi tidak lagi terbatas pada pembeli sekitar pasar tradisional, melainkan berpotensi menembus pasar perkotaan yang lebih luas.

Menuju Kemandirian Ekonomi

Target jangka panjang dari program pendampingan ini tentu saja bermuara pada terciptanya kemandirian pengelolaan usaha bagi para petani. Diharapkan setelah masa pembinaan usai, para pengurus kelompok tani mampu memproduksi konten secara konsisten tanpa terus-menerus bergantung pada pendamping. Penguatan citra produk menjadi agenda krusial agar merek lokal asal Kramat Jati ini memiliki daya saing yang kuat di pasaran. Konsistensi dalam membangun narasi digital diyakini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap mutu hasil pertanian lokal.

Dampak turunan dari penguasaan literasi digital ini diproyeksikan dapat mendongkrak perolehan pendapatan para mitra secara berkelanjutan di masa depan. Sinergi antara dunia akademis dan masyarakat terbukti mampu menciptakan solusi nyata yang aplikatif bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan. Perubahan pola pikir dalam melihat peluang pasar lewat gawai genggam kini telah membuka babak baru bagi pertanian urban di ibu kota. Keberhasilan inisiatif ini sekaligus menjadi teladan bagaimana teknologi dapat didekatkan secara inklusif kepada mereka yang paling membutuhkan.

Sumber: Republika

Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan informasi menarik dan inspiratif lainnya setiap hari. Bergabunglah bersama komunitas pembaca setia kami agar tidak ketinggalan berbagai pembaruan berita terkini.

๐Ÿ“˜ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

๐Ÿ’ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

โœˆ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

๐Ÿ“ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: pemasaran digital, kelompok tani, universitas yarsi, tiktok untuk bisnis, kramat jati jakarta timur, pelatihan konten promosi

#LapakStore88

Sumber asli: Republika