
LokalStore88 Sabtu,17 Oktober 2026.
Angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam pada perdagangan Jumat (16/10) langsung memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Namun, di tengah kepanikan itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Ketum BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo justru tampil menenangkan. Ia mengingatkan bahwa naik turunnya indeks saham dalam satu hari bukanlah cerminan akhir dari perjalanan ekonomi nasional. Seruan ini penting bagi masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang bisa merugikan diri sendiri dan perekonomian secara luas.
Menurut Jona, tekanan yang terjadi di pasar saham tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya prospek perekonomian Indonesia. Ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi, potensi pasar, dan kekuatan sektor riil tetap harus dijaga serta dikembangkan. Dalam keterangan tertulisnya, Jona mengingatkan bahwa fluktuasi pasar modal adalah hal yang wajar dan dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi global dan sentimen investor. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Jangan Panik, Jaga Kepercayaan
Jona menyoroti bahaya kepanikan berlebihan yang justru dapat memperburuk situasi. Menurutnya, reaksi panik dari investor dan masyarakat bisa memperkuat sentimen negatif dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional. Ia pun mengingatkan bahwa keputusan yang diambil berdasarkan emosi sesaat sering kali tidak rasional dan bisa merugikan jangka panjang. Oleh sebab itu, ia menyerukan ketenangan dan kalkulasi yang matang dalam menyikapi gejolak pasar.
BPP HIPMI sendiri menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah bersama otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Dukungan ini diwujudkan melalui pernyataan resmi yang menekankan pentingnya koordinasi dan kebijakan yang tepat. Jona percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, ia menilai yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha.
HIPMI, lanjut Jona, siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan investor dan menjaga aktivitas ekonomi tetap tumbuh. Ia menekankan bahwa organisasi pengusaha muda ini tidak hanya berbicara, tetapi juga siap berkontribusi nyata. Langkah konkret inilah yang dinilainya jauh lebih penting daripada sekadar pernyataan optimistis tanpa aksi.
Lebih dari Sekadar Angka di Layar Bursa
Jona juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak dapat diukur hanya dari naik turunnya indeks saham. Ada banyak indikator lain yang sama pentingnya, seperti aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi produktif, hingga perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, selama sektor-sektor riil ini terus diperkuat, Indonesia masih memiliki ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. "Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa," ujarnya, menggambarkan betapa luasnya basis ekonomi bangsa ini.

Ia mengingatkan bahwa di balik angka indeks, ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian. Mereka adalah kekuatan sesungguhnya yang harus dijaga. Jona mengajak semua pihak untuk tidak melupakan potensi besar bangsa sendiri hanya karena kepanikan sesaat. "Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri," tegasnya. Pesan ini menjadi pengingat bahwa ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang terbangun dari bawah.
Bagi Jona, momen tekanan pasar justru bisa dijadikan kesempatan untuk memperkuat fundamental perekonomian nasional. Ia mendorong peningkatan transparansi pasar modal, kepastian regulasi, serta percepatan reformasi yang mendukung investasi dan daya saing. Langkah-langkah ini dinilai penting agar kepercayaan investor dapat pulih dan aktivitas ekonomi tetap berkelanjutan. Menurutnya, tekanan pasar seharusnya menjadi cambuk untuk melakukan perbaikan, bukan alasan untuk mundur. "Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap tantangan," jelasnya.
Optimisme yang Berbasis Tindakan Nyata
Jona menekankan bahwa optimisme harus dibangun melalui langkah konkret, bukan sekadar pernyataan. Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu terus bersinergi agar kepercayaan investor dapat pulih. Ia menilai bahwa dalam menghadapi tantangan, dibutuhkan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi. "Justru kita harus menghadapi tantangan dengan kebijakan yang tepat, tata kelola yang semakin baik, dan keberanian untuk terus berinvestasi," ujarnya. Dengan demikian, optimisme bukanlah sikap pasif, melainkan dorongan untuk bertindak.
Ia juga mengajak para pengusaha muda untuk tidak menghentikan langkah ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek. Namun, ia mengingatkan agar tetap memperhitungkan risiko dan kondisi masing-masing usaha. Jona percaya bahwa perjalanan ekonomi Indonesia telah melewati berbagai tantangan dan perubahan, sehingga setiap tekanan harus dijadikan momentum untuk memperkuat ketahanan dan daya saing. "Hari ini IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme," katanya. Baginya, semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala.
Dalam pandangan Jona, pasar bisa bergejolak, tetapi itu bukan alasan untuk berhenti bekerja menciptakan investasi dan lapangan kerja. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung pemerintah, menjaga kepercayaan investor, dan terus berkarya. "Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi penutup yang menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional dibangun dari semangat kolektif untuk terus maju. Dengan demikian, pesan Jona bukan sekadar retorika, melainkan ajakan untuk bertindak nyata di tengah ketidakpastian.
Sumber: Detik Finance
Jangan lewatkan update berita ekonomi dan pasar terbaru lainnya. Yuk, terus pantau kanal resmi LapakStore88 supaya Anda selalu dapat informasi terkini seputar dunia usaha dan investasi. Gabung sekarang dan jadilah yang pertama tahu!
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: IHSG anjlok, HIPMI, Ade Jona Prasetyo, optimisme ekonomi, investor, sektor riil, pasar saham, UMKM
#LapakStore88


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955660/original/092556500_1727567882-Screenshot_2024-09-29_065544.jpg)
