:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Ada satu angka yang cukup membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum memesan tiket pesawat: 907. Itu jumlah penerbangan yang dibatalkan atau ditunda di berbagai bandara Indonesia, dampak dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti sejumlah wilayah. Bukan cuaca buruk biasa, melainkan asap yang memangkas jarak pandang sampai berada di bawah ambang aman penerbangan. Sepuluh maskapai tercatat kena imbasnya, mulai dari yang hanya kehilangan puluhan jadwal hingga yang kehilangan ratusan. Angka itu dihimpun Kementerian Perhubungan sebagai rangkuman gangguan sepanjang periode pemantauan.
Bagi penumpang, dampaknya terasa sangat konkret. Rencana perjalanan dinas, liburan keluarga, hingga kepulangan ke kampung halaman bisa berantakan hanya dalam hitungan jam. Maskapai tidak bisa menawar ketika jarak pandang turun di bawah batas minimum; pesawat harus tetap di darat atau dialihkan ke bandara lain. Di sinilah keputusan teknis bertemu dengan kepentingan orang banyak. Karena itu, data ini penting dibaca bukan hanya sebagai laporan berkala, tetapi sebagai gambaran nyata betapa besar efek bencana asap terhadap mobilitas warga.
🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Kebakaran hutan dan lahan, atau yang biasa disingkat karhutla, memang bukan persoalan baru. Setiap musim kering, titik api muncul di sejumlah daerah dan asapnya terbawa angin ke kota-kota lain. Yang sering terlupakan, asap tidak hanya mengganggu pernapasan warga. Lapisan asap di atmosfer menurunkan visibilitas horizontal, dan itulah variabel yang paling menentukan apakah sebuah pesawat boleh lepas landas atau mendarat. Regulator penerbangan punya ambang batas ketat soal ini, dan ketika kondisi melewati batas tersebut, tidak ada ruang untuk negosiasi.
Akumulasi Dua Bulan Jadwal Berantakan
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa tingkat gangguan yang dialami setiap maskapai tidak sama. Data akumulasi yang dihimpun kementerian sejak 11 Agustus hingga 9 Oktober merekam ribuan jadwal terbang yang terdampak, baik karena pembatalan, penundaan, keterlambatan, maupun pengalihan rute. Rentang waktu itu menunjukkan bahwa persoalan ini berlangsung cukup lama, bukan insiden sehari dua hari. Artinya, maskapai harus terus menyesuaikan operasional dari hari ke hari mengikuti perkembangan kondisi asap di lapangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355223/original/047451100_1790085132-1000450937.jpg)
Dari sisi jumlah penerbangan yang terganggu, Citilink Indonesia menempati posisi teratas dengan 478 penerbangan. Di bawahnya ada NAM Air dengan 300 penerbangan, lalu Wings Air sebanyak 227 penerbangan, dan Super Air Jet 161 penerbangan. Empat nama itu menyumbang porsi terbesar dari total gangguan yang tercatat. Perbedaan angka ini tidak selalu mencerminkan kualitas layanan, melainkan juga jumlah frekuensi rute dan wilayah operasi masing-masing maskapai. Semakin banyak rute yang melintasi area terdampak, semakin besar pula kemungkinan jadwalnya terganggu.
Deretan berikutnya melengkapi gambaran itu. Surya Mataram tercatat 134 penerbangan terdampak, disusul Batik Air 112 penerbangan, Garuda Indonesia 97 penerbangan, dan TransNusa 94 penerbangan. Sementara Lion Air mencatat 41 penerbangan dan Sriwijaya Air 29 penerbangan. Meski angkanya lebih kecil, dampaknya tetap dirasakan penumpang yang harus mengubah rencana secara mendadak. Yang menarik, gangguan ini menimpa maskapai besar maupun kecil, penuh layanan maupun berbiaya murah, tanpa pandang bulu.
Batal dan Terlambat, Dua Wajah yang Berbeda
Menariknya, kalau dilihat dari jenis gangguannya, urutan maskapai berubah. Wings Air menjadi maskapai yang paling banyak membatalkan penerbangan, yaitu mencapai 226 penerbangan. Super Air Jet menyusul di posisi kedua dengan 158 pembatalan, sedangkan Citilink mencatat 115 pembatalan. Data ini memperlihatkan bahwa maskapai dengan jumlah gangguan terbanyak belum tentu paling banyak membatalkan. Ada maskapai yang memilih menahan jadwal lebih lama dan berharap cuaca membaik, ada pula yang langsung mengambil keputusan tegas untuk membatalkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/990933/original/032400600_1442402218-20150916-Kabut-Asap-penerba.jpg)
Untuk urusan keterlambatan, Citilink justru berada di urutan teratas dengan 357 penerbangan yang mengalami delay. NAM Air menyusul dengan 212 penerbangan terlambat. Keterlambatan sering dianggap pilihan yang lebih ringan dibanding pembatalan, padahal bagi penumpang efeknya bisa sama merepotkan, terutama jika harus transit atau punya jadwal lanjutan. Menunggu tanpa kepastian di ruang tunggu bandara, sambil terus memantau pengumuman, adalah pengalaman yang melelahkan. Karena itu, data delay perlu dibaca sebagai bagian dari beban yang ditanggung penumpang, bukan sekadar angka administratif.
Lukman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi soal keselamatan. Menurutnya, ketika jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan bisa mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan ke bandara lain. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa, 13 Oktober. Prinsipnya sederhana: keselamatan penumpang dan awak berada di atas jadwal. Meski begitu, keputusan seperti ini selalu memunculkan dilema, karena di satu sisi melindungi nyawa, di sisi lain mengorbankan waktu dan biaya banyak orang.
Secara keseluruhan, pemantauan bersama Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, AirNav, dan pihak maskapai mencatat 745 penerbangan mengalami keterlambatan. Sebanyak 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan 6 penerbangan terpaksa kembali ke bandara asal. Angka-angka ini memberi gambaran bahwa gangguan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan menyebar di banyak bandara. Kolaborasi antarlembaga itulah yang membuat data bisa dihimpun secara rapi dan dipakai untuk menilai skala dampak secara utuh.
Asmat Terputus Total
Di wilayah timur Indonesia, dampaknya bahkan lebih ekstrem. Kabut asap tebal melumpuhkan penerbangan perintis di Bandar Udara Ewer, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Seluruh operasional penerbangan pada Selasa, 13 Oktober, terpaksa dihentikan total. Bagi daerah yang mengandalkan transportasi udara, penghentian ini bukan sekadar ketidaknyamanan. Bandara perintis sering menjadi satu-satunya pintu keluar-masuk bagi warga, termasuk untuk kebutuhan logistik dan layanan kesehatan. Ketika langit tertutup asap, praktis tidak ada alternatif perjalanan yang bisa dipakai.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4568686/original/024865800_1694173490-Kabut_Asap_Bandara_Syamsudin_Noor_2.jpg)
Melalui pengumuman resmi UPBU Kelas III Ewer, ada tiga rute utama yang terkena pembatalan penerbangan pulang-pergi. Rute tersebut adalah Ewer–Timika, Ewer–Merauke, dan Ewer–Kamur. Tiga maskapai yang melayani rute ini adalah Trigana Air, Susi Air, dan Wings Air. Pembatalan berlaku untuk keberangkatan maupun kepulangan, sehingga penumpang yang sudah berada di kota tujuan pun ikut terdampak. Situasi ini menegaskan bahwa gangguan asap tidak hanya menyasar bandara besar dengan trafik tinggi, tetapi juga jalur perintis yang jumlah penerbangannya jauh lebih sedikit.
Alasan pembatalan di Ewer dijelaskan secara gamblang dalam pengumuman tersebut, yaitu jarak pandang berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan akibat kabut asap karhutla. Informasi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Ditjen Hubud menegaskan keputusan ini diambil demi melindungi penumpang, awak pesawat, serta petugas bandara. Pihak otoritas juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan mengimbau penumpang segera menghubungi maskapai untuk memperoleh pembaruan jadwal.
Yang Perlu Dipersiapkan Penumpang
Ke depan, persoalan asap karhutla tampaknya masih akan menjadi variabel yang sulit diprediksi dalam dunia penerbangan Indonesia. Selama titik api belum benar-benar padam dan angin masih membawa asap, maskapai serta otoritas bandara harus siap mengambil keputusan cepat. Bagi penumpang, ada baiknya memantau status penerbangan sebelum berangkat ke bandara, menyiapkan rencana alternatif, dan memahami bahwa pembatalan demi alasan keselamatan bukan bentuk kelalaian. Pada akhirnya, kabut asap mengingatkan bahwa masalah lingkungan tidak pernah berhenti di kawasan terdampak, tetapi merambat ke sektor lain, termasuk langit yang kita lalui bersama.
Sumber: Liputan6 Bisnis
Terima kasih sudah membaca sampai tuntas. Kalau Anda tidak ingin ketinggalan perkembangan berita seperti ini, mampir dan ikuti kanal resmi LapakStore88 supaya update terbaru berikutnya langsung sampai ke Anda. Kami akan terus merangkum peristiwa penting dengan cara yang enak dibaca dan mudah dipahami.
📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: kabut asap karhutla, penerbangan dibatalkan, kemenhub, bandara ewer asmat, maskapai terdampak, delay penerbangan, karhutla, penerbangan perintis
#LapakStore88



