
LokalStore88 Selasa,13 Oktober 2026.
Sebagian alokasi air baku untuk sistem penyediaan air minum di Kabupaten Purwakarta masih menganggur, belum dimanfaatkan sepenuhnya. Fakta itu jarang muncul dalam perdebatan soal kedatangan pusat data ke Indonesia, padahal ia menawarkan cara pandang yang berbeda. Selama ini pusat data kerap dipandang sebagai ancaman karena konsumsi airnya besar untuk mendinginkan server yang bekerja tanpa henti. Padahal, persoalannya tidak sesederhana itu. Pemerintah daerah setempat menilai kapasitas yang belum terpakai itu justru bisa dialokasikan untuk kebutuhan industri, termasuk pusat data, dengan catatan pelayanan air bersih bagi warga tetap diutamakan.
Antara Ancaman dan Peluang
Direktur Utama Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu, Riana Afriadi, menolak melihat pusat data semata sebagai beban. Menurutnya, kehadiran fasilitas berskala besar itu tidak otomatis menggerus ketersediaan air bagi masyarakat. Ia justru menempatkan mereka sebagai pelanggan industri yang membuka peluang ekonomi bagi perusahaan penyedia layanan air. Dalam pandangannya, tambahan permintaan dari sektor ini bukan sekadar tambahan kebutuhan air, melainkan sebuah kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Cara pandang ini penting karena mengubah posisi perusahaan air dari pihak yang bertahan menjadi pihak yang bisa mengambil manfaat dari gelombang investasi digital.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Yang menjadi penghambat utama sebenarnya bukan kelangkaan air. Indonesia dikenal punya sumber daya air yang melimpah. Persoalannya terletak pada kemampuan mengelola, mengolah, mengalokasikan, dan mendistribusikannya secara berkelanjutan. Riana menegaskan, sebesar apa pun potensi sumber air yang dimiliki, tanpa infrastruktur yang memadai kemampuan mengolah dan mendistribusikan air tetap terbatas. Karena itu ia menekankan bahwa pengembangan infrastruktur digital perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan industri dan pemenuhan hak warga atas air bersih.
Meningkatnya permintaan air dari sektor industri, termasuk pusat data, memang membuka peluang investasi untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih. Namun Riana mengingatkan bahwa pengembangan infrastruktur digital harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan industri dan hak masyarakat atas air bersih. Ia menempatkan kebutuhan rumah tangga sebagai prioritas yang tidak bisa digeser. Pesan ini relevan mengingat gelombang pembangunan pusat data di Indonesia tumbuh seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan. Tanpa rambu yang jelas, ekspansi itu berisiko menimbulkan ketegangan antara pelaku industri dan warga.
Dari Pelanggan Industri ke Infrastruktur
Pendapatan tambahan dari pelanggan industri tidak berhenti sebagai angka di laporan keuangan. Dana itu bisa dipakai untuk menambah kapasitas produksi, memperbarui fasilitas pengolahan, memperluas jaringan perpipaan, hingga menaikkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan industri digital berpotensi berdampak positif pada pengembangan infrastruktur air, asalkan kebutuhan rumah tangga tetap jadi prioritas utama. Skema semacam ini lazim disebut sebagai pelanggan besar yang menopang investasi jangka panjang, di mana keuntungan dari satu sektor membantu memperbaiki layanan bagi banyak orang.
Kebutuhan rumah tangga tetap berada di garis depan. Selama prinsip itu dipegang, pertumbuhan industri digital justru bisa berdampak positif terhadap pengembangan infrastruktur air. Pendapatan dari pelanggan besar membantu menutup biaya pembangunan yang selama ini menjadi kendala utama perusahaan air daerah. Efeknya terasa tidak hanya pada kapasitas produksi, tetapi juga pada keandalan pasokan dan mutu layanan. Inilah yang membuat cara pandang terhadap pusat data sebagai pelanggan, bukan sekadar pesaing dalam memperebutkan air, menjadi penting.
Perlu dicatat, air yang dipakai pusat data tidak selalu berasal dari sumber atau alokasi yang sama dengan kebutuhan masyarakat. Setiap daerah punya karakteristik berbeda soal ketersediaan air baku, kapasitas pengolahan, dan jaringan distribusi. Ada wilayah yang sumber airnya melimpah tetapi jaringan pipanya belum menjangkau seluruh warga. Ada pula daerah yang pasokan airnya cukup namun kapasitas instalasi pengolahannya terbatas. Karena itu, menilai dampak pusat data secara seragam untuk seluruh Indonesia justru berisiko menyesatkan.
Kabupaten Purwakarta memberi gambaran yang cukup jelas. Pemerintah daerah di sana menyebut ada alokasi air baku untuk sistem penyediaan air minum yang kapasitasnya belum dimanfaatkan sepenuhnya. Sebagian ruang yang tersisa itu berpotensi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk pusat data, tanpa mengabaikan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Artinya, pertanyaannya bukan lagi apakah industri boleh memakai air, melainkan seberapa besar ruang yang benar-benar tersedia di wilayah tersebut.
Dari situ, kesimpulan yang muncul cukup jelas: persoalan penggunaan air oleh pusat data harus dibaca berdasarkan kapasitas dan daya dukung masing-masing wilayah. Besarnya konsumsi saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa sebuah proyek merugikan masyarakat. Yang lebih menentukan adalah dari mana air diambil, bagaimana kapasitas pengolahan setempat, dan seberapa siap jaringan distribusi menyalurkannya. Pendekatan per wilayah ini juga menghindari generalisasi yang kerap mewarnai perdebatan soal pusat data dan lingkungan.
Teknologi Pendinginan Jadi Penentu
Selain soal sumber air, pilihan teknologi pendinginan ikut menentukan seberapa besar air yang disedot sebuah pusat data. Sistem konvensional seperti cooling tower dan evaporative cooling memakai air untuk melepaskan panas lewat proses penguapan. Perkembangan teknologi membuka opsi yang lebih hemat, misalnya air-cooled chiller, economizer, closed-loop cooling, sampai dry cooling. Penerapannya bisa menekan ketergantungan pada air, meski setiap sistem punya kebutuhan energi dan karakteristik operasional yang berbeda. Jadi, efisiensi air sering kali harus ditukar dengan konsumsi energi yang lebih tinggi, dan pilihan itu perlu dihitung matang.
Karena itu, pembangunan pusat data perlu mempertimbangkan banyak aspek sekaligus: sumber air, kapasitas pengolahan, teknologi pendinginan, penggunaan kembali air, hingga perubahan kondisi musim. Pendekatan menyeluruh itu penting agar ekspansi infrastruktur digital tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap sumber daya air setempat. Musim kemarau, misalnya, bisa mengubah ketersediaan air baku dan kapasitas yang bisa dialokasikan untuk industri. Perhitungan yang hanya mengandalkan kondisi rata-rata sepanjang tahun berisiko meleset ketika pasokan menipis. Di titik inilah rekayasa teknis bertemu dengan tata kelola.
Regulasi dan Tata Kelola
Regulasi dan tata kelola yang jelas menjadi syarat berikutnya. Pemerintah dan pelaku industri perlu memastikan setiap pembangunan pusat data memperhatikan daya dukung wilayah, ketersediaan infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat sekitar. Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Yudha, menilai Indonesia punya peluang besar memadukan pengembangan infrastruktur digital dengan pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya air. Menurutnya, Indonesia memiliki ruang untuk mengembangkan kombinasi ketiganya. Integrasi itu disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai lokasi investasi pusat data sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pada akhirnya, pertumbuhan industri AI tidak harus dibayar dengan berkurangnya akses warga terhadap air bersih. Dengan perencanaan yang matang, pemanfaatan teknologi hemat air, dan pengawasan yang konsisten, ekspansi infrastruktur digital diharapkan memberi manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat. Kuncinya ada pada perhitungan daya dukung tiap daerah, bukan pada asumsi bahwa semua wilayah menghadapi persoalan yang sama. Bagi perusahaan penyedia air, momentum ini bisa jadi titik balik untuk memperbaiki layanan yang selama ini terbatas. Bagi masyarakat, taruhannya adalah kepastian bahwa keran di rumah mereka tetap mengalir.
Sumber: Antara News
Kalau Anda ingin terus mengikuti perkembangan investasi pusat data, energi, dan isu air bersih di Indonesia, jangan lewatkan update terbaru dari LapakStore88. Kami merangkum berita penting setiap hari supaya Anda tidak ketinggalan informasi. Yuk, ikuti kanal resmi LapakStore88 dan jadikan kebiasaan membaca berita berkualitas bagian dari rutinitas Anda.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: data center indonesia, investasi data center, pusat data ai, penyediaan air bersih, pdam, pendinginan data center, energi terbarukan, infrastruktur digital
#LapakStore88

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372883/original/027490900_1791901134-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_9.14.28_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368403/original/086776600_1791433026-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466330.jpg)
