:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375551/original/008312800_1792156040-Foto_1__1_.jpeg)
LokalStore88 Jumat,16 Oktober 2026.
Angka 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk motor kini menjadi batas maksimal pengisian BBM di Bali. Kebijakan ini bukan tanpa alasan: Pemerintah Provinsi Bali menerapkannya sementara waktu hingga pasokan bahan bakar kembali normal, dan mulai Sabtu 17 Oktober 2026 aturan ganjil-genap nomor polisi ikut diberlakukan selama tiga hari. Bagi siapa pun yang sedang berada di Pulau Dewata atau berencana ke sana, memahami detail aturan ini menjadi penting agar perjalanan tidak terganggu.
Di balik pembatasan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus tengah memperkuat upaya pemulihan layanan BBM. Area Manager Communication, Relations & CSR perusahaan itu, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah yang diambil mencakup penambahan armada distribusi, kesiapan personel operasional, hingga pengaturan pengisian di SPBU. Tujuannya jelas: menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Target Stok dan Dukungan Distribusi
Pertamina menargetkan stok BBM di dua terminal utama, yakni Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Kota Denpasar, mencapai 48 juta liter pada Sabtu 17 Oktober 2026. Jumlah sebesar itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama 14 hingga 15 hari ke depan. Target ini menjadi penanda bahwa pasokan terus digenjot agar tidak terjadi kekosongan di lapangan.
Untuk memperlancar distribusi, Pertamina menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Tak berhenti di situ, perusahaan menambah 16 mobil tangki guna mengoptimalkan pengiriman BBM ke SPBU. Setiap tambahan armada diharapkan mempercepat perputaran pasokan, terutama ke titik-titik yang paling membutuhkan. Kepolisian Daerah Bali juga turut mengawal perjalanan mobil tangki menuju SPBU agar proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala di jalan.
Dukungan keamanan dari aparat menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pemulihan ini. Pengawalan tersebut memastikan mobil tangki bisa mencapai tujuan tepat waktu, terutama ketika antrean kendaraan di SPBU sedang padat. Dengan begitu, pasokan yang sudah disiapkan bisa segera sampai ke tangan konsumen. Koordinasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa penanganan masalah BBM tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pertamina.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375551/original/008312800_1792156040-Foto_1__1_.jpeg)
SPBU 24 Jam dan Personel Tambahan
Pelayanan langsung kepada masyarakat juga diperkuat melalui penyiapan 66 SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Dari jumlah itu, 42 SPBU berada di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Kedua wilayah tersebut memang menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan, sehingga kebutuhan BBM di sana cenderung tinggi sepanjang hari. Dengan operasional nonstop, masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk mengisi bahan bakar tanpa harus berdesakan di jam-jam tertentu.
Kesiapan operasional itu turut didukung penempatan 100 personel TNI dari Kodam IX/Udayana sebagai operator SPBU pada malam hari. Langkah ini membantu menjaga kelancaran pelayanan ketika kebutuhan masyarakat terhadap BBM masih harus dipenuhi, termasuk di jam-jam yang biasanya minim petugas. Kehadiran personel tambahan diharapkan mempercepat proses pengisian dan mengurangi potensi antrean panjang. Sinergi antara Pertamina, TNI, dan kepolisian menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas layanan di lapangan.
Aturan Ganjil-Genap dan Jadwalnya
Pembatasan volume pembelian dan penerapan ganjil-genap merupakan bagian dari pengaturan sementara sesuai arahan pemerintah daerah. Sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan berlaku selama tiga hari, mulai Sabtu 17 Oktober hingga Senin 19 Oktober 2026. Pada hari pertama, Sabtu 17 Oktober, pengisian BBM hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan nomor polisi berakhiran angka ganjil. Kebijakan ini mengacu pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.
Bagi masyarakat, aturan ini menuntut perencanaan yang lebih matang sebelum mengisi bahan bakar. Pemilik kendaraan perlu mengecek nomor polisi dan menyesuaikannya dengan jadwal yang berlaku agar tidak pulang dengan tangki kosong. Kendaraan roda empat dibatasi maksimal 20 liter, sedangkan roda dua maksimal 3 liter per pengisian. Ketentuan ini berlaku hingga kondisi dinyatakan kembali normal oleh pihak berwenang. Dengan begitu, setiap liter BBM yang tersedia bisa terdistribusi lebih merata ke seluruh pengguna.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375552/original/011225200_1792156053-Foto_2__1_.jpeg)
Penerapan ganjil-genap dan pembatasan volume bukan hal baru dalam situasi darurat pasokan. Pola serupa pernah menjadi rujukan di berbagai daerah ketika distribusi terganggu, karena mampu menekan lonjakan permintaan secara mendadak. Meski membawa ketidaknyamanan, kebijakan ini dianggap lebih baik daripada membiarkan stok habis di tengah kebutuhan yang tinggi. Yang terpenting, masyarakat mendapat informasi yang jelas soal jadwal dan batasannya.
Imbauan untuk Masyarakat dan Prospek ke Depan
Ahad Rahedi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti ketentuan pengisian BBM yang berlaku selama proses pemulihan. Ia menekankan agar pembelian dilakukan sesuai kebutuhan supaya distribusi berlangsung lebih tertib. Pemantauan kondisi di lapangan juga terus dilakukan untuk menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan situasi. Imbauan ini menyiratkan bahwa keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada pasokan, tetapi juga pada perilaku konsumen.
Dalam keterangan resminya, Ahad menyampaikan pemahaman bahwa kelancaran layanan BBM sangat dibutuhkan masyarakat. Ia berharap dengan dukungan bersama, pelayanan dapat kembali normal secara bertahap. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan masalah ini bersifat kolektif: Pertamina menyiapkan pasokan, aparat mengamankan distribusi, pemerintah daerah mengatur konsumsi, dan masyarakat menyesuaikan diri dengan aturan sementara. Kolaborasi semacam inilah yang biasanya mempercepat pemulihan.
Bagi pembaca, situasi ini menjadi gambaran nyata bagaimana ketergantungan pada BBM membuat setiap gangguan pasokan berdampak langsung pada mobilitas harian. Perjalanan kerja, distribusi barang, hingga aktivitas wisata bisa terhambat jika bahan bakar sulit didapat. Karena itu, memantau informasi resmi dari Pertamina dan pemerintah daerah menjadi langkah bijak sebelum bepergian ke Bali. Jangan sampai sudah di jalan, baru menyadari tanggal ganjil-genap atau batas liter yang berlaku.
Secara keseluruhan, pemulihan layanan BBM di Bali bertumpu pada sejumlah langkah yang saling melengkapi: target stok 48 juta liter, penambahan mobil tangki, pengawalan distribusi oleh kepolisian, pengoperasian 66 SPBU selama 24 jam, hingga penempatan personel TNI pada malam hari. Di atas semua itu, pembatasan 20 liter dan ganjil-genap menjadi pengatur sementara agar pasokan tidak terkuras terlalu cepat. Ke depan, keberhasilan semua upaya ini akan terlihat dari seberapa cepat kondisi kembali normal dan seberapa lancar masyarakat bisa mengisi bahan bakar tanpa rasa khawatir.
Sumber: Liputan6 Bisnis
Kalau Sahabat ingin terus mengikuti perkembangan kebijakan BBM dan berita penting lainnya, jangan lewatkan update terbaru dari LapakStore88. Gabung dan ikuti terus kanal resminya supaya tidak ketinggalan informasi yang sedang ramai dibicarakan. Sampai jumpa di berita berikutnya!
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: BBM Bali, pembatasan BBM, ganjil genap Bali, Pertamina Patra Niaga, stok BBM Bali, SPBU 24 jam Bali, pengisian BBM dibatasi, pemulihan pasokan BBM
#LapakStore88



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4955660/original/092556500_1727567882-Screenshot_2024-09-29_065544.jpg)