:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375028/original/021544500_1792120766-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_09.44.36.jpg)
LokalStore88 Sabtu,17 Oktober 2026.
Bayangkan menempuh lebih dari 180 kilometer dengan motor listrik tanpa berhenti sekali pun untuk mengisi daya. Angka itu bukan lagi sekadar klaim brosur, sebab Yadea bersiap membuktikannya langsung di jalan raya lewat tantangan bertajuk 'Yadea Go Beyond Limits 180+ Km on One Charge'. Bagi siapa pun yang masih ragu memakai kendaraan listrik untuk perjalanan jauh, uji ini punya arti besar: ia menyentuh persoalan paling klasik yang membuat orang menunda beralih, yakni ketakutan kehabisan daya di tengah jalan.
Jejak uji sebelumnya
Yadea rupanya tidak datang dengan tangan kosong. Sebelum menantang GT80, mereka sudah lebih dulu memakai Yadea Ostap dan Velaxu untuk membukukan jarak lebih dari 150 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Pencapaian itu menjadi modal kepercayaan diri sekaligus bahan bakar untuk menaikkan target. Kini namanya bergeser ke model lain dengan ambisi yang lebih tinggi lagi. Pola ini memperlihatkan bahwa Yadea sedang membangun narasi konsisten, bahwa produk mereka layak dipakai untuk mobilitas harian yang sesekali menuntut perjalanan jarak jauh.
๐ LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »
Pelaku uji dan tujuan
Yang menarik, pengujian kali ini bukan dilakukan di laboratorium tertutup. Yadea menyebut GT80 bakal diuji langsung dalam kondisi berkendara nyata di jalan raya. Pendekatan seperti ini biasanya dipilih agar hasilnya lebih meyakinkan di mata calon pembeli. Sebab, apa pun yang terjadi di jalan sesungguhnya, dengan tanjakan, kemacetan, dan gaya berkendara berbeda-beda, jauh lebih jujur ketimbang suasana uji yang serba terkendali. Publik pun bisa menilai sendiri apakah klaim produsen selaras dengan kenyataan.
Spesifikasi baterai
Sebelum membayangkan rute panjang itu, ada baiknya memahami dulu apa yang ditawarkan GT80. Dengan baterai standar berkapasitas 72V 50Ah, motor ini diklaim sanggup menempuh hingga 120 kilometer. Angka itu sudah termasuk lumayan untuk kebutuhan harian di perkotaan. Namun, Yadea menyiapkan opsi tambahan berupa baterai cadangan berkapasitas 30Ah, sehingga total kapasitasnya naik menjadi 72V 80Ah. Konfigurasi inilah yang menjadi kunci mengapa tantangan lebih dari 180 kilometer itu masuk akal untuk dicoba.
Klaim standar WMTC
Berbicara soal angka, Yadea merujuk hasil pengujian dengan standar World Motorcycle Test Cycle (WMTC). Mereka mengklaim konfigurasi baterai ganda mampu menembus jarak hingga 190 kilometer. Menariknya, pihak Yadea sendiri tidak serta-merta memasarkan angka itu sebagai janji mutlak. Dalam keterangan resminya, mereka menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pengujian terstandar dan tidak menjamin jarak tempuh yang sama dalam penggunaan sehari-hari. Sikap terbuka semacam ini justru penting, karena membantu konsumen memahami batas antara hasil lab dan realita di jalan.
Tenaga dan performa
Urusan performa, GT80 bukan motor listrik yang lemah. Ia dibekali motor listrik berdaya puncak 5.000 watt, angka yang cukup besar untuk kendaraan sekelasnya. Dari situ, motor ini sanggup melaju hingga kecepatan maksimum 90 km/jam. Bagi pengguna yang terbiasa berkendara di dalam kota maupun jalan antarkota, kecepatan sebesar itu sudah memadai. Dengan tenaga besar dan baterai yang dikonfigurasi khusus, kombinasi ini menjadi fondasi utama dalam uji jarak jauh nanti.
Pengereman dan keamanan
Kecepatan tanpa kendali tentu berbahaya, sehingga Yadea memperhatikan sektor pengereman. GT80 sudah mengadopsi rem cakram di roda depan maupun belakang, sebuah standar yang lumayan untuk motor listrik modern. Lebih dari itu, ada sistem pengereman kombinasi atau Combi Brake System (CBS) yang bekerja mengoptimalkan distribusi daya pengereman. Fungsinya menjaga kontrol dan stabilitas saat kendaraan memperlambat laju. Dalam perjalanan jauh, sistem seperti ini bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu rasa aman pengendara.
Kenyamanan berkendara
Aspek kenyamanan juga tidak diabaikan. GT80 memakai suspensi hidraulis di kedua ujungnya, yang dirancang meredam getaran saat melintasi jalanan tidak rata. Detail lain terlihat dari pemilihan ban berukuran 100/90-12 di depan dan 120/80-12 di belakang, yang menopang kestabilan serta cengkeraman ke aspal. Kombinasi suspensi dan ban ini penting untuk perjalanan panjang, karena kenyamanan sering menjadi faktor yang membuat pengendara betah duduk lama di atas sadel.
Kenapa uji ini penting
Bagi masyarakat, tantangan ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan otomotif. Selama ini, salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik adalah kekhawatiran soal jarak tempuh. Ketika produsen berani menguji produknya di jalan nyata, konsumen mendapat gambaran lebih terukur tentang potensi kendaraan listrik untuk perjalanan jauh. Uji semacam ini juga bisa menjadi bahan edukasi, bahwa hasil pengujian terstandar dan pemakaian harian memang bisa berbeda. Kesadaran itu membuat pilihan konsumen lebih matang.
Beda klaim lab dan jalan nyata
Perlu diingat, angka jarak tempuh kendaraan listrik sangat dipengaruhi banyak hal. Berat bawaan, kondisi jalan, kecepatan rata-rata, hingga cara pengendara memutar gas, semuanya ikut menentukan. Itulah sebabnya Yadea sendiri hati-hati menegaskan bahwa hasil uji standar tidak selalu sama dengan penggunaan sehari-hari. Dengan menggelar tantangan di jalan raya, mereka seolah ingin menjawab keraguan itu secara terbuka. Hasilnya nanti akan menjadi cermin, seberapa dekat klaim pabrikan dengan kenyataan yang dirasakan pengguna.
Dampak bagi pasar motor listrik
Langkah Yadea ini juga memberi sinyal kepada industri bahwa persaingan kendaraan listrik semakin bergeser. Kalau dulu pabrikan berlomba soal harga dan desain, kini pembuktian jarak tempuh menjadi medan pertarungan baru. Konsumen diuntungkan karena mendapat produk yang makin matang. Bagi merek pesaing, tantangan seperti ini bisa menjadi pemicu untuk menghadirkan inovasi serupa. Artinya, uji yang dilakukan satu pemain berpotensi menggerakkan standar seluruh pasar.
Sudut pandang konsumen
Dari sisi pengguna, ada dua sikap yang wajar muncul. Sebagian menyambut antusias, karena bukti nyata di jalan lebih meyakinkan daripada sekadar angka di lembar spesifikasi. Sebagian lain tetap menunggu hasil akhirnya sebelum mengambil kesimpulan, dan itu pun masuk akal. Yang jelas, keberanian menggelar uji terbuka membantu membangun kepercayaan. Jika hasilnya sesuai harapan, citra kendaraan listrik sebagai pilihan untuk perjalanan jauh bisa semakin kuat di mata publik.
Peran baterai cadangan
Poin teknis yang layak digarisbawahi adalah keberadaan baterai cadangan. Skema ini pada dasarnya memberi pengguna fleksibilitas, memakai satu baterai untuk kebutuhan harian dan menambah kapasitas saat hendak bepergian jauh. Namun, penambahan baterai tentu berpengaruh pada ruang penyimpanan dan bobot kendaraan. Karena itu, tantangan lebih dari 180 kilometer ini sekaligus menjadi uji seberapa nyaman konfigurasi baterai ganda saat dibawa melintasi rute panjang. Jawabannya hanya bisa diketahui setelah pengujian berlangsung.
Yang perlu dicermati
Terlepas dari optimisme, publik sebaiknya tetap mencermati detail hasil uji nanti. Faktor seperti kecepatan rata-rata selama perjalanan, kondisi lalu lintas, dan cuaca akan sangat memengaruhi jarak akhir yang dicapai. Sama pentingnya untuk melihat apakah pengujian dilakukan dengan gaya berkendara yang realistis. Dengan begitu, kesimpulan yang diambil tidak sekadar euforia, tetapi benar-benar mencerminkan pengalaman yang mungkin dialami konsumen sehari-hari. Sikap kritis ini justru sehat bagi perkembangan pasar.
Pada akhirnya, tantangan yang diusung Yadea bukan hanya soal satu model motor. Ia menjadi penanda bahwa kendaraan listrik terus berupaya menjawab keraguan terbesarnya, yakni jarak tempuh. Jika GT80 benar-benar sanggup melibas lebih dari 180 kilometer dalam sekali cas, anggapan bahwa motor listrik hanya cocok untuk jarak pendek perlahan bisa luntur. Yang tersisa kemudian adalah pertanyaan yang lebih praktis: seberapa siap infrastruktur dan konsumen menyambut era perjalanan jauh tanpa bahan bakar itu.
Sumber: Liputan6 Otomotif
Kalau Saya boleh jujur, perkembangan motor listrik memang seru untuk diikuti, apalagi soal ketahanan baterainya. Supaya tidak ketinggalan berita otomotif terbaru lainnya, mampir terus ya ke LapakStore88 dan ikuti kanal resmi kami biar setiap update soal kendaraan listrik langsung sampai ke kamu.
๐ Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini
๐ฌ Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini
โ๏ธ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.
Gabung Channel Telegram »๐ฐ Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog
Baca juga:
Kata kunci terkait: yadea gt80, motor listrik yadea, jarak tempuh motor listrik, yadea go beyond limits, motor listrik jarak jauh, baterai motor listrik, uji ketahanan motor listrik
#LapakStore88

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375514/original/005921700_1792152136-intro-1792117060.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375147/original/066526900_1792132746-tesla-roadster-flying-car.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573030/original/000769800_1777878709-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_14.07.14.jpeg)