Bisnis 6 menit baca

Bos KAI Janji Kawal Serius Perbaikan KRL INKA

KAI Minta INKA Tuntaskan Akar Masalah KRL, Tujuh Perjalanan Commuter Line Dibatalkan

LokalStore88 Sabtu,17 Oktober 2026.

Dua rangkaian KRL buatan INKA yang masih menjalani perawatan intensif di Depo Bukit Duri memaksa tujuh perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota dibatalkan. Pembatalan ini bukan sekadar angka, melainkan pukulan langsung bagi ribuan pengguna yang mengandalkan kereta untuk mobilitas harian, terutama di jam sibuk. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan pihaknya akan mengawal serius perbaikan sarana tersebut hingga akar masalahnya ditemukan.

Pernyataan itu disampaikan Bobby dalam keterangan resmi pada Jumat (16/10/2026) sebagai respons atas rentetan kendala operasional yang berulang. Ia menegaskan bahwa KAI tidak akan tinggal diam dan meminta setiap temuan teknis ditangani secara menyeluruh. "Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi," ujarnya. Komitmen ini menjadi sinyal bahwa persoalan KRL INKA tidak bisa lagi dianggap remeh.

🛒 LapakStore88 - Toko Produk Aplikasi Premium Termurah — Kunjungi Toko »

Kronologi dan Akar Masalah yang Belum Tuntas

Kendala pada KRL INKA sebenarnya bukan barang baru. Beberapa waktu terakhir, rangkaian ini kerap bermasalah saat beroperasi, dengan keluhan paling menonjol soal pintu yang enggan menutup sempurna. Akibatnya, perjalanan pengguna terganggu dan petugas harus melakukan penanganan ekstra. Bahkan, dalam satu insiden di kawasan Pasar Minggu, penumpang terpaksa dipindahkan ke rangkaian lain karena kereta mengalami gangguan.

Masalah pintu yang tidak menutup sempurna mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya besar. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan jika dibiarkan. KAI sendiri menyadari bahwa setiap kendala harus diketahui akar masalahnya sebelum langkah korektif diambil. "Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat," tegas Bobby, menegaskan pentingnya perbaikan yang berbasis evaluasi teknis, bukan sekadar tambal sulam.

Hingga kini, dua rangkaian KRL INKA masih menjalani perbaikan intensif di Depo Bukit Duri. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa tim teknis KAI Commuter dan INKA terus berupaya memaksimalkan waktu perbaikan dengan tetap berpedoman pada standar keselamatan dan keandalan. "Pembatalan sejumlah perjalanan tersebut imbas dari dua rangkaian yang stabling di Depo Bukit Duri saat ini masih dalam perbaikan secara intensif," kata Leza. Artinya, ada keterbatasan armada yang harus dielola dengan penyesuaian pola operasi.

Dampak Pembatalan Tujuh Perjalanan

KAI Commuter merilis daftar perjalanan yang dibatalkan pada hari itu. Mulai dari Commuter Line No.1157 relasi Bogor–Jakarta Kota yang sedianya berangkat pukul 04:03 WIB, hingga No.1192F relasi Jakarta Kota–Depok pukul 07:48 WIB. Ada juga perjalanan No.1154, No.1013A, No.1014, No.1124F, dan No.1195F yang semuanya terkena imbas. Pembatalan ini tentu membuat penumpang harus mencari alternatif, seperti menunggu kereta berikutnya yang lebih padat atau beralih ke moda transportasi lain.

KAI Minta INKA Tuntaskan Akar Masalah KRL, Tujuh Perjalanan Commuter Line Dibatalkan (2)
Foto: Liputan6 Bisnis

Bagi masyarakat pengguna Commuter Line, terutama di lintas Bogor-Jakarta Kota, pembatalan ini terasa sangat mengganggu. Jam-jam keberangkatan yang dibatalkan berada di rentang waktu sibuk pagi hari, saat orang berangkat kerja atau sekolah. Antrean di stasiun pun berpotensi menumpuk, dan kereta yang tetap beroperasi harus menampung lonjakan penumpang. Kondisi ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga menurunkan kepercayaan terhadap layanan transportasi publik yang seharusnya menjadi andalan.

Di media sosial, keluhan pengguna sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Banyak yang mengeluhkan pintu KRL INKA yang sering gagal menutup, membuat perjalanan tidak nyaman. Ada pula yang mengaku harus turun karena kereta bermasalah di tengah jalan. KAI Commuter dan INKA sendiri belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab teknis di balik masalah pintu tersebut, namun mereka memastikan perbaikan dilakukan dengan standar tinggi.

Respons KAI dan Harapan pada INKA

Bobby Rasyidin menegaskan bahwa KAI mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional, tetapi dukungan itu harus beriringan dengan tanggung jawab menjaga kualitas produk. "Ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten," ujarnya. Ia pun meminta INKA memastikan setiap langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Permintaan ini menunjukkan bahwa KAI tidak ingin perbaikan hanya bersifat sementara.

Sebagai manufaktur, INKA memiliki peran krusial dalam memastikan rangkaian KRL yang diproduksi benar-benar laik operasi. KAI telah meminta tindak lanjut yang cepat dan tuntas. "Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat," lanjut Bobby. Tekanan ini bukan tanpa alasan, mengingat layanan publik tidak bisa dikompromikan.

INKA sendiri belum memberikan pernyataan resmi terpisah dalam keterangan yang dikutip. Namun, keterlibatan tim teknis INKA dalam perbaikan di Depo Bukit Duri menunjukkan bahwa mereka turut bertanggung jawab. Publik tentu berharap agar kerja sama antara KAI dan INKA tidak berhenti pada perbaikan jangka pendek, melainkan juga mencakup peningkatan kualitas produksi di masa depan.

KAI Minta INKA Tuntaskan Akar Masalah KRL, Tujuh Perjalanan Commuter Line Dibatalkan (3)
Foto: Liputan6 Bisnis

Relevansi bagi Pengguna dan Industri

Kasus ini menyoroti pentingnya sinergi antara operator dan manufaktur dalam ekosistem perkeretaapian. Ketika sarana bermasalah, bukan hanya penumpang yang dirugikan, tetapi juga reputasi industri dalam negeri. KAI sebagai operator harus memastikan armadanya andal, sementara INKA sebagai produsen perlu menjaga standar kualitas. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik bisa tergerus.

Bagi pengguna Commuter Line, kepastian jadwal dan kenyamanan adalah hal utama. Mereka tidak ingin setiap kali naik kereta harus waspada terhadap potensi gangguan. Pembatalan mendadak seperti yang terjadi pada tujuh perjalanan itu memaksa mereka mengubah rencana, yang berdampak pada produktivitas harian. Oleh karena itu, transparansi mengenai jadwal dan progres perbaikan sangat dinantikan.

KAI Commuter dan INKA telah berjanji memaksimalkan waktu perbaikan. Namun, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat rangkaian yang bermasalah dapat kembali beroperasi dengan andal. Setiap hari penundaan berarti potensi gangguan layanan terus membayangi. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian bahwa sarana yang mereka gunakan setiap hari benar-benar dalam kondisi prima.

Langkah ke Depan

Ke depan, KAI berkomitmen mengawal proses perbaikan sampai keandalan rangkaian benar-benar terjaga. "Yang kami minta jelas yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan," tegas Bobby. Pernyataan ini menjadi penanda bahwa evaluasi tidak akan berhenti pada laporan teknis, tetapi juga pada performa nyata di lintasan. Pengawasan ketat diharapkan mencegah terulangnya kendala serupa.

Bagi INKA, momentum ini menjadi ujian kredibilitas. Sebagai produsen dalam negeri, mereka memiliki peluang membuktikan bahwa produknya mampu bersaing dan andal. Namun, jika perbaikan berlarut-larut, citra tersebut bisa tercoreng. Dukungan KAI terhadap industri nasional tetap ada, asalkan standar keselamatan dan keandalan tidak diabaikan. Ini adalah titik krusial yang akan menentukan arah kerja sama kedua pihak.

Pada akhirnya, publik hanya ingin layanan KRL yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Pembatalan tujuh perjalanan menjadi pengingat bahwa masalah teknis sekecil apa pun bisa berdampak besar. KAI dan INKA perlu memastikan bahwa setiap kendala ditangani hingga ke akarnya, bukan sekadar solusi sementara. Dengan begitu, kepercayaan pengguna terhadap Commuter Line dapat kembali pulih dan terjaga dalam jangka panjang.

Sumber: Liputan6 Bisnis

Terus ikuti perkembangan berita terkini seputar transportasi dan industri dalam negeri hanya di LapakStore88. Jangan sampai ketinggalan update penting berikutnya, gabung sekarang dan pantau terus kanal resmi kami.

📘 Follow Fanspage kami di Facebook: klik di sini

💬 Gabung Saluran WhatsApp kami: klik di sini

✈️ Update berita tercepat ada di Channel Telegram kami. Gabung sekarang, gratis, tanpa ketinggalan kabar terbaru.

Gabung Channel Telegram »

📰 Baca artikel lainnya di blog kami: kunjungi blog

Kata kunci terkait: KRL INKA, KAI Commuter, pembatalan KRL, perbaikan KRL, Bobby Rasyidin, commuter line, INKA, kereta api

#LapakStore88

Sumber asli: Liputan6 Bisnis